Juni, Ekspor Magnet China ke AS Merosot 3,9% dari Mei

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Ekspor komoditas magnet China ke Amerika Serikat merosot sejauh 3,9% pada Juni dari bulan sebelumnya. Menurut data bea cukai pada hari Sabtu, menurunnya ekspor dikarenakan adanya kekhawatiran mengenai Beijing yang akan mengekang pasokan produk tanah jarang akibat dari perang dagangnya dengan Washington. Kepada Pentagon, Donald Trump menyampaikan data terakhirnya agar segera mencari cara yang lebih baik untuk mendapatkan magnet permanen di tanah jarang samarium-kobalt, sebagai bahan baku yang digunakan dalam motor khusus, dan memperingatkan bahwa pertahanan negara akan menderita tanpa cadangan yang memadai Cina adalah produsen magnet yang mendominasi di dunia terbukti dengan banyaknya pengguna magnet dalam perangkat medis dan elektronik konsumen serta pertahanan, meskipun Trump pada Agustus 2018 menandatangani undang-undang kebijakan yang melarang pembelian mereka dari China untuk penggunaan militer pada tahun fiskal 2019. Ekspor China ke Amerika Serikat dari magnet permanen, atau bahan tanah jarang yang akan berubah menjadi magnet permanen, telah mencapai 414.100 kg, atau sekitar 414 ton bulan lalu, hal ini menurut data dari Administrasi Umum Kepabeanan menunjukkan. Ekspor tersebut turun sebesar 3,9�ri 431 ton pada Mei, yang merupakan total bulanan tertinggi sejak setidaknya 2016, dan naik 1,45% YoY. David Merriman, manajer baterai dan bahan kendaraan listrik di konsultan Roskill, mengatakan sebelum nomor pabean keluar, pembelian magnet permanen permanen oleh Departemen Pertahanan AS adalah “relatif kecil” jika dibandingkan dengan impor untuk aplikasi elektronik, otomotif dan lainnya. Dalam hal magnet samarium-kobalt, "tren yang menarik adalah lonjakan impor (AS) dari Filipina dan Malaysia, yang menyarankan perpindahan ke impor yang lebih besar dari produsen milik Jepang," tambahnya, mencatat bahwa Shin-Etsu Jepang ( 4063.T) memiliki fasilitas produksi samarium-kobalt di kedua negara Asia Tenggara tersebut.
Tag :

Berita Terbaru

Hakim Jakarta Tolak Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok

Hakim Jakarta Tolak Praperadilan Eks Wakil Ketua PN Depok

Selasa, 21 Apr 2026 23:48 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak praperadilan yang diajukan mantan Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka …

Kasus Video Porno Lisa Mariana dan mantan Manajernya Terus Diusut

Kasus Video Porno Lisa Mariana dan mantan Manajernya Terus Diusut

Selasa, 21 Apr 2026 23:36 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bandung – Polda Jawa Barat mengungkap fakta baru kasus video porno yang menjerat Lisa Mariana dan mantan manajernya sebagai tersangka. Kabid P…

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

PDIP tak Terusik Klaim JK, yang Jadikan Jokowi

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira memastikan PDIP tidak terusik dengan pernyataan JK. Andreas awalnya menyampaikan bahwa p…

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Anak-anak dan perempuan seringkali jadi korban radikalisme

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan anak-anak dan perempuan seringkali menjadi korban radikalisme pemahaman k…

Hercules, "tarik" Menteri hingga Satgas Anti-Mafia Tanah

Hercules, "tarik" Menteri hingga Satgas Anti-Mafia Tanah

Selasa, 21 Apr 2026 23:01 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 23:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Hercules, Hercules Rosario Marcal, Ketua Umum GRIB Jaya, "tarik" beberapa pejabat, Ketua Satgas Anti-Mafia, tangani lahan yang ia k…

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Ustaz Solmed, Klaim tak Terlibat Pelecehan Seksual

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

Selasa, 21 Apr 2026 22:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta – Belakang ini Ustaz Solmed digunjingkan terlibat kasus pelecehan seksual. Ia tak terima. Ada dampak serius akibat fitnah yang b…