Gara-Gara Pokemon Go, Kaki Pria Ini Harus Diamputasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Seorang penggemar Pokemon Go harus merelakan kakinya diamputasi karena jatuh ke jalur kereta api. Pria malang ini harus rela ’melepas’ kaki kanannya akibat luka parah yang dideritanya. Kejadian ini menambah daftar korban akibat game online Pokemon Go. Sebuah studi memperkirakan Pokemon Go bertanggung jawab atas 150 ribu kecelakaan lalu lintas dan 256 kematian, dalam kurun waktu 148 hari, sejak pertama kali permainan itu rilis. Pria itu terjatuh dalam keadaan telungkup, dan mengakibatkan luka bakar tingkat empat. Dilansir dari Mirror, Jumat, 7 Desember 2018, kaki, dada, lengan, dan rahangnya pun ikut terluka, sehingga membutuhkan beberapa operasi agar bisa pulih. Dokter yang menangani kasus ini bahkan memberi peringatan kepada pengguna smartphone. Ia mengatakan bahwa orang yang terluka parah, bahkan sampai sekarat, jumlahnya meningkat, lantaran menggunakan smartphone sembari berjalan. Pria yang belum teridentifikasi ini lalu dibawa sebuah rumah sakit di Salisbury, Wiltshire, Inggris untuk perawatan. Luka bakar yang dideritanya mencapai tujuh persen. Kecelakaan itu membakar kulitnya hingga ke dalam otot dan jaringan di bawahnya. Saraf di bagian kakinya hancur, dan menyebabkan pria ini kehilangan semua saraf gerak di kaki kanannya. Dokter akhirnya memotong kulit dan otot yang terbakar. Dua hari kemudian dia kembali melakukan operasi untuk menghilangkan lebih banyak daging, bersama dengan tempurung lututnya yang mulai membusuk. Dokter memutuskan untuk mengamputasi kaki kanannya hingga di atas lutut.
Tag :

Berita Terbaru

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Fu Liwen Diduga Berperan sebagai Pengawas dalam Sindikat Scamming Surabaya

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Nama Fu Liwen menjadi salah satu dari 41 warga negara asing (WNA) yang didakwa dalam perkara dugaan sindikat penipuan daring atau s…

Menikmati Nuansa Petik Stroberi hingga Glamping di Desa Wisata Pandanrejo

Menikmati Nuansa Petik Stroberi hingga Glamping di Desa Wisata Pandanrejo

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Tidak hanya menawarkan suasana pedesaan dan panorama pegunungan, kawasan Desa Wisata Pandanrejo di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu juga…

Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN

Kenali Potensi, Siapkan Karier: 650 ASN Kota Mojokerto Ikuti ProASN

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:10 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto kembali melaksanakan Profiling ASN melalui Program ProASN sebagai bagian dari tahapan penerapan ma…

Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkot Batu Perkuat Program 1.000 Sarjana di 2027

Targetkan 600 Mahasiswa, Pemkot Batu Perkuat Program 1.000 Sarjana di 2027

Selasa, 15 Sep 2026 14:03 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 14:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperluas akses pendidikan tinggi dan memperkuat kualitas sumber daya manusia daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu,…

Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4, Diperta Probolinggo Gencarkan Penangkaran di Lahan Poktan

Perkuat Stok Benih Tembakau Paiton 4, Diperta Probolinggo Gencarkan Penangkaran di Lahan Poktan

Selasa, 15 Sep 2026 13:55 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Melalui penangkaran di lahan Kelompok Tani (Poktan) Sumber Abadi Desa Rawan Kecamatan Krejengan, Dinas Pertanian (Diperta)…

Stok Membusuk, Pedagang Ngeluh Cabai Rawit di Ponorogo Tembus Rp70 Ribu per Kg

Stok Membusuk, Pedagang Ngeluh Cabai Rawit di Ponorogo Tembus Rp70 Ribu per Kg

Selasa, 15 Sep 2026 13:42 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 13:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Melihat fenomena pasokan cabai rawit yang seret dan kualitas cabai yang banyak rusak, membuat sejumlah pedagang di Kabupaten…