Dua Planet Katanya Bisa Dihuni Manusia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Para peneliti mengaku belum pernah begitu banyaknya planet seukuran Bumi yang mengitari bintang tunggal, atau berada di zona yang mampu menghalangi temperatur ekstrem di antariksa untuk melenyapkan kemungkinan terjadinya kehidupan. Sejak ditemukan tahun lalu, sistem bintang Trappist-1 memang digadang-gadang memiliki sejumlah planet yang dapat dihuni. Kini, para peneliti telah mengidentifikasi dua planet yang memiliki kemungkinan untuk mempunyai kondisi layak huni, dengan ketersediaan air serta sumber panas menjadi tolak ukur utama dalam menentukannya. Sejatinya, Trappist-1, sistem bintang bermukimnya dua objek luar angkasa tersebut, bersama lima planet lain, sudah menyajikan fakta menarik sejak pertama kali ditemukan. Penemuan ini pun memancing para peneliti untuk menganalisis Trappist-1 lebih jauh, seraya berharap masih ada lagi sejumlah planet berbatu seukuran Bumi di galaksi Bima Sakti. Amy Barr dari Planetary Science Institute, Arizona, Amerika Serikat, beserta sejumlah kolega dari Hungaria, tengah mengembangkan model matematis terhadap 7 planet dari Trappist-1. Hasilnya, mereka menemukan bahwa enam di antaranya bisa jadi memiliki air, baik dalam bentuk cairan maupun es, ditambah kemungkinan terdapat lautan global di dalamnya. Setelah itu, mereka membuat model terhadap orbit planet-planet ini untuk mengetahui suhu permukaan yang dimiliki oleh enam objek tersebut. "Planet-planet ini memiliki orbit yang aneh, seperti bentuk telur. Hal ini menyebabkan objek-objek tersebut menjadi melar setiap mengitari bintangnya," jelas Barr, seperti detikINET kutip dari The Guardian. Menurutnya, fenomena melarnya bentuk dari planet-planet tersebut dapat menyebabkan energi panas di dalamnya, atau disebut tidal heat (pemanasan pasang surut). Dalam laporan studi, tim yang bertanggung jawab dalam penelitian ini mengambil kesimpulan bahwa planet B dan C mengalami tidal heat, dengan tambahan planet C kemungkinan memiliki air dalam jumlah kecil, atau tidak sama sekali, dan didominasi oleh batu dan besi. Planet D dan E juga mengalami pemanasan pasang surut, namun dibandingkan dengan dua planet sebelumnya, intensitasnya lebih kecil. Selain itu, para peneliti pun beranggapan bahwa planet D dan E menjadi yang paling memungkinkan untuk mendukung kehidupan. Hal itu disebabkan oleh temperatur yang dimiliki oleh planet tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, planet D diperkirakan memiliki suhu sekitar 15 derajat Celsius. Sedangkan planet E sedikit lebih dingin. Meskipun Barr menyamakan suhu planet E dengan Antartika, ia menyebutkan bahwa hal tersebut masih masuk akal. Dengan munculnya fenomena tidal heat, para peneliti semakin bersemangat untuk mencari planet yang dapat menyokong kehidupan. Hal ini dikarenakan pemanasan pasang surut tidak hanya menghangatkan planet tersebut, namun juga mengarah kepada reaksi kimia serta pergerakan di mantelnya, kondisi yang mendorong perkembangan kehidupan. Kini, selain terus berusaha untuk menyelesaikan laporan studi mereka, tim ini berharap bahwa NASA dapat meluncurkan teleskop luar angkasa generasi berikutnya, yaitu James Webb, secepatnya agar dapat mengumpulkan data secara lebih spesifik terhadap sistem Trappist-1.yn
Tag :

Berita Terbaru

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Ketidakhadiran Ketua Fraksi Partai Demokrat Agung Mulyono bersama seluruh anggotanya dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur pada 10 …

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…