Trump Kembali Sindir The Fed

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memperbarui kritiknya kepada the Federal Reserve. Trump menyatakan kebijakan pengetatan moneter oleh bank sentral AS itu berkontribusi pada penguatan dollar AS dan merusak daya saing AS. "Kami memiliki seseorang di The Fed yang suka dollar sangat kuat," ujar Trump saat konferensi tahunan Conservative Political Action di Oxon Hill, Maryland. "Saya ingin dollar yang kuat, tetap dolar yang bagus untuk negara kita, bukan dollar yang begitu kuat sehingga menyulitkan kita berurusan dengan negara lain," ujar Trump. Trump, yang menjadikan ekonomi sebagai bagian penting dari platform politiknya telah berulang kali mengkritik Federal Reserve dan ketuanya Jerome Powell, karena menaikkan suku bunga. Setelah menaikkan suku bunga empat kali sepanjang tahun lalu, kini The Fed telah mengisyaratkan untuk lebih bersabar untuk melakukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang prospek ekonomi di tengah volatiliats apsar keuangan, perlambatan ekonomi global dan perang dagang antara AS-China. "Kami memiliki seseorang di The Fed yang menyukai pengetatan kuantitatif. Kami ingin dollar yang kuat, tetapi mari kita lebih masuk akal," Trump. "Bisakah Anda bayangkan jika kami meninggalkan (tidak menaikkan) suku bunga... jika kami tidak melakukan pengetatan kuantitatif, ini akan menyebabkan dollar sedikit lebih lemah." Mata uang yang lebih lemah umumnya akan membuat ekspor lebih kompetitif. Powell mengatakan tak akan terpengaruh oleh tekanan politik dan memberikan pernyataan yang jelas tentang independensi The Fed pada awal Januari saat ia menyatakan tak akan mengundurkan diri, bahkan jika Trump memintanya untuk mundur. Hal ini menyusul laporan pada pertengahan Desember bahwa Trump dan para penasihatnya telah membahas pemecatan Powell setelah The Fed menaikkan suku bunga lagi. Saat ini suku bunga pinjaman overnight The Fed ada di kisaran 2,25 persen - 2,5 persen.
Tag :

Berita Terbaru

Purbaya Pamer Ekonomi Kerakyatan di China

Purbaya Pamer Ekonomi Kerakyatan di China

Minggu, 21 Jun 2026 20:40 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, memamerkan ketangguhan ekonomi Indonesia di hadapan ratusan akademisi dan mahasiswa Nankai…

Awal Bulan, Wuling Alami Pengangkutan Kontainer

Awal Bulan, Wuling Alami Pengangkutan Kontainer

Minggu, 21 Jun 2026 20:38 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian, tidak menampik bahwa pihaknya sempat mengalami kendala operasional dalam proses…

Jokowi Suka Ayam Goreng, Soto Gading dan Tempe Bacem

Jokowi Suka Ayam Goreng, Soto Gading dan Tempe Bacem

Minggu, 21 Jun 2026 20:36 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perayaan ulang tahun Presiden Jokowi ke-65, disambut meriah oleh warga sekitar. Kediaman preside Republik Indonesia (RI) ke-7 itu…

Direktur Utama PLN, Beber Gangguan PLTU Besar di Jawa

Direktur Utama PLN, Beber Gangguan PLTU Besar di Jawa

Minggu, 21 Jun 2026 20:35 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan gangguan teknis pada dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) besar di Jawa.…

Analisa Dua Pengamat Keuangan, Pilih Deposito dan Dolar AS

Analisa Dua Pengamat Keuangan, Pilih Deposito dan Dolar AS

Minggu, 21 Jun 2026 20:32 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Perencana Keuangan Aidil Akbar mengatakan menabung dan investasi merupakan dua instrumen yang berbeda sehingga tidak bisa…

Undav, Pastikan Jerman Lolos

Undav, Pastikan Jerman Lolos

Minggu, 21 Jun 2026 20:28 WIB

Minggu, 21 Jun 2026 20:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Masuk menggantikan Kai Havertz pada menit ke-60, Deniz Undav langsung menjadi pembeda dengan mencetak gol penyama kedudukan di…