Dinas LH Masih Kaji PLTSa Difungsikan atau Tetap Dibiarkan Mangkrak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Lamongan - Berbagai daerah mulai merancang bahkan ada yang sudah berjalan membuat pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa), untuk mengurangi problem sampah yang kian hari semakin menumpuk. Namun tidak demikian bagi daerah Lamongan. Meski jauh-jauh hari Lamongan sudah memiliki PLTSa sejak 2015 lalu dan mungkin satu-satunya daerah di Jawa Timur memiliki pembangkit tenaga listrik dari sampah, namun sampai saat ini masih dibiarkan mangkrak. PLTSa senilai Rp 2,4 Miliar yang ada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tambakboyo Kecamatan Tikung Lamongan, seperti disampaikan oleh Moch Wahyudi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lamongan, Rabu (31/7/2019), mengaku pihaknya tidak membiarkan begitu saja. Pihaknya terus melakukan kajian terhadap PLTSa tersebut, dengan tetap melakukan upaya inovasi mengurangi problem sampah. "Kami tidak diam mas, sampai saat ini DLH terus melakukan kajian dengan PLTSa itu," ungkapnya. Kajian sendiri kata Wahyudi panggilan akrab Moch Wahyudi, PLTSa itu akan dioperasionalkan atau tidak. Hanya saja untuk operasional PLTSa butuh anggaran yang cukup besar, apalagi sampah yang masuk ke TPA selama ini sampah kecenderungannya basah. "Kalau sampah basah bisa tidak dibakar, kalaupun bisa dibakar otomatis butuh biaya yang besar, itulah problem nya, akhirnya terus kita lakukan kajian yang koperhensip," terangnya. Dalam proses kajian itu, DLH lalu membuat terobosan dalam menangani problem sampah, dengan membuat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang saat ini dalam kondisi finisihing pembangunannya. Sekedar diketahui, PLTSa yang baru sekali dioperasionalkan pada tahun 2015 Secara teknik, mestinya awal kapasitas terpasang PLTS itu bisa menghasilkan listrik sebesar 25 KVA setiap harinya. Namun kini mangkrak tidak dioperasionalkan dan tak menghasilkan apa-apa. PLTSa itu sendiri memiliki kapasitas mengolah sampah sebesar 4 ton per jam. Diperkirakan, dari 4 ton sampah itu, 2 ton akan menjadi kompos, 1 ton berupa sampah yang masih bisa dijual lagi dan 1 ton lagi akan diolah menjadi listrik. Secara teknik, PLTSa bisa beroperasi selama 8 jam per hari dengan produksi listrik diperkirakan sebesar 25 KVA. Listrik produksi ini selain untuk penerangan di TPA, juga dimanfaatkan untuk mengoperasikan mesin pembuat biji plastik. Dengan kapasitas produksi itu, dipastikan sampah yang masuk ke TPA sekitar 64 ton setiap harinya akan langsung habis diolah. Bahkan bisa kekurangan bahan baku sampah.jir
Tag :

Berita Terbaru

Hadapi Tantangan Kemarau, Lumajang Siapkan Strategi Pertanian Berbasis Efisiensi Air

Hadapi Tantangan Kemarau, Lumajang Siapkan Strategi Pertanian Berbasis Efisiensi Air

Kamis, 09 Apr 2026 10:34 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 10:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai upaya menghadapi tantangan musim kemarau pada Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang berkomitmen dengan…

Uji Batas Pidana atau Sengketa Usaha? Eksepsi Proyek Pelabuhan Jadi Sorotan

Uji Batas Pidana atau Sengketa Usaha? Eksepsi Proyek Pelabuhan Jadi Sorotan

Kamis, 09 Apr 2026 09:06 WIB

Kamis, 09 Apr 2026 09:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Persidangan kasus dugaan pelanggaran hukum dalam proyek pengerukan kolam pelabuhan memasuki babak krusial di Pengadilan Tindak…

KPK Geledah Rumah Dirut PD Aneka Usaha Kota Madiun, Sita Catatan Keuangan dan Satu Handphone 

KPK Geledah Rumah Dirut PD Aneka Usaha Kota Madiun, Sita Catatan Keuangan dan Satu Handphone 

Rabu, 08 Apr 2026 21:25 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 21:25 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Direktur Utama (Dirut) PD Aneka Usaha Kota Madiun, Sutrisno, dan menyita satu …

Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Ditertibkan, Satpol PP Tegakkan Aturan Daerah

Puluhan Bangunan Liar di Driyorejo Gresik Ditertibkan, Satpol PP Tegakkan Aturan Daerah

Rabu, 08 Apr 2026 17:43 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 17:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Sebanyak 43 bangunan tanpa izin yang berada di Dusun Semambung, Desa Driyorejo, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik, ditertibkan m…

Punya Potensi Besar Lahirkan Bibit Unggul Jatim, Wabup Tulungagung Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga Woodball

Punya Potensi Besar Lahirkan Bibit Unggul Jatim, Wabup Tulungagung Komitmen Dukung Pengembangan Olahraga Woodball

Rabu, 08 Apr 2026 17:38 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 17:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin mendukung penuh pengembangan cabang olahraga (cabor) Woodball di wilayahnya. Olahraga…

Pemkot Mojokerto Kembali Salurkan Hibah, Dorong Peran Aktif Masyarakat Dalam Pembangunan dan Sosial

Pemkot Mojokerto Kembali Salurkan Hibah, Dorong Peran Aktif Masyarakat Dalam Pembangunan dan Sosial

Rabu, 08 Apr 2026 15:58 WIB

Rabu, 08 Apr 2026 15:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Komitmen memperkuat peran masyarakat terus diwujudkan Pemerintah Kota Mojokerto melalui penyaluran dana hibah tahun anggaran 2026…