Manusia Diharamkan Lahir dan Meninggal di Kota Cantik Ini!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Longyearbyen - Sebuah papan pengumuman yang berbunyi, "Tidak ada kematian yang diijinkan di tempat ini," mestinya dipasang di Longyearbyen, kota paling utara di dunia yang berada di Kepulauan Svalbard, Norwegia. Pasalnya, mereka telah melarang manusia untuk meninggal dunia sejak tahun 1950-an. Jika seseorang diduga hampir mati, mereka harus diterbangkan kembali ke daratan. 1. Cuaca menjadi alasan **foto** Di Kota Longyearbyen, alasan mengapa kematian dilarang terjadi di sana adalah karena cuaca. Berada di atas lingkaran Arktik, Kepulauan Svalbard memiliki suhu rendah yang sering mencapai 4° F (-15° C) dan telah diketahui kadang-kadang mencapai -25,6° F (-32° C). Apa artinya itu? Selain harus mengenakan baju pelindung setiap saat, suhu ekstrem ini juga berarti apa pun yang dimasukkan ke dalam tanah, berada dalam keadaan permafrost alias tidak pernah bisa mencair, bahkan ketika suhu di permukaan naik selama musim panas. Jadi sederhananya, orang mati tidak bisa membusuk. 2. Khawatir menyebarkan penyakit **foto** Jika kondisi mayat tetap terjaga dengan sempurna, maka virus atau penyakit yang dibawanya juga akan tetap membeku di dalamnya. Hal ini berpotensi menjadi bahaya kesehatan yang akan menyebar di antara penduduk. Hal ini menjadi sangat jelas pada tahun 1950, ketika penduduk setempat menyadari bahwa lapisan es mencegah tubuh dari pembusukan. Karena khawatir akan menyebarkan penyakit, mereka membuat kuburan di luar kota. Pemerintah setempat pun akhirnya melarang kematian terjadi di Longyearbyen. 3. Harus dikremasi **foto** Jadi, apa yang terjadi jika ada seseorang yang secara tidak sengaja meninggal dunia sebelum membawanya pergi? Satu-satunya cara untuk dimakamkan di Longyearbyen adalah dengan cara dikremasi terlebih dahulu. Walau demikian, hal ini sulit dilakukan karena memerlukan izin negara.
Tag :

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…