Mengunjungi Kampung Kacangan di Rimba Alas Purwo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Taman Nasional Alas Purwo atau Alas Purwo, bukan hanya destinasi wisata alam saja. Rimba (hutan) dan pantai ada disana. Tak disangka, disana pula terselip kehidupan sekelompok orang rimba yang bergantung pada hasil laut. Sekelompok warga ini tinggal di sebuah permukiman kecil bernama Kampung Kacangan. Kampung yang tak jauh dari bibir pantai Plengkung, yang terkenal akan ombak bagi peselancar dunia. Tak ada yang tahu pasti kapan Kampung Kacangan ini mulai ada. Hanya nama kampung itu diambil dari nama jenis ikan, yaitu ikan Kacangan. Konon, Kampung Kacangan bermula saat sekelompok nelayan pada saat itu sedang melimpah tangkapan ikan Kacangan di perairan sekitar Plengkung. Kemudian, mereka menepi dan mencari tempat untuk singgah. "Dan sejak saat itu tempat singgah itu diberi nama Kampung Kacangan. Ya disini ini, tempatnya," jelas Mbah Kasinem, salah satu penghuni Kampung Kacangan. Kasinem tak tinggal sendiri di Kampung Kacangan. Ada sekitar 6 Kepala Keluarga (KK) lainnya disana. Mereka tinggal di gubuk-gubuk yang terbuat dari bambu beratap terpal dan dikelilingi rimbunnya hutan bambu. Lokasinya bersih dan tertata rapi. Kampung Kacangan hingga hari ini masih menjadi tempat persinggahan sementara bagi penghuninya selama mencari nafkah. Dua minggu sekali mereka akan pulang ke rumahnya sembari menjual hasil laut tangkapannya. Berada di Kampung Kacangan, seolah berada di kehidupan tempo dulu yang masih dikepung hutan belantara. Meski sudah bertahun-tahun tinggal disana, namun penghuninya mengaku tak pernah mengalami hal menyeramkan. "Alhamdulillah tidak pernah ada yang aneh-aneh, seperti hantu. Selagi kita jaga (alam), InshaAllah tidak ada apa-apa," ungkapnya. Saat malam, lampu penerangan hanya dari lampu oblik (lampu tempel) berbahan bakar solar. Untuk Kebutuhan mandi, cuci, kakus dan air minum, mereka mengambil dari salah satu resort yang ada di kawasan Plengkung.
Tag :

Berita Terbaru

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Harapan petani Desa Tanjekwagir Kecamatan Krembung untuk meningkatkan hasil pertanian akhirnya terwujud. Pada Kamis (25/6) Dinas P…

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil ungkap dan tangkap komplotan pelaku Curas,setelah pihak korban dari A…

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya, – ADA kebiasaan unik setiap tanggal 10 Muharam yaitu muliakan Anak Yatim. Banyak umat muslim rutin menggelar acara santunan komunal …

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…