Konstruksi Bangunan PT Sinar Suri, Diduga Salahi Prosedur

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Insiden Lumpur Maut di Sokomanunggal Surabaya Ambruknya dinding tanggul lumpur milik PT Sinar Suri di Jalan Raya Sukomanunggal No. 168 Surabaya, berbuntut panjang. Tak hanya membuat nyawa Imam Safi’i (35), karyawan PT. Ardiles, melayang. Polisi juga turun tangan untuk menguak penyebab ambrolnya tanggul itu. Termasuk mengusut perizinan dan teknis kontruksi proyek pembangunan gedung PT Sinar Suri Jaya. ------ Hendarwanto-Firman Rachman, Tim Surabaya Pagi Petugas Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya, Senin (12/8/2019), turun ke lokasi melakukan pengusutan. Sedikitnya, enam petugas Labfor yang mengenakan kemeja lengan pendek putih hilir mudik di sekitar area tanggul seluas 20 meter x 120 meter persegi. Kasubbid Fisika Komputer Forensik Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya, AKBP Joko Siswanto, mengatakan pihaknya masih berupaya mencari dua hal penting dalam insiden ambruknya tanggul tersebut. Pertama, mengidentifikasi lokasi awal ambruknya dinding tanggul. Kedua, mengidentifikasi penyebab ambruknya dinding tanggul. "Kami masih mencari lokasi awal munculnya itu dan mencari tahu penyebabnya apa," ucap AKBP Joko di lokasi. Joko menambahkan, pihaknya saat ini masih berfokus pada menganalisa konstruksi, desain, dan struktur utama bangunan yang ambruk tersebut. "Kami masih melakukan pengumpulan data-data itu," terang dia. Ia memastikan, proses identifikasi akan berlangsung sekitar sepekan, dan hasil sementara proses penggalian data akan diserahkan langsung ke pihak Polrestabes Surabaya. "Kami harus mengambil sampel tanah dan melihat konstruksinya, bagaimana desainnya, ya sepekan lebih," tandasnya. Tim labfor juga melalukan olah TKP dan menyita sejumlah barang bukti untuk diuji. Tim Labfor ini didatangkan Polrestabes Surabaya setelah berhasil mengevakusi jasad Imam Syafi’i (35), karyawan PT Ardiles, yang tewas tertimbun luapan Lumpur pada Sabtu lalu. Joko menambahkan, kesimpulan sementara kecelakaan terjadi akibat proses pembangunan. Menurutnya pembuatan tanggul menyalahi prosedur. "Bukan izinnya. Ini proses pembangunannya, temboknya tidak ada cor. Mandor, tukang ini dari teknik mesin, jadi hanya faktor pengalaman saja. Tanpa ada satu biji pun besi, ya tinggal menunggu aja ambrolnya. Yang jelas menyalahi prosedur," papar dia. Selain mengambil sampel, Tim Labfor akan melakukan pengurasan lumpur yang ada di proyek dan menghentikan pembangunan sembari menunggu proses hukum yang saat ini mulai berjalan. "Proses hukum tetap berjalan dan permintaan warga, lumpur yang ada di lokasi penampungan dikuras akan kita kuras. Supaya tidak menimbulkan gejala berikutnya, karena cukup membahayakan. Otomatis pembangunan dihentikan hanya sementara, police line dibuka," jelas Joko. Sementara itu, insiden terjadinya tumpahan lumpur galian proyek di Sokomanunggal, Surabaya, Sabtu (10/8/2019), akhirnya diambil alih Polrestabes Surabaya. Pengalihan kasus ini dikarenakan Polsek di Surabaya belum bisa menangani kasus tindak pidana tertentu (tipiter). “Ini masuk kasus tipiter. Jadi Polsek melimpahkan kasus kecelakaan kerja ini ke Polrestabes Surabaya,” jelas Kapolsek Sokomanunggal, Kompol Mulyono. Terpisah, Kasatreskrim Polrestabes Surabata AKBP Sudamiran mengatakan, meskipun proses identifikasi oleh Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya. Namun, proses pembersihan bekas luberan lumpur sekitar area tanggul yang ambruk masih bisa dilakukan. "Lalu lumpur lumpur itu boleh dibersihkan," katanya pasca mengikuti forum mediasi antara warga RT 02 dan pihak owner PT Sinar Suri. Namun, lanjut Sudamiran, aktivitas pekerja untuk membersihkan luberan lumpur harus dalam pengawasan kepolisian. "Tapi harus di bawah para penyidik kami dan untuk tiang tiang pancang ini tetap akan kami sita. Untuk sementara olah TKP cukup untuk lumpur di belakang bangunan itu boleh dibersihkan pengawasan pihak," tandasnya. Sebelumnya terungkap, korban Imam Safi’i (35) meninggal karena kehabisan nafas lantaran terbentur tembok roboh dan tertanam lumpur sedalam 1,5 meter. Bahkan, perlu waku lama yakni hampir 24 jam petugas gabungan SAR menemukan korban yang tertimbun lumpur galian. n
Tag :

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…