Guru Mogok Ngajar, Ribuan Siswa di Lamongan Kelimpungan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Ancaman ribuan guru GTT - PTT Lembaga Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Negeri se Kabupaten Lamongan, Rabu (03/10/2018) untuk mogok mengajar benar-benar dilakukan. Karuan saja aksi mogok mengajar secara serentak ini membuat kelimpungan lembaga pendidikan dan ribuan siswa. Seperti halnya yang ada di lembaga SD Negeri Kebalanpelang, Kecamatan Babat, Lamongan. Di lembaga SD Kebalanpelang tersebut hanya memiliki dua orang guru PNS dan delapan orang guru berstatus honorer. "Karena ada aksi mogok mengajar guru honorer saat ini, tentu kita yang hanya berdua harus mondar-mandir bergantian ke kelas mengajar siswa," kata Saudah Kepala SD Negeri Kebalanpelang. Kalau hari ini, lanjut Saudah, belum begitu terasa kuwalahan, karena kebetulan hari ini pelaksanaan ujian tengah semester (UTS) sampai hari Sabtu (06/10) mendatang, jadi masih bisa bergantian ke kelas yang lain. "Tapi gak tau nanti kalau sudah mulai kegiatan proses belajar mengajar aktif, ya gak tau mungkin ya kesulitan," terangnya. Saudah berharap aksi mogok mengajar para guru honorer tidak berlangsung lama, "Mudah mudahan hanya tiga hari saja mogoknya, dan semoga mereka segera mendapatkan yang terbaik lah atas tuntutannya, karena memang kita juga prihatin," terangnya. Aksi mogok mengajar para guru di Lamongan saat ini juga mengundang keprihatinan warga terhadap dunia pendidikan di Lamongan. Kuswo Bendahara Komite SD Negeri Sumurgenuk, Kecamatan Babat mengatakan, aksi mogok mengajar para guru honorer tentu akan berdampak pada dunia pendidikan terutama proses belajar mengajar di SD Negeri akan kalangkabut. "Ya kasihan anak didik, mestinya 6 kelas ada gurunya, terus tiap SD sekarang rata-rata cuma 2 sampai 3 guru yang PNS. bahkan cuma 1 Kepala Sekolahnya aja. Apa mampu 2 orang guru mengajar 6 kelas," ungkap Kuswo. Merespon persoalan tersebut, Kuswo juga menyampaikan agar pemerintah daerah juga memberikan solusi yang terbaik untuk kesejahteraan para honorer GTT - PTT di Kabupaten Lamongan. "Kami mohon pemerintah juga memberikan jalan keluar yang terbaik untuk para guru honorer yang memperjuangkan nasibnya saat ini," tandasnya. Sementara itu, aksi ini dilakukan karena tuntutan yang mereka sampaikan dalam aksi turun jalan sebelumnya belum menemukan titik temu, semoga kedepanya ada solusi sehingga guru tidak sampai mengorbankan siswa dan lembaganya. "Aksi mogok ini menjadi keputusan bersama antara pengurus dan korcam dengan berbagai pertimbangan, mulai tanggal 3 Oktober hingga waktu yang tidak ditentukan,"kata Hendro Cahyono, Sekretaris Forum Honorer Sekolah Non Kategori (FHSNK) Kabupaten Lamongan, Rabu (3/10/2018). jir
Tag :

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…