GP Anshor Rangkul Warga Terdampak Galian Pasir ilegal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Kediri - Organisasi Nahdlatul Ulama yang tergabung di Gerakan Pemuda (GP) Anshor Kabupaten Kediri, merangkul semua warga yang terdampak galian C pasir ilegal, Rabu (31/1/2018). Mereka yang berada di Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri diberi dukungan agar mendapatkan hak dari adanya sejumlah galian pasir ilegal di wilayahnya. Ketua GP Anshor Kabupaten Kediri, Munasir Huda mengatakan, pertemuan tersebut sebenarnya sudah sering dilakukan dengan kemasan "Ngopi Bareng" bersama warga. Menurutnya acara tersebut untuk menyikapi situasi persoalan sosial warga. "Masalah di Desa Satak sebenarnya bukan hal yang baru. GP Anshor sendiri merupakan organisasi sosial. Kita ingin mendampingi warga yang terdampak penambangan pasir yang semakin marak," ujarnya usai sosialisasi di Balai Desa Satak. Menurutnya, saat ini warga Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri merasa terganggu dengan adanya penambangan pasir yang menggunakan manual di daerahnya. Warga juga terganggu adanya lalu lalang kendaraan truk pasir yang semakin marak hingga merusak jalur transportasi warga. "Jadi dengan pertemuan ini kita akan temukan rekomendasi usulan dari warga. Sehingga dari pertemuan ini warga semakin jelas dengan aturan penambangan pasir baik dari izin hingga kewajiban yang harus diberikan para penambang kepada warga setempat," jelasnya. Dari pertemuan tersebut, sebanyak 152 warga Desa Satak mendapatkan pengetahuan dari konsultan pengamat lingkungan yang didatangkan GP Anshor Kabupaten Kediri. Dengan penjelasan dari konsultan itu maka diharapkan warga dapat mendapatkan hak dengan adanya para penambang pasir didaerahnya. Pertemuan yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut akhirnya menghasilkan lima rekomendasi. "Rekomendasinya kesatu, para penambang pasir harus menjaga lingkungan; kedua, penambang harus melibatkan tenaga manual di Desa Satak; ketiga, penambang pasir harus memberikan dana sosial perusahaan atau CSR kepada masyarakat; keempat, penambang pasir harus memberikan asuransi tenaga kerja yang ikut menambang; dan kelima, alat tranportasinya agar melalui jalur alternatif tidak melalui jalur desa," tegasnya. Lanjut Huda, dengan hasil rekomendasi itu nantinya akan dijadikan dasar bagi para penambang baik legal maupun ilegal. Para pengusaha tambang diharapkan untuk dapat mentaati aturan yang ada jika akan membuka penambangan di lokasi Desa Satak. "Hasil ini nantinya akan kita sodorkan ke para penambang jika ada pengusaha galian pasir yang akan buka di Desa Satak," tandasnya. Sementara itu, Nuryanto, salah satu warga Desa Satak RT 2 RW 2 mengaku, sangat dirugikan dengan adanya penambang pasir ilegal yang kian marak di daerahnya. Oleh karena itu, pihaknya ingin para penambang pasir untuk memberi kompensasi terhadap warga sekitar. "Untuk penambang ilegal selama ini memang tidak pernah memberikan kompensasi. Kita juga ingin jika kedepan ada penambang pasir yang sudah memiliki izin tolong untuk masyarakat agar diberi kompensasi tanoa kecuali. Bahkan juga memberikan tenaga kerja untuk warga sekitar," pungkasnya. Can
Tag :

Berita Terbaru

Usai Diblokade Warga, TPA Klotok Kota Kediri Kembali Beroperasi

Usai Diblokade Warga, TPA Klotok Kota Kediri Kembali Beroperasi

Selasa, 07 Apr 2026 15:57 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Usai diblokade warga akses Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klotok Kota Kediri akhirnya dibuka setelah adanya kesepakatan antar warga…

KPK Sita HP dan Kaos dari Rumah Pengembang di Jatiwangi Regency

KPK Sita HP dan Kaos dari Rumah Pengembang di Jatiwangi Regency

Selasa, 07 Apr 2026 14:59 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 14:59 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Kota Madiun - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita satu unit handphone dan sejumlah kaos terkait Pilkada 2024 dari penggeledahan rumah …

Magetan Siapkan Pembenahan Drainase Menyeluruh Pasca Banjir Terus Menerus

Magetan Siapkan Pembenahan Drainase Menyeluruh Pasca Banjir Terus Menerus

Selasa, 07 Apr 2026 14:46 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 14:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti insiden banjir yang terus menerus menerjang kawasan Kabupaten Magetan disaat musim hujan dengan intensitas tinggi,…

Perdana! Meriahnya Kontes Kambing Jerabang di Ponorogo, 1 Ekor Tembus Puluhan Juta

Perdana! Meriahnya Kontes Kambing Jerabang di Ponorogo, 1 Ekor Tembus Puluhan Juta

Selasa, 07 Apr 2026 14:39 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Selain destinasi wisata, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur juga menyimpan tradisi hingga event  unik lainnya. Salah satunya, Kontes …

Masih Jadi Favorit Wisatawan, Kunjungan Destinasi Wisata Ngawi Tembus 93 Ribu Orang

Masih Jadi Favorit Wisatawan, Kunjungan Destinasi Wisata Ngawi Tembus 93 Ribu Orang

Selasa, 07 Apr 2026 14:32 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 14:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Selama libur lebaran 2026 hingga saat ini, destinasi wisata di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur selalu menjadi tempat favorit para…

Dukung Upaya Pemulihan Ekosistem Konservasi, Wisata Gunung Bromo Ditutup Sepekan

Dukung Upaya Pemulihan Ekosistem Konservasi, Wisata Gunung Bromo Ditutup Sepekan

Selasa, 07 Apr 2026 14:20 WIB

Selasa, 07 Apr 2026 14:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka pemulihan ekosistem kawasan konservasi di kawasan wisata Gunung Bromo, kini Tengger Semeru (TNBTS) resmi ditutup…