Masih Borong Minyak Iran, China Kena SP 3 AS

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Konflik antara China dan Iran belum terselesaikan. Pasalnya, strategi-strategi perdamaian yang diterapkan untuk mengakhiri perselisihan ini masih membingungkan karena berbagai penawaran-penawaran perdamaian satu sama lain saling menolak. Sehingga sampai saat ini konflik terus emmanas, bak pemanasan global, konflik tersebut kembali mencuat seiring China ikut nimbrung dalam hal pembelian minyak Iran. Amerika yang tak terima dengan itu dan menganggap bahwa China melanggar ketentuan pembatasan yang diberlakukan pada minyak Iran. Akhirnya, Amerika Serikat memberi sanksi kepada BUMN energi milik pemerintah yakni China Zhuhai Zhenrong Co Ltd. "Kami serius mengatakan bahwa kami akan menjatuhkan sanksi atas perilaku yang layak dikenakan sanksi," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam pidatonya di Florida. Sanksi AS itu diluncurkan di tengah peningkatan ketegangan antara Iran dan Barat seria antara Amerika Serikat dan China, yang telah terlibat dalam perang dagang besar. Pompeo mengatakan Zhuhai Zhenrong secara sadar telah terlibat dalam transaksi yang signifikan untuk membeli minyak mentah dari Iran setelah berakhirnya masa keringanan atas sanksi AS pada 2 Mei lalu. “Setiap kesatuan yang menghindari sanksi kami mesti memperhatikan tindakan ¡ni han ¡ni,” kata Pompeo. “Itu menggaris-bawahi komitmen kami bagi permintaan tanggung-jawab rejim Iran.TM Kedutaan Besar China di Washington menolak pendirian AS tersebut. Dia mengatakan sanksi tersebut berupa pemblokiran semua properti dan kepentingan Zhuhai Zhenrong di Amerika Serikat. Selain itu juga melarang kepala eksekutif Zhuhai Zhenrong yakni Youmin Li untuk masuk ke AS. Pemerintahan Donald Trump telah meningkatkan sanksi terhadap Iran setelah melanggar perjanjian nuklir antara Teheran dan negara-negara Barat lainnya di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama. Di sisi lain, sanksi AS tersebut tentunya menyulut respons dari China. "China dengan tegas menentang penerapan sanksi sepihak AS terhadap China dan negara-negara lain yang menerapkan hukum domestiknya," kata juru bicara kedutaan besar China. "Kami mendesak AS untuk segera memperbaiki kesalahannya dan dengan sungguh-sungguh untuk menghormati hak dan kepentingan hukum dari pihak lain," lanjut pernyataan tersebut.
Tag :

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…