Wisata Pantai Pancer di Jember Dipenuhi Sampah

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Sampah menumpuk di kawasan wisata Pantai Pancer Jember. Tumpukan sampah tampak berserakan di sepanjang pantai, Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger. Hal ini dikeluhkan pengunjung pantai di kawasan Jember Selatan itu. "Pemandangan pantai Pancer sebenarnya bagus sekali, tapi karena banyak sampah, pengunjung sekarang malas ke sini. Sampah ini berasal dari sungai terus dibawa ke laut. Sungai itu kan juga berasal dari kota. Ditambah lagi sekarang sering banjir, dan air sungai selalu bawa sampah," kata salah satu pengunjung asal Desa Puger Wetan, Mahfud, Selasa (30/1/2018). Menurut Mahfud, pada hari Minggu Pantai Pancer banyak dikunjungi wisatawan. Terkadang mencapai 200 pengunjung, bahkan bisa lebih. Apalagi saat libur hari raya dan tahun baru, pengunjung yang datang hampir mencapai ribuan. Mahfud mengaku sering berkunjung ke Pantai Pancer bersama teman-temannya. "Saya berharap ke depan agar pantai ini selalu bersih dan tolonglah kepada pemerintah terkait agar sampah ini dibersihkan. Biar orang yang berkunjung merasa puas, karena apabila pantai bersih akan lebih menarik pengunjung. Sedangkan kalau masih tetap seperti ini, pasti sangat mengganggu pengunjung. Karena sampah terdampar di pantai. Apalagi pinggir pantai merupakan tempat favorit pengunjung," terang Mahfud. Salah satu petugas Linmas Pantai Pancer, Eksan mengatakan, setiap sore petugas Pantai Pancer selalu melakukan pembersihan. Namun karena sampah terlalu banyak, pembersihan tak memperlihatkan hasil maksimal. "Setiap sore ada petugas yang membersihkan, kadang dua atau tiga. Termasuk saya juga ikut membersihkan, tergantung dari jadwal piketnya. Sedangkan sampah ini, datang dari sungai-sungai yang membawa ke pantai. Apalagi musim hujan, tambah menumpuk sampahnya. Tetap kalah meskipun dibersihkan setiap hari. Terkadang ada dari mahasiswa atau dari komunitas yang prihatin dengan wisata pantai Pancer ini. Setelah mereka bersihkan, besoknya sudah ada lagi," jelas Eksan. Eksan mengungkapkan, sebelumnya ada sekitar 50 orang dari komunitas pecinta lingkungan membersihkan sampah di Pantai Pancer. Tetapi besoknya, sampah kembali terlihat menumpuk di sepanjang pantai. "Kalau sampah dari pengunjung tidak ada, malah kita buatkan tempat sampah di pinggir Pantai," ucap Eksan. Sementara Kepala Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Nurhasan menuturkan, sampah seperti ini bukan kontribusi atau semata-mata dari Puger Kulon saja, tetapi itu merupakan kontribusi dari luar wilayah kecamatan Puger. "Contohnya dari kota Jember, Bangsalsari, Tanggul. Kenapa demikian? Muara sungai ini ada empat, ada sungai Bedadung, sungai Besini, sungai yang di Gumuk Mas dan sungai yang di Kencong. Semua, sampahnya mengarah ke pantai Pancer Puger ini. Karena arus yang dari Barat bermuara ke Timur, sehingga dihadang oleh break water dan menumpuk di pantai Pancer," ungkap Nurhasan. Tentang bagaimana mengatasi sampah, Nurhasan menyampaikan mempunyai pasukan. Di antaranya Pokdarwis, Dua kelompok Linmas bergantian membersihkan sampah. "Contohnya setelah dikumpulkan, dibakar dan sebagainya, untuk mengurangi volume sampah yang ada di pantai Pancer ini," jelasnya. Nurhasan mengatakan, wisatawan sudah sadar setelah diberi penjelasan. Mereka menyadari bahwa pemasok sampah ini bukan warga Puger saja melainkan juga dari masyarakat kota. "Maka saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, supaya jangan membuang sampah di sungai. Kalau membuang sampah di sungai, titik akhir atau terminalnya di pantai Pancer Puger soalnya," tandasnya. Nurhasan mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait. Namun persoalan sampah ini penyebabnya faktor alam, yang notebene memerlukan penanganan yang luar biasa. "Kami tidak putus asa, tidak patah semangat. Dengan adanya kita tetap berusaha, supaya pantai di sini tetap kelihatan bersih," pungkasnya. (dt/cr)
Tag :

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…