Begini Kondisi Anak Korban Penyekapan Ayah Tiri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Solo - PA, 4, korban penyekapan oleh ayah tirinya di salah satu hotel wilayah Banjarsari, Solo, masih dirawat instensif di Rumah Sakit Umum (RSUD) dr. Moewardi, Jebres, Solo. PA mendapatkan pendampingan khusus dari psikolog Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Solo (PTPAS). “Kami memberikan pendampingan kepada PA karena kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar anggota PTPAS Solo, Saprastika Sardjono, kepada wartawan di rumah sakit, Minggu (18/2/2018). Tika menjelaskan selama dirawat di rumah sakit sejak Jumat malam kondisi PA mulai membaik. Tim dokter terus mengawasi ketat perkembangan kesehatan PA. Bahkan dokter memberikan tindakan Ultrasonografi medis (sonografi) yakni sebuah teknik diagnostik menggunakan suara ultra yang digunakan untuk mencitrakan organ internal, otot, dan luka patologi. Teknik pengobatan ini berguna untuk memeriksa organ dalam. “PA saat disentuh orang merasakan sakit tanpa mengetahui bagian mana yang sakit. Kami bersama dokter menyepakati menggunakan teknik pemeriksaan Ultrasonografi untuk mengecek kondisi tubuh PA,” kata dia. Tim dokter, lanjut dia, hanya melihat luka luar dari tubuh PA pada bagian sekitar alat vital. Luka tersebut diduga ditimbulkan akibat siraman air panas. Selain itu, ada luka lebam di tangan, lengan, dan kakinya. Tim medis belum menemukan luka baru di bagian dalam tubuh. “Saya selama mendampingi PA di rumah sakit menemukan keanehan saat dokter menyuntikkan jarum di tangan, PA tidak merasakan sakit sama sekali. Normalnya anak seusia PA sudah menangis,” kata dia. PA, lanjut dia, juga masih kesulitan menggerakkan kedua kakinya untuk berjalan. PA sudah bisa diajak berbicara, tertawa, dan tersenyum. Namun, ketika ditanya soal keluarganya, PA langsung diam dan murung. “Saya belum memperbolehkan orang baru menemui PA di rumah sakit. PA kalau bertemu orang baru ditemui justru menjadi takut,” kata dia. Untuk menghilangkan trauma, dia mengajak PA bermain melipat kertas, mewarnai, dan membaca. Selain itu, dia memotivasi PA agar bisa cepat pulih dan bisa kembali bersama teman-temannya. Kapolsek Banjarsari Kompol I Komang Sarjana mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo menjelaskan dua tersangka kasus penganiayaan yakni Dedi, 32 (ayah tiri PA), dan Iwan Winardi, 22 (adik Dedi), masih ditahan di Mapolsek Banjarsari. Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk mencari keterlibatan pelaku lain. “Kami juga berkoordinasi dengan dinas terkait dalam menangani PA. Polsek Banjarsari berharap PA tidak dikembalikan kepada orang tuanya karena bisa memicu kekerasan serupa,” kata dia. Komang menambahkan kasus ini akan dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Surakarta. Pelimpahan ini dilakukan untuk memudahkan dalam menangani PA karena usianya masih di bawah umur.
Tag :

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…