Bidik Pasar Sawit Timur Tengah dan Afrika

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Malaysia telah mengambil langkah untuk mengeksplorasi pasar baru bagi minyak kelapa sawit mereka, di tengah risiko berkurangnya permintaan Uni Eropa, pasar terbesar kedua negara tersebut. Demikian pernyataan Menteri Industri Primer Malaysia Teresa Kok kepada sejumlah awak media di Parlemen, kemarin lusa, Selasa (26/3/2019). Teresa mengatakan, kementeriannya melalui Malaysian Palm Oil Council, telah memulai survei ke pasar CPO baru, yaitu Timur Tengah dan Afrika. “Deputi Menteri Industri Primer Datuk Seri Shamsul [Iskandar Mohd Akin] sudah pergi ke Pakistan lebih awal pada tahun ini,” katanya. Pada April, sambungnya, pihaknya akan menuju negara-negara di Afrika dan Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Ethiopia. Menurutnya, di sana ada pasar-pasar baru untuk sawit Malaysia. Meski begitu, negara-negara itu sudah lama menjadi pelanggan sawit dari Malaysia. “Mereka sudah mengimpor [minyak kelapa sawit dari kami] tetapi kami ingin impor yang lebih tinggi. Sebab itulah kenapa kami melakukan pertemuan dengan pemerintah-pemerintah tersebut [untuk memfasilitasi ekspor],” katanya. Kok mengakui bahwa pihaknya harus bergerak cepat merebut pasar-pasar tersebut, mengingat produk kompetitor lainnya seperti minyak (lobak) rapessed, juga telah membuat catatan ke beberapa negara yang diawasi oleh Malaysia tersebut, guna mengkompensasi kemungkinan hilangnya permintaan dari Eropa. Kok mengatakan, dia akan bertemu dengan perwakilan dari Uni Eropa pada Mei mendatang untuk membahas kemungkinan sanksi UE terhadap minyak sawit. Uni Eropa, merupakan importir terbesar kedua minyak kelapa sawit Malaysia, setelah India. Blok tersebut kini berada diambang meloloskan undang-undang untuk menghentikan penggunaan minyak kelapa sawit sebagai bahan bakar nabati pada 2030. UE beralasan bahwa perkebunan kelapa sawit berkontribusi terhadap deforestasi. Parlemen UE dan negara-negara anggotanya memiliki waktu 2 bulan untuk memutuskan apakah akan menerima atau mem-veto undang-undang yang diusulkan oleh Komisi UE itu. Pada 2018, Malaysia mengekspor total 1,91 juta ton minyak kelapa sawit ke UE. Jumlah itu turun 4 persen dari 1,99 juta ton yang tercatat pada 2017. Total pengiriman sawit ke Eropa mengambil porsi 12 persen dari total ekspor minyak sawit Malaysia 2018. Demikian, data dari regulator industri Dewan Minyak Sawit Malaysia menunjukkan. Pembeli UE terbesar Malaysia tahun lalu adalah Belanda dengan jumlah 912.592 ton, diikuti oleh Italia dengan 351.221 ton, dan Spanyol dengan 361.640 ton. Alliance DBS Research mencatat, upaya penghapusan bertahap minyak sawit tersebut diperkirakan memotong ekspor minyak sawit Malaysia dan Indonesia sekitar 6,5 juta ton, setara dengan sekitar 9 persen dari total produksi minyak sawit.
Tag :

Berita Terbaru

Uber Indonesia -Taiwan Imbang 2-2

Uber Indonesia -Taiwan Imbang 2-2

Selasa, 28 Apr 2026 22:00 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 22:00 WIB

SURABAYAPAGI : Kemenangan Rachel/Febi membuat kedudukan Indonesia vs Taiwan imbang menjadi 2-2, semalam.Saat berita ini dibuat, partai kelima, di mana Ester…

Khofifah Dorong Penguatan Industri substitusi impor sektor Farmasi

Khofifah Dorong Penguatan Industri substitusi impor sektor Farmasi

Selasa, 28 Apr 2026 21:55 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:55 WIB

SURABAYAPAGI :  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan industri substitusi impor khususnya di sektor farmasi, demi mengurangi …

Presiden Janji Perbaiki Semua Perlintasan KA Sebesar Rp 4 triliun

Presiden Janji Perbaiki Semua Perlintasan KA Sebesar Rp 4 triliun

Selasa, 28 Apr 2026 21:50 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:50 WIB

SURABAYAPAGI : Presiden Prabowo Subianto mengatakan akan memperbaiki semua perlintasan KA.Hal tersebut disampaikan Prabowo usai menjenguk korban kecelakaan…

Presiden Prabowo, Jenguk Korban Didampingi Sekab Teddy

Presiden Prabowo, Jenguk Korban Didampingi Sekab Teddy

Selasa, 28 Apr 2026 21:49 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:49 WIB

SURABAYAPAGI : Presiden RI Prabowo Subianto menjenguk korban kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).…

19 Perjalanan Kereta Dibatalkan, Termasuk Argo dan Gumarang

19 Perjalanan Kereta Dibatalkan, Termasuk Argo dan Gumarang

Selasa, 28 Apr 2026 21:45 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:45 WIB

Tabrakan Maut antara Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line rute, Diduga Disebabkan Taksi Listrik yang Mogok di Lintasan KA…

Taksi Listrik Green SM asal Vietnam, Diduga Pemicu Insiden

Taksi Listrik Green SM asal Vietnam, Diduga Pemicu Insiden

Selasa, 28 Apr 2026 21:40 WIB

Selasa, 28 Apr 2026 21:40 WIB

SURABAYAPAGI : Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi buka suara soal insiden tabrakan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek. Insiden tersebut…