Bikin Senjata Kecerdasan Buatan, China Punya Pasukan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - China makin serius menguasai bidang kecerdasan buatan. Universitas di Negeri Tirai Bambu ini merekrut puluhan remaja untuk digembleng menjadi pasukan elite kecerdasan buatan. China ingin pasukan elite remaja ini nantinya bisa menjadi ahli dalam bidang kecerdasan buatan dan bisa membuat dan menguasai senjata kecerdasan buatan. Dikutip dari Business Insider, Jumat 9 November 2018, program rekrutmen yang dinamakan Experimental Program for Intelligent Weapons Systems ini banjir pelamar. Setidaknya 5 ribu remaja mengajukan lamaran dan China cuma memilih 31 remaja yang terdiri dari 27 cowok dan 4 cewek. Menurut laporan laman South Morning China Post, 31 remaja dalam pasukan elite ini digembleng layaknya militer. Mereka menjalani pendidikan dan pelatihan berjenjang, layaknya orang kuliah. Pemerintah China tak main-main menyeleksi program yang diselenggarakan di Beijing Institute od Technology (BIT). Kualifikasinya sangat ketat. "Anak-anak yang terpilih ini semuanya sangat cerdas. Tapi itu tak cukup, kami mencari kualitas lain seperti berpikir kreatif, kemauan bertarung, gigih menghadapi tantangan. Semangat mengembangkan senjata baru adalah keharusan dan mereka harus patriotik," jelas profesor di BIT yang minta ditulis anonim. Dalam brosur program, masing-masing pasukan elite ini digembleng oleh dua ilmuwan senjata yang satunya berlatar belakang akademis dan satunya lagi merupakan latar militer pertahanan. Penggemblengan jenis ini berlangsung pada semester pertama. Setelah itu, remaja akan diminta memilih jurusan bidang khusus yang meliputi teknik mesin, elektronik atau desain senjata. Mereka kemudian akan ditugaskan ke laboratorium pertahanan yang relevan bagi pengembangan kemampuan pasukan elite mereka. Setelah empat tahun digembleng, remaja pasukan elite ini dorong untuk melanjutkan ke program doktor dan akhirnya nanti bisa menjadi pemimpin program senjata kecerdasan buatan China. Program pasukan elite senjata kecerdasan buatan ini makin menegaskan eksplorasi China dalam bidang ini. Sebelumnya China telah mengembangkan industri mobil autonom tanpa sopir bernilai triliunan dolar sampai ekspansi masif bidang software deteksi wajah. China juga merilis rencana pengembangan kecerdasan buatan yang mana nilai industri dalam negeri mencapai US$150 miliar dalam beberapa tahun ke depan. China menginginkan pada 2030 menjadi pusat inovasi kecerdasan buatan dunia. Ngeri dan Meresahkan Pengembangan pasukan elite kecerdasan buatan China membuat pakar teknologi siber Centre for Policy Research, United Nations University Amerika Serikat, Eleonore Pauwels merasa was-was. Dia menilai program pasukan elite itu merupakan program yang pertama di dunia yang dirilis oleh sebuah universitas. Di Negeri Paman Sam, pengembangan kecerdasan buatan untuk kepentingan militer saja masih sangat dirahasiakan, namun di China malah terang-terangan dan melibatkan kalangan sipil. "Konsep China ini sangat ngeri dan meresahkan," kata Pauwels. Dia tak bisa membayangkan bagaimana remaja pasukan elite China itu merancang kecerdasan buatan sebagai mesin atau kekuatan yang bisa membuat sistem mandiri dan otomatis tentang senjata. "Itu lah yang dapat mengarahkan pada bentuk baru peperangan siber yang canggih, di mana robot dan sensor berperan dalam pertahanan," jelasnya. Namun Kementerian Luar Negeri China berdalih, program ini akan melayani untuk pengembangan ekonomi, sosial, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tag :

Berita Terbaru

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Nama Fu Liwen menjadi salah satu dari 41 warga negara asing (WNA) yang didakwa dalam perkara dugaan sindikat penipuan daring atau s…

Menikmati Nuansa Petik Stroberi hingga Glamping di Desa Wisata Pandanrejo

Menikmati Nuansa Petik Stroberi hingga Glamping di Desa Wisata Pandanrejo

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Tidak hanya menawarkan suasana pedesaan dan panorama pegunungan, kawasan Desa Wisata Pandanrejo di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu juga…

Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN

Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto kembali melaksanakan Profiling ASN melalui Program ProASN sebagai bagian dari tahapan penerapan ma…

Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkot Batu Perkuat Program 1.000 Sarjana di 2027

Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkot Batu Perkuat Program 1.000 Sarjana di 2027

Selasa, 15 Sep 2026 14:03 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperluas akses pendidikan tinggi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu,…

Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4, Diperta Probolinggo Gencarkan Penangkaran di Lahan Poktan

Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4, Diperta Probolinggo Gencarkan Penangkaran di Lahan Poktan

Selasa, 15 Sep 2026 13:55 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui penangkaran di lahan Kelompok Tani (Poktan) Sumber Abadi Desa Rawan Kecamatan Krejengan, Dinas Pertanian (Diperta)…

Stok Membusuk, Pedagang Ngeluh Cabai Rawit di Ponorogo Tembus Rp70 Ribu per Kg

Stok Membusuk, Pedagang Ngeluh Cabai Rawit di Ponorogo Tembus Rp70 Ribu per Kg

Selasa, 15 Sep 2026 13:42 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Melihat fenomena pasokan cabai rawit yang seret dan kualitas cabai yang banyak rusak, membuat sejumlah pedagang di Kabupaten…