Relokasi Perusahaan di China ke Kawasan Asia Tenggara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com – Perusahaan yang memiliki produksi di China mulai merelokasi usahanya keluar dari China. Negara kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Vietnam, Thailand menjadi Negara rujukan wacana relokasi tersebut. Hal itu disebabkan perang dagang yang berkecamuk dan belum terlihat tanda tanda akan berakhir. Sanksi bea tinggi untuk produk asal China memaksa perusahaan perusahaan tersebut untuk angkat kaki dari China. Perusahaan yang banyak melakukan relokasi menurut Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal adalah perusahaan-perusahaanhigh technology. Perusahaan-perusahaan tersebut tentu memiliki pertimbangan, terutama soal infrastruktur. "Yang dibutuhkan mereka itu seperti jalan dan pelabuhan untuk transportasi, lalu listrik. Apalagi industri hi tech ini sangat bergantung pada listrik. Selanjutnya adalah koneksi internet," kata Faisal Dilansir dari Kontan.co.id pada Jumat (9/8). Dibandingkan dengan Indonesia, tiga negara tersebut dipandang Faisal lebih stabil. Itu yang menjadi pertimbangan perusahaan-perusahaan China untuk melakukan relokasi bukan ke Indonesia. Hal lain yang menjadi sorotan adalah dari sisi harmonisasi tax atau aturan perpajakan. Malaysia banyak menerapkan bebas biaya masuk untuk bahan baku. Ini menjadi keuntungan bagi perusahaan-perusahaan multinasional yang sangat bergantung pada lalu lintas ekspor impor. "Misal untuk berbelanja bahan baku dari negara lain. Kan tidak pasti semua yang mereka dapatkan ada di daerah relokasi. Kalau bebas biaya masuk itu sangat menguntungkan," tambah Faisal. Selain itu, lingkungan sosial juga diperhatikan oleh perusahaan-perusahaan tersebut. Perusahaan multinasional membutuhkan iklim yang terbuka dengan budaya mereka. Malaysia merupakan negara yang dipandang tepat. Pertama, Malaysia juga terbiasa menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Kedua, banyak komunitas multiras di Malaysia, termasuk China. Jadi itu dipandang memudahkan untuk branding.
Tag :

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…