Warga Kedinding Tengah Digegerkan Pelaku Penganiayaan di Kampungnya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Warga Kedinding Tengah Sekolahan mendadak geram terhadap ulah salah satu warganya. Bagaimana tidak, seorang warga berinisial IW dan dua anaknya yakni PR dan SN yang tinggal di rumah nomor 10 kampung tersebut berbuat ulah dengan menghajar Dika (17), pemuda yang tinggal tak jauh dari rumah IW. Muslimin, salah seorang saksi mata yang tahu persis kejadian itu mengungkapkan, penganiayaan terhadap Dika bermula saat korban melintas di depan rumah IW, Selasa (6/11) sore. Saat itu Dika bersama temannya bernama Abdi mengendarai motor hendak pulang. Saat melwati depan rumah IW, Dika yang bergurau dengan Abdi tertawa terbahak diatas motor. Tertawa Dika ditanggapi oleh PT anak dari IW. PT merasa diledek oleh Dika. Sontak saja PT mengajak SN kakaknya dan IW ayahnya mengejar Dika. "Mereka berdua itu tidak meledek. meski begitu sudah saya suruh minta maaf mas Dika dan Abdi. tapi malah dikejar, Dika itu disuruh duduk lalu dimaki dan dihajar sama tiga orang itu, bahkan pak IW itu ambil Celurit di sekitar lokasi, hampir saja mas. saya langsung ambil itu buat misahkan mereka," kata pria yang akrab dipanggil Mus, kepada Surabaya Pagi. Seolah kebal hukum, salah seorang warga lain menyebut jika IW sudah empat kali melakukan hal serupa. IW dikenal tempramen dan merasa kuat di kampung tersebut. IW yang merupakan bos kontraktor itu bahkan nyaris tak pernah tersentuh hukum. "Empat kali ini, kemarin-kemarin sudah dibawa ke polsek tapi di mediasi. ya gimana dia merasa punya duit mas. bahkan polisinya itu ditantang mau duit engga sama dia," kata salah seorang warga. **foto** Warga yang geram lantas meluruk rumah IW. Sebelum polisi datang, rumah tingkat dua itu dikerumuni warga yang jumlahnya ratusan. Mereka hampir saja merusak pagar dan mobil milik IW, beruntung wakil RW setempat berhasil meredam amuk warga. IW dan dua anak laki-lakinya digelandang ke mapolsek Kenjeran. "Dia (IW) itu rumah aslinya di Lebak. dia diusir dari kampungnya Lebak karena persoalan serupa. lah disini sudah empat kali bikin surat pernyataan. Terakhir tadi dia janji akan pindah dari kampung," imbuh warga tersebut. **foto** Saat dikonfirmasi, baik Kanit Reskrim,AKP Yudo Haryono dan Kapolsek Kenjeran, Kompol Cipto sempat berbelit menanggapi pertanyaan wartawan. "Opo mas, aku sik ada kegiatan. Sampean ke Kapolsek ae," kata Yudo saat dikonfirmasi via telepon. Meski pada akhirnya, Kompol Cipto menyebit jika proses hukum terhadap terduga pelaku itu akan dilanjut. "Nanti lah ini masih proses. Kan tadi yang lapor warga. Kita tunggu laporan resmi korban. Masak warga yang lapor. Tapi sudah kami tindak lanjuti. Masih proses," kata Cipto saat dihubungi via teleponnya. Tak puas dengan jawaban kedua perwira di Polsek Kenjeran, Surabaya Pagi mencoba menghubungi Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak,AKP Dimas Ferry Anuraga. Dima dengan tegas akan melakukan proses hukum terhadap para terduga pelaku penganiayaan tersebut. "Sudah ada laporan resmi mas. kami pasti proses," tegas Dimas. Akibat kejadian itu, Dika yang dianiaya oleh tiga orang tersebut mengalami luka disekujur tubuhnya. Luka itu sepeti lebam pada bagian punggung, kepala, wajah dan tangan. **foto** Hingga pukul 00.00 WIB, warga masih berkumpul di sekitar kampung. Tak hanya warga kampung, di lokasi juga terlihat massa dari IW yang didatangkan untuk menjaga rumah milik bos Kontraktor itu.
Tag :

Berita Terbaru

Peringati Mayday, Bupati Lamongan Perkuat Komitmen Kesejahteraan Pekerja

Peringati Mayday, Bupati Lamongan Perkuat Komitmen Kesejahteraan Pekerja

Sabtu, 02 Mei 2026 09:56 WIB

Sabtu, 02 Mei 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Selalu perkuat komitmen kesejahteraan bagi para pekerja, menjadi upaya skala prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Lamongan, dalam…

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Dorong Tata Kelola Pengadaan yang Transparan dan Berintegritas, PLN UIT JBM Perkuat Kolaborasi Mitra Kerja

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Dalam upaya memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas tata kelola pengadaan, PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali…

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Khofifah Perkuat Komitmen di May Day 2026, Hadirkan Kebijakan Nyata untuk Kesejahteraan Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 20:34 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 dengan menggelar syukuran bersama ribuan pekerja d…

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Diduga Terjatuh dari Balkon, Bocah 7 Tahun Tak Tertolong Meski Dirawat di ICU

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 19:46 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Peristiwa tragis terjadi di Rumah Sakit Hermina Madiun. Seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun meninggal dunia diduga setelah t…

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

SPSI Jatim Desak Revisi UU Ketenagakerjaan dan Tolak Syarat Buruh Miskin

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 14:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jawa Timur, Ahmad Fauzi, menyampaikan sejumlah tuntutan buruh dalam peringatan Hari B…

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Viral! Plafon Kelas Poltek Madiun Ambrol, Mahasiswa Berhamburan 

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 13:44 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Insiden ambruknya plafon terjadi di Kampus 2 Politeknik Negeri Madiun, Kamis (30/4/2026) sore, viral di media sosial. Dalam video y…