Presiden Filipina Ancam Bunuh Polisi yang Terlibat Aksi Kriminal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam akan membunuh puluhan aparat kepolisian nasional yang tengah diperiksa atas dugaan melakukan tindak kriminal. Saat menerima sedikitnya 102 polisi yang diduga terlibat tindakan pidana di Istana Kepresidenan Malacanang pada Rabu (8/8), Duterte menyebut mereka "tidak berguna dan ancaman bagi masyarakat." Banyak aparat polisi Filipina kini diselidiki karena diduga melakukan tindakan kriminal serius seperti pemerkosaan, penculikan, pemerasan, dan keterlibatan dalam perdagangan narkoba. Sementara itu, sejumlah lainnya diduga terlibat pelanggaran administratif seperti absen tanpa izin dan tidak hadir saat ditugaskan di pengadilan. Duterte memperingatkan para petugas keamanan negara ini bahwa mereka akan dibunuh jika terus melakukan perbuatan kriminal. "Seperti yang Anda [para polisi] lakukan, mudah untuk membunuh seseorang. Ikuti saja dia lalu tembak di punggungnya, lalu pergi dengan tenang," tutur Duterte. Dalam kesepatan itu, Duterte juga menegaskan tidak akan membiarkan "proses hukum" atau hak asasi manusia menghalanginya menindak polisi kotor yang terlibat kriminal. "Jika seluruh bajingan itu mati, jangan datang menghampiri kami dan berteriak ’hak asasi manusia, hak asasi manusia, hormati proses’. Saya telah memperingatkan Anda semua," ucap Duterte. Sambil terus mengomel, Duterte mengatakan kehadiran sejumlah pejabat lainnya saat itu yang bisa meredam dia untuk menyerang para polisi tersebut. "Kamu binatang, kenapa kamu ada di sini? Kamu seperti bajingan yang terlihat seperti anjing. Kau tahu, baik karena ada orang lain di sini, ada pejabat lain yang haidr, jika tidak saya akan memukul kalian," kata Duterte. Kebijakan tembak di tempat terhadap pelaku kejahatan narkoba Presiden Duterte memicu protes dari dalam dan luar negeri karena dianggap melanggar hak asasi manusia. (Reuters/Czar Dancel) Lebih lanjut, Duterte mengatakan dia telah memerintahkan satuan tugas resmi menyelidiki para personel kepolisian yang terlibat tindakan kriminal, terutama terkait perdagangan obat-obatan terlarang. Gaya mengancam dan kasar seperti ancaman membunuh polisi yang melakukan tindakan kriminal ini tak asing bagi Duterte. Lebih dari setahun lalu, Duterte juga pernah menyerukan penyelidikan pembunuhan brutal pebisnis asal Korea Selatan yang diduga dilakukan oleh pejabat polisi yang korup. "Bersihkan pangkatmu. Tinjau kembali kasus mereka. Berikan saya daftar siapa bajingan-bajingan yang terlibat," kata Duterte. Sejak terpilih pada 2016, Duterte selalu menggarisbawahi kebijakan melawan korupsi untuk membenarkan perang brutal pemerintah melawan narkotika, pembersihan wartawan dan pemecatan massal pejabat pemerintah. Dia menegaskan akan turun jabatan jika gagal menekan korupsi. Kampanye anti-narkoba Duterte selama ini dikritik banyak pihak dan juga kecaman karena dianggap melanggar hak asasi manusia. Kritik itu terkait kewenangan yang diberikan kepada petugas kepolisian untuk menembak mati setiap terduga narkoba. Hingga kini, tercatat 4.200 pengedar narkoba tewas ditangan aparat Filipina tanpa proses pengadilan yang jelas.
Tag :

Berita Terbaru

Di Tengah Konflik Geopolitik, Kemenhaj Bangkalan pastikan CJH Aman Selama Ibadah

Di Tengah Konflik Geopolitik, Kemenhaj Bangkalan pastikan CJH Aman Selama Ibadah

Selasa, 14 Apr 2026 11:20 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Menindaklanjuti viralnya konflik geopolitik di Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Bangkalan,…

Dipicu Kondisi Kesehatan-Meninggal, 15 CJH Sumenep Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Dipicu Kondisi Kesehatan-Meninggal, 15 CJH Sumenep Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Selasa, 14 Apr 2026 11:01 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 11:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Musim haji tahun 2026 kali ini menjadi momentum bahagia bagi yang menjalankan. Namun, tak semua Calon Jemaah Haji (CJH) bisa…

Dorong Digitalisasi, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Parkir Nontunai di KBS

Dorong Digitalisasi, Pemkot Surabaya Terapkan Sistem Parkir Nontunai di KBS

Selasa, 14 Apr 2026 10:58 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka meningkatkan dan mendorong transparansi digitalisasi layanan parkir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan…

Per Februari-Maret 2026, Ratusan Ribu KPM di Banyuwangi Terima Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

Per Februari-Maret 2026, Ratusan Ribu KPM di Banyuwangi Terima Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng

Selasa, 14 Apr 2026 10:49 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Jawa Timur melalui Perum Bulog Kantor cabang setempat menyalurkan ratusan bantuan…

Atasi Sedimentasi Pemicu Banjir, Pemkot Malang Masifkan Normalisasi Sungai

Atasi Sedimentasi Pemicu Banjir, Pemkot Malang Masifkan Normalisasi Sungai

Selasa, 14 Apr 2026 10:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Guna mengatasi persoalan sedimentasi yang menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya banjir, kini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang,…

Rapat Paripurna DPRD Sumenep "Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Sumenep Terhadap 3 Raperda 2026"

Rapat Paripurna DPRD Sumenep "Penyampaian Nota Penjelasan Bupati Sumenep Terhadap 3 Raperda 2026"

Selasa, 14 Apr 2026 10:20 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 10:20 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) kabupaten Sumenep, menggelar Rapat Paripurna DPRD dengan agenda Penyampaian Nota Penjelasan Bupati…