Investasi yang Masuk Kurang Bermanfaat akibat Proyek Mubazir

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Serangkaian investasi yang masuk ke dalam negeri selama ini dinilai tidak membawa efek positif bagi pertumbuhan ekonomi. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri menyebut, pengelolaan investasi di Indonesia rupanya tidak efisien. Faisal sendiri menerapkan pendekatan Incremental Capital Output Ratio/ICOR guna mengetahui efisiensi investasi. Rasio ini, sambung Faisal, bisa menunjukkan seberapa banyak investasi yang diperlukan guna mendongkrak pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB). Menurut Faisal, semakin rendah indikator ICOR, maka semakin tinggi pula efisiensi investasi. Begitu pula sebaliknya, semakin melangit indikator ICOR, semakin terperosok pula investasinya. "Yang jadi problem ialah, investasi yang masuk banyak, tapi minim hasil," cetus Faisal, Jumat (26/7/2019). Semenjak tahun 2010, lanjut Faisal, indikator ICOR Indonesia diketahui selalu naik. Dengan menyebut hitungan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dia menilai indikator ICOR dalam negeri sekarang ini berada di kisaran 6,2 hingga 6,5. Selain itu, Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pun pernah menyebut rata-rata indikator ICOR Indonesia adalah 5,88. Angka ICOR dari dua lembaga, baik Bappenas mupun LPEM UI, diketahui lebih tinggi daripada era Orde Baru yang sekitar 4 sampai 4,5. "Banyak sekali tambahan modal yang diperlukan guna menambah satu unit output saat ini. Ini juga lima puluh persen lebih banyak daripada Orde Baru," urai Faisal. Jika ditinjau dari pendekatan ini, tak heran jika pemerintah sukar mengangkat pertumbuhan ekonomi. Dari hasil hitungan Faisal, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat menyentuh 6 persen bila ICOR bisa diturunkan ke level 5,4. Sementara demi meraih pertumbuhan ekonomi 7 persen, maka ICOR wajib diturunkan hingga 4,6. Masih menurut Faisal, hal ini disebabkan lantaran terdapat serangkaian investasi yang dinilainya mubazir. Dia mengambil contoh kereta api ringan Palembang dan kereta Bandara Soekarno-Hatta. Faisal menilai tingkat okupansi di kedua proyek itu sangat rendah. Sia-sianya investasi ini menurut Faisal tidak bisa dilepaskan dari perencanaan yang tidak matang. Pemerintah, lanjut Faisal, acap kali secara sepihak memilih perusahaan BUMN guna mengeksekusi proyek-proyek infrastruktur. Di lain pihak, proyek tersebut tidak masuk rencana Bappenas.
Tag :

Berita Terbaru

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Innovation Gateway Cetak Inovasi Unggulan, PLN UIT JBM Dorong Transformasi Kelistrikan

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 20:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya…

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Resah Sungai Tercemar, Pemuda di Ponorogo Ini Berjibaku Bersihkan Tumpukan Sampah

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 19:56 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Fenomena sungai menghitam dan penumpukan sampah plastik masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Ponorogo. Merespons hal tersebut,…

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

KPK Periksa Faizal Rachman, Telusuri Protek Hingga Kedekatan Dengan Maidi 

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 17:09 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Pengusaha event organizer (EO) Matahari Pink Inspiration (MPI), Faizal Rachman, diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ter…

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Laporan Maia Estianty soal KDRT ada di KUHP Baru, Pengamat Hukum Apresiasi Sikap Ahmad Dhani

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 16:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, JAKARTA — Polemik lama antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Praktisi hukum Ghufron menegaskan p…

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Slogan BERTEMAN, KAI Daop 7 Madiun Tingkatkan Keselamatan dengan Normalisasi Jalur Wilayah Blitar

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 12:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Terus berkomitmen menjaga keamanan operasional perjalanan kereta api sekaligus keselamatan pengguna jalan pada perlintasan Rel…

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

Rabu, 13 Mei 2026 17:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara …