Bentuk "Minion" Luapkan Seks Menyimpang Tersangka

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Ternyata dibalik prilaku menyimpang tersangka pencabulan anak anak dibawah umur, Rahmat Santoso Slamet, 30, warga Kupang Segunting 4 no 25 RT 06, RW 02 Kecamatan Tegalsari, Surabaya pernah memiliki masa kelam. Dimana, dirinya juga jadi korban pencabulan. "Saya pernah jadi korban pencabulan," terangnya di Humas Polsa Jatim (23/7/2019). Dan agar prilaku seks menyimpang tak terlihat, dirinya mengaku berpacaran dengan seorang wanita. "Saya punya pacar wanita," katanya. Bukan itu saja, untuk bisa melampiaskan hasrat seks menyimpang dirinya yang membentuk tim inti Pramuka. Dimana tersangka merayu korban untuk mengikuti grup Pramuka inti yang bernama "Minion" dengan syarat harus mengikuti 7 tahapan tes di rumah tersangka. Diantaranya, tahapan pertama korban dan tersangka bertelanjang bulat, tahap kedua kemaluan korban dipegang atau di remas oleh tersangka untuk membuktikan apakah kemaluan korban bisa berdiri, tahap tiga tersangka dan korban melakukan handjob atau mengocok kemaluan secara bergantian, tahap keempat korban harus menginap di rumah tersangka dan tidur berdua dalam keadaan telanjang dan saling berpelukan, tahap kelima tersangka dan korban melakukan sodomi secara bergantian dan tahap keenam tersangka dan korban melakukan blow job atau mengulum secara bergantian dan terakhir ketujuh makan ayam geprek yang sangat pedas. "Saat pelaksanaan tes ini para korban dipanggil secara bergiliran ke rumah tersangka dengan waktu berbeda," paparnya. Kita ketahui, unit 1 Perlindungan anak dan perempuan, Subdit 4 Renakta, Ditreskrimum Polda Jatim mengungkap pencabulan terhadap anak dibawah umur. Tersangka bernama Rahmat Santoso Slamet,30, warga Kupang Segunting 4 /25 RT 06 RW 02 Kecamatan Tegalsari, Surabaya. Dan saat ini tersangka sedang menjalani pemeriksaan di Polda Jatim. "Kita menindaklanjuti atas laporan dari orangtua korban selanjutnya, kita Lidik,"kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera di humas Polda Jatim (23/7/2019). Dengan didampingi Kasubdit 4 Renakta AKBP Festo Ari Permana, setelah dilakukan Lidik kita langsung mengamankan tersangka di rumahnya di kawasan Kupang Segunting 4 / 25 RT 06 RW 02 Kecamatan Tegalsari, Surabaya. Masih kata Festo, tersangka yang merupakan pembina ekstra kurikuler Pramuka di 5 SMP dan 1 Sekolah Dasar baik negeri atau swasta di wilayah Surabaya melakukan pencabulan ini sejak tahun 2016. Korban yang lapor ke polisi ada tiga orang AM,14, BRK,15, dan IM,15 dan dikembangkan penyidik ditemukan 11 korban anak lagi dari 3 sekolah yang berbeda dan 1 satu korban anak tetangga TRA, 14, A, 14, Z, 14, AS, 14, MA,14, ASB,14, A,14, C,15, D,15, F, 15 dan S,16. Saat diperiksa tersangka Rahmat ini mengaku dirinya melakukan ini karena pernah menjadi korban pencabulan saat masih kecil. Dan ketika besar, dirinya memiliki fantasi untuk bisa melakukan pencabulan tersebut. "Butuh fantasi saja," terangnya sambil tertunduk. Barang bukti yang diamankan lembar fotocopi legalisir kutipan akta kelahiran Arya Mardhani, satu lembar fotocopy legalisir kartu keluarga atas nama Moh. Raip, satu lembar fotocopy legalisir kutipan akta kelahiran Berlian Reza Khan, satu lembar fotocopy legalisir kartu keluarga atas nama Muhammad Iksan, satu lembar fotocopy legalisir kartu keluarga atas nama RAwi, satu lembar fotocopy legalisir kutipan akta kelahiran Tomy Rizky Aditya, satu lembar fotocopy legalisir kartu keluarga atas nama Tono Amboro, satu buah alat vavor warna hitam dan satu buah handphone. Akibat perbuatannya dikenakan pasal 80 dan pasal 82 UURI no 17 tahun 2016 tentang perubahan UURI no 35 tahun 2002 tentang perubahan atas UURI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.nt
Tag :

Berita Terbaru

Pemkot Surabaya Instruksikan Pengalihan Aliran Air Atasi Banjir Kawasan Ketintang, Ditarget Tuntas Oktober 2026

Pemkot Surabaya Instruksikan Pengalihan Aliran Air Atasi Banjir Kawasan Ketintang, Ditarget Tuntas Oktober 2026

Jumat, 24 Apr 2026 14:58 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategi mengatasi masalah banjir berulang di kawasan Ketintang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah…

Petani hingga Pengepul Meringis, Harga Ikan Tawar di Lamongan Anjlok Lebih dari 50 Persen

Petani hingga Pengepul Meringis, Harga Ikan Tawar di Lamongan Anjlok Lebih dari 50 Persen

Jumat, 24 Apr 2026 14:53 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang panen raya ikan air tawar yang terjadi bersamaan dengan cuaca buruk (ekstrem) memicu banyak kerugian bagi para petani…

Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Surabaya Normalisasi Bangunan di Kalianak Secara Bertahap

Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Surabaya Normalisasi Bangunan di Kalianak Secara Bertahap

Jumat, 24 Apr 2026 14:39 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti keluhan banjir yang kerap melanda kawasan Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Balai Besar Wilayah…

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Tata Ulang Kawasan KBS Ditarget Rampung Tahun Ini

Dongkrak Kunjungan Wisatawan, Tata Ulang Kawasan KBS Ditarget Rampung Tahun Ini

Jumat, 24 Apr 2026 14:32 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka mendongkrak kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai menata ulang…

Per Hari, Perajin Gelang Identitas Layani Ribuan CJH di Asrama Haji Surabaya

Per Hari, Perajin Gelang Identitas Layani Ribuan CJH di Asrama Haji Surabaya

Jumat, 24 Apr 2026 14:30 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Selama musim Haji 2026, menjadi berkah tersendiri bagi perajin gelang calon jemaah haji (CJH) di Asrama Haji Embarkasi Surabaya.…

Kebakaran Hanguskan Gudang Sabut Kelapa Blitar Kota, Kerugian Capai Rp100 Juta

Kebakaran Hanguskan Gudang Sabut Kelapa Blitar Kota, Kerugian Capai Rp100 Juta

Jumat, 24 Apr 2026 14:21 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kebakaran gudang penyimpanan Sabut Kelapa yang terjadi Kamis (23/04/2026), pukul 22.00 menghebohkan warga Desa Ngoran Kec.Nglegok.…