Artificial Intelligence dapat Menangkal Ancaman Hama

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ilmuwan sedang menguji coba penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk melindungi Australia dari sejumlah hama dan penyakit paling merugikan di dunia. Percobaan yang sedang berlangsung di Murdoch University, Australia Barat, akan menghemat waktu dan uang dengan menggunakan kecerdasan buatan untuk mengidentifikasi secara digital tanaman, vertebrata, dan serangga yang diduga menimbulkan ancaman biosekuriti. Profesor Simon McKirdy, Direktur Harry Butler Institute di Universitas Murdoch, mengatakan perangkat lunak dari kecerdasan buatan (AI) bisa menghemat ribuan jam kerja dengan mengidentifikasi risiko biosekuriti dalam hitungan detik. "Kecerdasan buatan kini sampai pada titik di mana ia sangat cepat dan sangat akurat," katanya. "Ini bisa menjadi alat triase yang sangat efektif bagi kami dalam memeriksa sampel di lapangan dan di laboratorium." Profesor McKirdy mengatakan bahwa AI dapat mengidentifikasi hal-hal yang tidak terlihat oleh mata telanjang. "Kami mengambil proses pengenalan wajah dan menerapkannya pada organisme lain, apakah itu tikus, tokek atau serangga. "Ini mulai mengidentifikasi fitur-fitur tertentu dari hewan dan tumbuhan yang berbeda yang kita sebagai manusia tidak akan selalu mengambil sebagai titik yang membedakan." Profesor McKirdy mengatakan bahwa timnya terkesan dengan seberapa cepat perangkat lunak itu mempelajari informasi baru. "Mereka menantang sistem dengan gambar baru organisme ini, dan seperti anak kecil, setiap langkah baru yang kami letakkan di depannya, sistem AI mempelajari dan menjadi lebih baik untuk dapat mengidentifikasi apakah itu tikus, tokek, atau serangga tertentu. " "Kemudian ahli manusia dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk memastikan mereka mendapatkan jawaban yang benar pada diagnosis." Profesor McKirdy mengatakan dia bisa melihat AI digunakan oleh ahli biosekuriti di pos pemeriksaan bandara dan penyeberangan perbatasan negara.
Tag :

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…