Pemilik Kebun Sawit Langgar Aturan, Luhut: Cukup Didenda Saja!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Bank Dunia dilaporkan baru saja merilik data yang menyebut sebanyak 80 persen kepemilikan lahan sawit melakukan pelanggaran. Pelanggaran-pelanggaran tersebut antara lain melanggar luas lahan, kelestarian lingkungan serta kewajiban memberi kebun plasma kepada masyarakat. Masalah ini sendiri sejatinya merupakan masalah klasik yang juga terjadi di Indonesia. Terkait hal ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mempunyai pendapat sendiri. Dia mengusulkan pemilik lahan sawit yang bermasalah, bakal didenda. "Saya ini usul. Usul lho ya. Memang banyak masalah karena masa lalu. Saat ini mau diapakan? Masak iya dibiarkan terus? Atau dipenjara saja semua? Itu kan tidak betul juga," cetus Luhut, Selasa (16/7/2019). Oleh sebab itu, dia lebih memilih para pemilik lahan sawit yang mbalelo tersebut didenda saja. Guna menerapkannya, pemerintah bakal menggunakan data luasan kepemilikan lahan sawit dari peta kebun. Data tersebut menurut Luhut telah berbasis citra satelit. Jika persiapan tersebut mulus, maka suatu peta kebun sawit bisa dirilis mulai bulan Agustus 2019. "Jadi, pemerintah ini tahu betul kamu punya lahan sawit berapa hektare. Jadi kamu tak bisa menipu lagi. Soalnya, peta saat ini pakai citra satelit," ungkap Luhut. Menurut Luhut, usulan denda tersebut sudah siap, dan bakal diberikan ke Presiden Joko Widodo untuk disetujui dalam waktu dekat. Denda, sambung Luhut, lebih efektif daripada proses hukum. Apabila dikelola dengan baik, industri sawit sejatinya memiliki potensi pendapatan pajak senilai USD70 miliar per tahun. "Nanti ya. Pastinya ada rumus seperti apa bentuk dendanya. Menurut saya, dalam wujud dana yang disetor ke pemerintah," urai Luhut. Komoditas yang menuai konflik Untuk digarisbawahi, sawit sendiri termasuk salah satu komoditas unggulan nasional. Penelitian teranyar menunjukkan kawasan yang tumbuh kelapa sawit selama tahun 2007 - 2017 meningkat sampai 82 persen. Detailnya, dari 6,8 juta hektare pada tahun 2007, meroket jadi 12,3 juta hektare pada tahun 2017. Penelitian tersebut juga mengungkap, dari total jenderal luas lahan sawit di Indonesia yang seluas 12,3 juta hekatare, terdapat 3,8 juta hektare di antaranya dikuasai oleh 25 grup atau kelompok usaha kakap. Mayoritas di antara mereka diketahui masuk dalam jajaran orang paling kaya se-Indonesia versi majalah ekonomi internasionalForbes. Di sisi lain, pertumbuhan industri kelapa sawit selalu dekat dengan konflik. Catatan Akhir Tahun 2018 Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) menyebut, konflik agraria terbesar berasal dari sektor perkebunan sawit dengan total 144 kasus konflik. KPA sendiri mencatat, terdapat sebanyak 41 orang meregang nyawa karena konflik agraria di sektor industri perkebunan kelapa sawit, pertambangan dan perhutanan dalam empat tahun belakangan. Di samping itu, terungkap pula sebanyak 546 orang dianiaya, 51 orang ditembak sampai lebih dari 900 petani dikriminalisasi. Tak berhenti di KPA, organisasi pecinta lingkungan internasional Greenpeace pun mengungkap aktivitas penggundulan hutan yang dilakukan oleh 25 produsen minyak sawit terkemuka. Greenpeace juga menduga kuat mereka telah menggunduli hutan seluas 130 ribu hektare selama tiga tahun terakhir. Mengingat dampak yang nyata akibat pelanggaran aturan, menurut Anda apakah pelakunya cukup didenda saja?
Tag :

Berita Terbaru

KAI Daop 7 Madiun Komitmen Ajak Pelanggan Gunakan Acces by KAI untuk Bertransaksi

KAI Daop 7 Madiun Komitmen Ajak Pelanggan Gunakan Acces by KAI untuk Bertransaksi

Jumat, 12 Jun 2026 14:09 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 14:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam peningkatan layanan digital melalui berbagai pembaruan aplikasi Access by KAI yang merupakan langkah strategis guna memberikan…

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kompak Tanam Pohon

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo Kompak Tanam Pohon

Jumat, 12 Jun 2026 12:00 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 12:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 diperingati di Kabupaten Sidoarjo. Pemkab Sidoarjo menggerakkan program Sidoarjo Asri atau…

Dengan Pola Tawarkan Bermain Sex, Kelompok Remaja Dibekuk Satreskrim Polres Blitar Kota

Dengan Pola Tawarkan Bermain Sex, Kelompok Remaja Dibekuk Satreskrim Polres Blitar Kota

Jumat, 12 Jun 2026 10:38 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 10:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Hanya berbekal Aplikasi kencan, ketiga remaja di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota pada Minggu 10 Mei 2026, setelah terima laporan…

Raih Gelar Doktor Unair, Gus Fawait Kupas Tuntas Pentingnya Belanja Pemerintah Tepat Sasaran di Jawa Timur

Raih Gelar Doktor Unair, Gus Fawait Kupas Tuntas Pentingnya Belanja Pemerintah Tepat Sasaran di Jawa Timur

Jumat, 12 Jun 2026 10:30 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 10:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, resmi menuntaskan sidang promosi doktor di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga dengan m…

Perkuat Stok dan Stabilkan Harga, BULOG Mojokerto Gelontor MinyaKita di Pasar Tanjung 

Perkuat Stok dan Stabilkan Harga, BULOG Mojokerto Gelontor MinyaKita di Pasar Tanjung 

Jumat, 12 Jun 2026 10:25 WIB

Jumat, 12 Jun 2026 10:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto terus memperkuat upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan melalui penyaluran minyak goreng M…

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…