SURABAYAPAGI, Jakarta- Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kamrusammad menegaskan, Kahmipreneur memiliki kepedulian terhadap masalah kehidupan dan konflik kemanusiaan di dunia.Seperti warga Afrika yang kelaparan, krisis kemanusiaan konflik Rohingya dan aksi teror di Indonesia.
"Karenanya kita harus memiliki sikap tegas dan jelas terhadap konflik kemanusiaan," kata Kamrusammad di Jakarta, Minggu (20/5/2018) sore.
Ujarnya, berbagai ketimpangan kehidupan terjadi di belahan dunia seperti warga Afrika yang kelaparan, krisis kemanusiaan konflik Rohingya dan aksi teror di Indonesia.
Selain itu, Kamrusammad juga menyatakan, KAHMI menggulirkan kebijakan program inspiratif seperti KAHMIPreneur yang fokus menciptakan enterpreneur muda pada bidang ekonomi.
Begitu juga, KAHMI konsen terhadap pelayanan kesehatan masyarakat yang terkena dampak gizi buruk dan KAHMI Lazis berperan menghimpun potensi alumni HMI untuk mengatasi kesenjangan sosial.
KAHMI juga membangun KAHMIInstitute untuk mempercepat pemerataan pendidikan berkualitas dan terjangkau, serta melayani perlindungan dan penegakkan keadilan, advokasi bagi pihak yang tertindas hukum.
Terangnya lagi, KAHMI berupaya membentuk enterpreneuership sosial dengan memanfaatkan teknis bisnis dalam mencari solusi terhadap masalah masyarakat.
"Artinya, dia telah selesai atau sudah dapat mengatasi permasalahan pribadinya sendiri, sehingga dapat menambah beban amanah untuk membantu masyarakat," ungkap Kamrusammad.
Pada September 2017, tercatat jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12 persen).
Hal itu menunjukkan berkurang sebesar 1,19 juta orang dibandingkan pada Maret 2017 yang sebesar 27,77 juta orang (10,64 persen).
Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada Maret 2017 sebesar 7,72 persen turun menjadi 7,26 persen pada September 2017.
Sementara itu persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2017 sebesar 13,93 persen turun menjadi 13,47 persen pada September 2017.
Selama periode Maret hingga September 2017, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 401,28 ribu orang (dari 10,67 juta orang pada Maret 2017 menjadi 10,27 juta orang pada September 2017).
Jumlah warga miskin pada daerah perdesaan turun sebanyak 786,95 ribu orang (dari 17,10 juta orang pada Maret 2017 menjadi 16,31 juta orang pada September 2017).dudung
Editor :
Mariana Setiawati
Berita Terbaru
Selasa, 21 Apr 2026 19:21 WIB
Selasa, 21 Apr 2026 19:21 WIB
SURABAYA PAGI.COM, Malang – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kota Malang resmi meluncurkan Gerakan Sadar Jaminan Sosial Ke…
Selasa, 21 Apr 2026 18:53 WIB
Selasa, 21 Apr 2026 18:53 WIB
SurabayaPagi, Kediri – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menerima kunjungan edukasi dari MI Alam Succes School Center K…
Selasa, 21 Apr 2026 17:50 WIB
Selasa, 21 Apr 2026 17:50 WIB
SURABAYAPAGI.com,Sidoarjo - Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo terus melakukan optimalisasi pemungutan pajak daerah dan inovasi pelayanan…
Selasa, 21 Apr 2026 17:48 WIB
Selasa, 21 Apr 2026 17:48 WIB
SURABAYAPAGI.com, Gresik – Upaya pemberantasan narkotika kembali menunjukkan hasil. Jajaran Polres Gresik berhasil mengungkap jaringan peredaran sabu lintas w…
Selasa, 21 Apr 2026 17:45 WIB
Selasa, 21 Apr 2026 17:45 WIB
SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mempercepat sertifikasi halal bagi ribuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya…
Selasa, 21 Apr 2026 17:13 WIB
Selasa, 21 Apr 2026 17:13 WIB
SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Peringatan Hari Kartini setiap 21 April, untuk merayakan kelahiran Raden Ajeng Kartini dan semangat emansipasi perempuan, bagi…