Jumlah Bank Nasional Harus Dipangkas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pemerintah ingin agar Indonesia memiliki bunga kredit yang hanya 7 persen atau sejajar dengan Thailand. Menurutnya, bunga kredit di Indonesia masih cukup tinggi, yakni mencapai 10-11 persen. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira berpendapat, salah satu faktor yang membuat bunga kredit masih tinggi adalah jumlah bank yang terlalu banyak. "Untuk tekan bunga kredit, kuncinya di pengendalian inflasi dan persaingan antar bank dalam perebutan dana juga harus ditekan. Jumlah bank yang terlalu banyak membuat bunga masih mahal," ungkap dia, Senin (12/8). Bhima menyatakan, keberadaan bank yang beroperasi idealnya tak lebih dari 90 perusahaan. "Dari 115 bank idealnya ditekan dibawah 90," sambung dia. Ia juga menyoroti permintaan JK terhadap Bank Indonesia (BI) untuk kembali menurunkan suku bunga acuan. Menurut JK, jika suku bunga rendah maka aliran dana akan beralih ke investasi. Bhima menyebutkan, rendahnya suku bunga acuan juga akan membuat biaya pinjaman jauh lebih murah dan berujung pada peningkatan investasi serta pertumbuhan ekonomi. Dengan syarat, suku bunga acuan BI bisa kembali dipangkas sebanyak 50 basis poin (bps). "Memang prinsip ekonominya bunga yang rendah artinya biaya pinjaman jauh lebih murah. Pelaku usaha bisa beli mesin untuk naikan kapasitas produksi pabrik, perluas usaha, dan lain-lain," jelas Bhima. "Ujungnya, nilai investasi meningkat dan pertumbuhan ekonomi bisa di atas 5 persen. Tapi syaratnya, pemangkasan bunga acuan sebaiknya 50 bps lagi biar terasa signifikan," dia menandaskan. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, sejumlah negara di dunia telah menurunkan suku bunga acuan. Penurunan tersebut merespons ketidakpastian ekonomi global. "Bagaimana kondisi dunia dan perang dagang. Tiga negara sudah turunkan suku bunga itu ada New Zealand, Thailand, dan India," tuturnya di Jakarta, Senin (12/8). Enggartiasto menjelaskan, dengan fenomena pemangkasan suku bunga serempak tersebut, tantangan Indonesia ialah membuat produk-produk domestik menjadi kompetitif dan unggul. "Tantangannya apakah produk-produk kita bisa komeptitif atau tidak karena saat ini produk kita tidak kompetitif dari segi harga," ujarnya.
Tag :

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…