Potensi yang bisa Dongkrak Properti China

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Upaya terakhir China untuk segera memindahkan 100 juta masyarakat pedesaan ke kota kecil tempatnya bekerja, berpotensi bisa mendorong pasar propertinya yang tengah lesu. National Development and Reform Commission China menyebutkan, sejumlah kota yang memiiki jumlah penduduk urban sebanyak 1 juta hingga 3 juta orang harus menghentikan sistem pendaftaran hunian, atau yang disebut dengan hukou pada tahun ini. Sedangkan, untuk kota dengan populasi urban mencapai 3 juta hingga 5 juta penduduk, harus secara substansial melonggarkan persyaratan pemilikan hunian. Hukou adalah sistem pendataan keluarga yang dibagi menjadi dua jenis. Yaitu hukou pertanian dan hukou non-pertanian. Sistem Hukou dibentuk untuk mengendalikan migrasi dari desa ke kota. Dengan hukou ini, warga pedesaan China tidak boleh pindah dan tinggal menetap di kota, begitu juga sebaliknya. Melakukan reformasi pada sistem hukou yang sudah diterapkan selama 60 tahun, dapat membantu menyetarakan pendapatan per kapita yang mengalami kesenjangan di pedesaan dan perkotaan. Langkah tersebut juga dinilai dapat membantu meningkatkan permintaan perumahan di kota-kota kecil yang bisa menopang harga properti. “Ini jadi kabar baik bagi pasar properti di kota menengah hingga kota kecil di China. Ini juga bisa mengimbangi pembangunan kembali shantytown yang lajunya lebih lambat tahun ini,” ungkap Can Liu, analis Guotai Junan International Co., Rabu (10/4/2019). Otoritas kota di seluruh China sudah menggunakan sistem hukou untuk menahan spekulasi properti ketika harga melonjak, baik dengan melarang pembelian tanpa hukou atau membatasi jumlah properti yang bisa dibeli. Namun, menurut Zhang Dawei, analis di Centaline Group, lebih dari 50 kota telah melonggarkan pembatasan hukou pada tahun ini sebagai bagian dari upaya pengurangan penipuan karena harga properti sedang rendah.
Tag :

Berita Terbaru

Kuasa Hukum Korban Ungkap Dugaan Pola Kedekatan Berulang Sebelum Peristiwa di Hotel

Kuasa Hukum Korban Ungkap Dugaan Pola Kedekatan Berulang Sebelum Peristiwa di Hotel

Selasa, 15 Sep 2026 10:07 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 10:07 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Persidangan perkara dugaan pencabulan terhadap anak dengan terdakwa Jan Leon di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya mengungkap fakta b…

Srikandi Muncul di Sidang, Maidi Mengaku Tak Tahu Permintaan Bantuan

Srikandi Muncul di Sidang, Maidi Mengaku Tak Tahu Permintaan Bantuan

Selasa, 15 Sep 2026 09:00 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 09:00 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun - Nama Srikandi, kelompok pendukung Maidi, muncul dalam sidang perkara dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Surabaya. Namun, ketika jaksa…

RI Mulai Ekspor Bawang Merah

RI Mulai Ekspor Bawang Merah

Selasa, 15 Sep 2026 07:23 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:23 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor bawang merah Brebes ke Thailand dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage…

Seorang Direktur PT di Jakarta, Tersangkut Perkara Pajak

Seorang Direktur PT di Jakarta, Tersangkut Perkara Pajak

Selasa, 15 Sep 2026 07:17 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:17 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Pusat melalui Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perpajakan menyerahkan…

Tahun Depan, Gaji PPPK Ditanggung Pusat

Tahun Depan, Gaji PPPK Ditanggung Pusat

Selasa, 15 Sep 2026 07:14 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:14 WIB

SURABAYAPAGI.com - Gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang selama ini menjadi tanggungan pemerintah daerah (Pemda),mulai tahun depan dan…

LOCUS DAN TEMPUS, TAK DIUNGKAP LOGIS OLEH JPU

LOCUS DAN TEMPUS, TAK DIUNGKAP LOGIS OLEH JPU

Selasa, 15 Sep 2026 07:11 WIB

Selasa, 15 Sep 2026 07:11 WIB

Kajari Surabaya Yth, Praktisi hukum banyak yang kenal jaksa itu mengemban Dominus Litis. Ini asas hukum dari bahasa Latin yang berarti “penguasa perkara” atau …