Pendidikan Seks untuk Anak Sejak Dini

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Banyak pertanyaan kepada saya tentang pendidikan seks untuk anak. Kapan sebaiknya dimulai? Bagaimana cara menjelaskannya? Hal pertama yang harus disadari oleh para orangtua bahwa pendidikan seks tidak selalu bicara soal senggama. Pendidikan seks adalah upaya untuk memberikan informasi dan pemahaman tentang seksualitas. Apa itu seks? Seks itu kelamin. Mengenalkan soal seks sesederhana memperkenalkan bahwa manusia dan makhluk-makhluk lain punya jenis kelamin yang berbeda. Kapan sebaiknya anak dikenalkan dengan materi seks? Ini pertanyaan yang sering diajukan. Menariknya, pertanyaan ini sering pula diajukan orangtua mengenai banyak hal, bukan hanya soal seks. Jawaban saya adalah, tidak ada standar. Anak-anak itu unik. Perkembangan mereka pun unik. Maka, untuk memulai sesuatu soal anak, kita tidak bertanya tapi mencari jawabnya dari anak kita sendiri. Jangan pernah menjadikan anak orang lain sebagai acuan. Kalau kita biasa berkomunikasi dengan anak, kita akan tahu kapan saat yang tepat untuk melakukan atau mengajarkan sesuatu. Kalau kita memandang seks sebagai soal yang bukan melulu soal senggama, maka sebenarnya soal pendidikan seks bukan hal yang sangat spesifik. Ini hanya soal informasi biasa, sesederhana memperkenalkan bahwa ayah adalah laki-laki, dan ibu perempuan. Selanjutnya, secara alami kita jelaskan apa beda laki-laki dan perempuan. Dari situ kita bisa mulai menjelaskan soal perbedaan anatomi. Menjelaskan soal kelamin memang sering jadi hambatan bagi banyak orang. Banyak orang merasa rikuh atau sungkan. Apa masalahnya? Masalahnya bukan pada topik yang dibahas, tapi soal persepsi yang ada di benak orang tentangnya. Kita semua dibesarkan dengan memandang seks sebagai tabu. Maka, kita enggan membicarakannya. Untuk menyederhanakannya, ingatlah bahwa alat kelamin hanyalah salah satu bagian dari tubuh. Dalam pelajaran biologi, anak-anak belajar soal sistem kerangka tubuh, otot, peredaran darah, saraf, dan sebagainya. Kelamin adalah bagian dari sistem reproduksi. Tidak ada yang istimewa soal itu dari sudut pandang anatomi. Maka, tidak perlu pula pembahasannya dilakukan secara istimewa. Maka jelaskanlah bagian-bagian tubuh secara apa adanya. Dengan cara itu anak-anak akan memandang soal seksualitas secara alami. Rasa malu atau sungkan kita justru akan membuat topik ini menjadi misterius, dan sulit dijelaskan. Anak-anak di usia dini biasanya tidak bertanya soal senggama. Mereka lebih sering bertanya soal dari mana aku berasal, atau adik bayi berasal. Ketika pertanyaan itu muncul, jawaban yang harus kita berikan adalah jawaban yang benar, dalam bahasa yang mudah dicerna anak. Cepat atau lambat, kita memang harus menjelaskan soal senggama. Dalam soal ini, tembok kejengahan orangtua jadi menjulang tinggi. Apakah senggama demikian istimewa? Sama seperti penjelasan soal organ, senggama juga bukan sesuatu yang istimewa. Anak-anak harus belajar soal makhluk hidup yang berkembang biak. Salah satu cara berkembang biak adalah melalui perkawinan. Dalam hal manusia, itu disebut senggama. Dari sudut pandang lain, manusia melakukan berbagai hal untuk memenuhi kebutuhannya, seperti makan, tidur, dan bergaul. Berhubungan seks hanyalah salah satu bagian dari kebutuhan itu. Anak-anak harus diajarkan untuk memahami senggama dengan cara itu. Tapi, bukankah senggama hal yang tidak sepatutnya dilakukan secara terbuka? Ya. Ada tata krama untuk setiap tindakan. Makan ada tata kramanya. Ada makanan yang boleh dimakan, ada yang tidak. Saat makan pun ada tata krama yang harus dipatuhi. Demikian pula soal hubungan seks. Ini pun bagian dari pendidikan seks yang harus kita lakukan terhadap anak. Ringkasnya, tidak ada hal khusus yang membuat seks itu jadi sulit untuk diajarkan. Yang membuatnya sulit hanyalah cara berpikir kita. Untuk membuatnya mudah, ubahlah persepsi kita tentang seks. Hasanudin Abdurakhman cendekiawan, penulis dan kini menjadi seorang profesional di perusahaan Jepang di Indonesia. (dt/cr)
Tag :

Berita Terbaru

Raih Gelar Doktor Unair, Gus Fawait Kupas Tuntas Pentingnya Belanja Pemerintah Tepat Sasaran di Jawa Timur

Raih Gelar Doktor Unair, Gus Fawait Kupas Tuntas Pentingnya Belanja Pemerintah Tepat Sasaran di Jawa Timur

Jumat, 12 Jun 2026 10:30 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 10:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, resmi menuntaskan sidang promosi doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga dengan m…

Perkuat Stok dan Stabilkan Harga, BULOG Mojokerto Gelontor MinyaKita di Pasar Tanjung 

Perkuat Stok dan Stabilkan Harga, BULOG Mojokerto Gelontor MinyaKita di Pasar Tanjung 

Jumat, 12 Jun 2026 10:25 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 10:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto terus memperkuat upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui penyaluran minyak goreng M…

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…