Pangkalan Militer China di LCS Hanya Ancam AS

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, - Presiden Rodrigo Duterte menegaskan bahwa Manila bisa menyelesaikan perselisihannya dengan Beijing secara diplomatis. Filipina percaya bahwa instalasi militer China tidak dimaksudkan untuk menghadapi tetangga, melainkan untuk mengusir AS dari wilayah tersebut. MANILA, M. Burhanudin. Filipina mengaku tidak khawatir dengan keberadaan pangkalan militer China di Laut China Selatan (LCS). Menurut Duterte pangkalan militer itu bertujuan untuk melawan pengaruh Amerika Serikat (AS). Militer AS dan China sering mengalami kebuntuan di LCS. China mengklaim perairan yang memberikan pemasukan sebesar USD5 triliun per tahun, bersama dengan Taiwan, Vietnam, Filipina, Indonesia, Malaysia dan Brunei. Sementara AS, yang tidak tidak memiliki klaim teritorial di wilayah tersebut, selalu menekankan perlunya kebebasan navigasi di wilayah tersebut dan menentang klaim China. "China membangun bangunan dan pangkalan militer. Aku harus mengakuinya. Tapi apakah itu dimaksudkan untuk kita? Anda pasti bercanda," ujar Duterte kepada pengusaha China-Filipina di sebuah pertemuan di Manila yang dihadiri oleh Duta Besar China untuk Filipina Zhao Jianhua. "Itu tidak dimaksudkan untuk kita. Kekuatan ideologis yang bersaing dengan dunia atau geopolitik telah sangat berubah. Ini benar-benar ditujukan untuk melawan orang-orang yang orang China pikir akan menghancurkan mereka. Dan itu adalah Amerika," jelasnya seperti dikutip dari RT. Duterte menekankan bahwa Manila akan mengikuti "diplomatik" dengan Beijing mengenai sengketa teritorial dan menghindari provokasi militer di wilayah tersebut. Pada bulan Juli 2016, hakim di Den Haag memutuskan bahwa China telah menyebabkan kerusakan yang tidak dapat dipulihkan atas ekosistem Kepulauan Spratly dan melanggar hak kedaulatan Filipina. Pengadilan di Den Haag dalam putusannya mengatakan tidak ada dasar hukum bagi China untuk mengklaim hak historis atas sumber daya di dalam wilayah laut yang termasuk dalam garis sembilan mil," mengacu pada garis demarkasi di peta laut dari tahun 1947. Namun, Beijing telah mengabaikan keputusan tersebut. "Kita tidak bisa pergi ke sana, naiki apa saja, Angkatan Laut, kapal abu-abu, Coast Guard dan mulai melambaikan senapan kita. Kita tidak bisa melakukannya hari ini. Ini tidak realistis. Itu tidak dibenarkan," kata Duterte. "Lalu mengapa saya pergi ke sana, membawa Angkatan Laut saya, tentara saya, polisi saya dan semuanya hanya untuk disembelih?" cetusnya. "Saya tidak akan menyerahkan kehidupan warga Filipina hanya untuk sebuah kematian yang tidak perlu. Saya tidak akan masuk ke dalam pertempuran yang tidak pernah bisa saya menangkan. Kita tidak bisa melakukannya hari ini. Ini tidak realistis," imbuh Duterte, menandakan bahwa dia siap untuk melakukan pendekatan dengan China mengenai masalah ini. Duterte bahkan bercanda tentang membuat Filipina menjadi provinsi di China, meremehkan gerakan China yang menggunakan nama-nama China ke beberapa fitur bawah laut di Pasifik milik Filipina. "Jika Anda mau, Anda bisa menjadikan kami sebuah provinsi, seperti Fujian. Provinsi Filipina, Republik China," tukas Duterte. 05
Tag :

Berita Terbaru

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

1 Abad Gontor, 10.000 Alumni Bersiap Pulang ke Ponorogo, Prabowo hingga SBY Dijadwalkan Hadir

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

Senin, 14 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI com, Ponorogo — Lebih dari 10.000 alumni Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) bersiap kembali ke Ponorogo, Jawa Timur, untuk mengikuti Reuni A…

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…