Unicorn Jadi Strategi Jokowi Permalukan Prabowo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pakar semiotika Institut Teknologi Bandung (ITB) Acep Iwan Saidi menilai Joko Widodo memang ingin menjatuhkan Prabowo Subianto saat melontarkan pertanyaan soal unicorn dalam debat capres kedua, Minggu (17/2) malam. Acep memprediksi demikian karena Jokowi memberikan pertanyaan dengan sangat singkat Diketahui, Jokowi sempat bertanya apa yang akan dilakukan Prabowo jika terpilih untuk mendukung dan mengembangkan perusahaan rintisan (start up) terutama yang sudah berlabel unicorn. Unicorn merupakan istilah yang sangat familiar di dunia perusahaan rintisan atau startup. Istilah unicorn digunakan untuk mendeskripsikan perusahaan privat yang telah mengantongi valuasi lebih dari US$1 miliar. "Pak Jokowi ingin menjebak dengan pertanyaan yang singkat. Pertanyaan itu sangat singkat padahal waktu yang diberikan masih banyak. Artinya ingin mempermalukan," tutur Acep, Senin (18/2). Acep menyatakan bahwa Jokowi hanya menggunakan waktu sekitar 20 detik untuk bertanya. Padahal, moderator memberikan kesempatan selama 1 menit atau 60 detik. Menurut Acep, apabila memang benar-benar ingin mengetahui gagasan Prabowo untuk mendukung pengembangan unicorn, seharusnya Jokowi memberikan latar belakang terlebih dahulu sebelum pertanyaan dilontarkan. Latar belakang yang dimaksud, misalnya dinamika perkembangan dunia usaha di internet yang semakin menjamur. Bisa pula memberikan latar belakang "Idealnya dia memberikan intro atau latar belakang secara sekilas. Tapi beliau tidak memberikan itu," ucap Acep. Hal lain yang disoroti Acep yakni keputusan Jokowi menggunakan istilah unicorn. Menurut Acep, itu juga mengindikasikan Jokowi memang ingin menjatuhkan Prabowo. Dia mengamini ada dua kemungkinan dengan penggunaan diksi unicorn tersebut. Pertama, Jokowi menganggap Prabowo sudah mengetahui apa itu unicorn. Kedua, sebaliknya Jokowi menganggap Prabowo tidak mengetahui unicorn. "Paling mungkin yang kedua. Jadi Pak Jokowi sedang ingin menjebak Pak Prabowo. Sedang ingin mempermalukan," kata Acep. "Selain itu, istilah unicorn tidak semua orang tahu," ucap Acep. Acep berinterpretasi demikian merujuk dari teori dalam semiotika tentang kode naratif yang dicetuskan Roland Barthes. Merujuk dari pandangan Barthes, Acep mengatakan bahwa tindakan seseorang di dalam suatu narasi, harus dilihat relasinya dengan sikapnya yang lain. Acep mengatakan Jokowi beberapa kali ingin menjatuhkan Prabowo selama debat. Misalnya saat menyebut Prabowo kurang optimis dan menyinggung soal penguasaan lahan. Pun demikian saat bertanya soal unicorn. "Kalau kita lihat sepanjang debat, Pak Jokowi punya kecenderungan menjatuhkan Pak Prabowo. Maka pertanyaan itu masuk juga ke kategori itu. Menjebak untuk mempermalukan di depan publik," kata Acep. Diketahui, saat ditanya Jokowi, Prabowo sempat bertanya balik soal unicorn yang dimaksud. Dia seolah ragu untuk langsung menjawab. Jokowi lalu mengangguk untuk menangapi Prabowo yang ingin memastikan. Menurut Acep, momen itu adalah gambaran bahwa Jokowi telah berhasil mempermalukan Prabowo. Dia juga mengamini bahwa Jokowi ketika mengangguk memang terkesan membantu Prabowo agar tidak keliru memahami pertanyaannya. Namun, itu tidak berarti apa-apa, karena Prabowo sudah menunjukkan keraguannya. "Itu sudah masuk secara psikologis. Sudah kelihatan jebakannya berhasil karena Pak Prabowo gugup. Itu sudah berhasil," kata Acep. pm/cn
Tag :

Berita Terbaru

Harga Terjun Bebas, Peternak Magetan Gelar Aksi Protes Bagi-bagi 3 Ton Telur Gratis ke Jalanan

Harga Terjun Bebas, Peternak Magetan Gelar Aksi Protes Bagi-bagi 3 Ton Telur Gratis ke Jalanan

Kamis, 07 Mei 2026 14:49 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Fenomena anjloknya harga telur di Kabupaten Magetan, Jawa Timur memicu aksi protes keras para peternak telur ayam di wilayah…

5 Faktor Spesifikasi yang Menentukan Harga Laptop ASUS Terbaru 2026

5 Faktor Spesifikasi yang Menentukan Harga Laptop ASUS Terbaru 2026

Kamis, 07 Mei 2026 14:05 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 14:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM :Perkembangan laptop menghadirkan berbagai pilihan dengan rentang harga yang cukup beragam. Hal ini membuat harga laptop ASUS terbaru tidak…

Tarif Tiket Mulai Rp10 Ribu, Wisata Pantai Karanggongso Mampu Dongkrak PAD di Trenggalek

Tarif Tiket Mulai Rp10 Ribu, Wisata Pantai Karanggongso Mampu Dongkrak PAD di Trenggalek

Kamis, 07 Mei 2026 13:24 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 13:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menyuguhkan banyak destinasi wisata favorit alam yang wajib dikunjungi, salah satunya Pantai…

Penjualan Hewan Kurban di Kota Madiun Ramai Pembeli, Harga Kambing Mulai Rp2,8 Juta

Penjualan Hewan Kurban di Kota Madiun Ramai Pembeli, Harga Kambing Mulai Rp2,8 Juta

Kamis, 07 Mei 2026 13:11 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 13:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dua pekan menjelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas penjualan hewan kurban di Kota Madiun mulai menunjukkan tren positif dan dipenuhi…

Sidak Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026, DKPP Kota Blitar Temukan Sapi Terjangkit LSD

Sidak Hewan Kurban Jelang Idul Adha 2026, DKPP Kota Blitar Temukan Sapi Terjangkit LSD

Kamis, 07 Mei 2026 13:00 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar…

Kawasan Jalan Zaenal Zakse Lebih Lenggang Pasca Penertiban Pasar Kebalen Kota Malang

Kawasan Jalan Zaenal Zakse Lebih Lenggang Pasca Penertiban Pasar Kebalen Kota Malang

Kamis, 07 Mei 2026 12:50 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menyusul kebijakan penertiban besar-besaran oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terhadap praktik jual beli yang memakan badan…