Rokok kerap mendapat perlakuan berbeda ditengah ke

Raperda Rokok Surabaya, Disoal Para Petani Tembakau

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai salah satu indikator menurunnya tingkat kesehatan pada manusia, rokok kerap mendapat perlakuan berbeda ditengah kekuatannya sebagai salah satu penyumbang pajak tertinggi pada APBN. Menyusul hendak disahkannya raperda pengganti perda nomor 5 tahun 2008 tentang Kawasan Tanpa Rokok dan Kawasan Terbatas Merokok di Surabaya, Soeseno, Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia mengaku jika perumusan raperda tersebut tidak melibatkan pihaknya. Ia menyebut jika raperda yang saat ini akan disahkan, ditakutkan terlalu esesif bahkan membelenggu hak merokok pada perokok dan tentu akan berdampak pada produktifitas serta kelangsungan hidup petani. "Tren aturan perda ini biasanya dibuat rujukan oleh kota dan wilayah lain. Kalau misalkan ini terjadi, maka tentu akan berpengaruh terhadap kesejahteraan petani. Aturan ini saya kira cenderung esesif. ya semoga saja tidak. Yang pasti, pada saat rancangan itu kami tidak diundang dan tidak mendapat pemberitahuan," beber Seno disela diskusi bertajuk "Cara Surabaya Mengatur Rokok, Bisa jadi Rujukan?" yang dugelar di kantor berita Antara Jatim, (27/2). **foto** Sementara itu, Kabid Pencegahan dan pengendalian penyakit dari Dinas Kesehatan kota Surabaya, Dr. Mira Novia, menyebutkan jika raperda ini bertujuan untuk mwngjormati pula hak asasi masyarkat yang tidak merokok. Poin penting dalam raperda ini hanya menambahkan tiga tempat dilarang merokok atau kawasan tanpa tokok daei lima tempat sebelumnya. "Ini hanya menambahkan tiga tempat dari yang dulunya hanya lima tempat yang termasuk dalam KTR," kata Mira. Mira juga gagap menjelaskan terkait perbandingan bahaya cemar asap rokok dengan gas emisi kendaraan saat ditanya oleh salah satu audiens. Saat itu, penanya menegaskan data Bank World terkait penyumbang cemar terbesar adalah gas emisi kendaraan yang menyumbang prosentase sebanyak 70% di dunia. Selain itu, bahaya gas emisi kendaraan juga memiliki dampak penurunan kesehatan tak hanya fisik semata, melainkan juga mental. "Ya kalau memang itu kami akan lakukan penelitian. Kalau perlu perda akan kami usulkan," singkatnya.
Tag :

Berita Terbaru

Sentuhan Humanis Kapolres Gresik di SLB

Sentuhan Humanis Kapolres Gresik di SLB

Kamis, 09 Apr 2026 19:40 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 19:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Suasana penuh kehangatan dan haru menyelimuti kegiatan kunjungan Kapolres Gresik Ramadhan Nasution di SLB Kemala Bhayangkari 2 G…

SK Palsu Berkedok Rekrutmen PNS, Belasan Warga Datangi Kantor Pemkab Gresik

SK Palsu Berkedok Rekrutmen PNS, Belasan Warga Datangi Kantor Pemkab Gresik

Kamis, 09 Apr 2026 19:13 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 19:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik — Dugaan penipuan rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mulai terkuak setelah b…

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Bawa Satu Handphone 

KPK Geledah Rumah Pengusaha EO Madiun, Bawa Satu Handphone 

Kamis, 09 Apr 2026 16:14 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 16:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Satu unit handphone dibawa Komisi Pemberantasan Korupsi dari hasil penggeledahan di rumah pengusaha event organizer Faizal Rachman d…

Dinkes Catat Ratusan Anak di Surabaya Terdata Suspek Kasus Campak, Mayoritas Anak-anak

Dinkes Catat Ratusan Anak di Surabaya Terdata Suspek Kasus Campak, Mayoritas Anak-anak

Kamis, 09 Apr 2026 15:36 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya baru-baru ini mencatat terjadi lonjakan kasus terhadap suspek penyakit campak yang mana…

Masih Tunggu Anggaran, Trans Jatim di Malang Raya Bakal Tambah 2 Koridor

Masih Tunggu Anggaran, Trans Jatim di Malang Raya Bakal Tambah 2 Koridor

Kamis, 09 Apr 2026 15:28 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Perihal rencana dua koridor baru Bus Trans Jatim Malang Raya, saat ini masih menunggu anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur…

Banjir Lahar Semeru Mulai Terjang Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang

Banjir Lahar Semeru Mulai Terjang Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang

Kamis, 09 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Status Gunung Semeru masih berada di level tiga atau siaga pasca hujan deras yang mengguyur kawasan Gunung Semeru mengakibatkan…