Seragam Batik SMP di Jombang Mahal, Ketua Komite : Itu Sudah Disepakati Ora

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Terkait mahalnya seragam batik untuk siswa SMP di Jombang, Jawa Timur, yang menjadi beban bagi wali murid, Komite Sekolah SMPN 2 Jombang angkat suara. Ketua Komite SMPN 2 Jombang, Bambang Dwijo Pranowo mengatakan, bahwa harga seragam batik sudah disepakati oleh para orang tua siswa. "Untuk pembelian seragam batik, pihak sekolah hanya mendatangkan penjual batik ke sekolah, dan orang tua siswa langsung membeli seragam ke penjualnya tanpa melalui sekolah dan komite," katanya saat diwawancarai sejumlah jurnalis, Kamis (12/9/2019). Menurut Bambang, harga seragam batik sesuai dengan kualitas yang disepakati. Namun, pihaknya tak mengetahui secara detail terkait jenis kain maupun kualitas kain tersebut. "Untuk kain batik berasal dari Jombang ataupun luar Jombang saya ndak tau. Yang jelas sudah dipakai selama tiga tahun ini. Untuk kualitas saya pikir standar. Kalau mahal nanti ada subsidi untuk yqng kurang mampu," ujarnya. Sementara, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP di Jombang, Alim menjelaskan, jika penentuan harga seragam batik merupakan wewenang masing-masing sekolah. "Yang kami bahas itu, bahwa ini akan ada partisipasi masyarakat. Maka status partisipasi masyarakat ini harus dibahas komite bersama orang tua, ditambah pendampingan dari tim saber pungli dalam penentuan harga seragam sekolah," jelasnya. Sebelumnya, harga seragam batik di SMPN 2 Jombang dikeluhkan oleh sejumlah wali murid. Kain seragam batik untuk siswa putra ukuran M, L dan XL masing-masing Rp 339.000, Rp 415.000 dan Rp 450.000. Sedangkan untuk siswa putri ukuran M, L dan XL adalah Rp 345.000, Rp 420.000 dan Rp 447.000. Dengan harga segitu, para siswa akan menerima satu stel seragam batik terdiri dari kemeja batik motif daun warna hijau, rompi kotak-kotak dan bawahan warna hijau dalam bentuk lembaran kain dengan harga bervariasi tergantung ukuran dan jenis kelamin. Berbeda dengan SMPN 2, untuk SMPN 5 Jombang harga seragam batik hanya Rp 220 ribu. Hal itu diungkapkan oleh anggota Komite SMPN 5 Jombang, Joko Fatta Rochim. "Ya harga itu sudah ada kesepakatan, baik kepala sekolah, guru-guru, dan komite. Ini sudah disepakati bahwa harga satu setel itu hanya Rp 220 ribu," ungkapnya. Fattah memaparkan, satu setel seragam batik di SMPN 5 terdiri dari kemeja batik warna kuning motif bunga dan bawahan celana untuk siswa putra dan rok untuk siswa putri. Masing-masing berwarna hitam. "Seragam yang ditawarkan sekolah tersebut hanya berupa lembaran kain. Nantinya wali murid yang akan menjahitkan sendiri," paparnya. Fattah menambahkqn, seragam batik tersebut setiap tahunnya tidak mengalami kenaikan atau tetap dengan nominal dengan harga Rp 220 ribu. "Para siswa sudah menerima kain lembaran seragam berkualitas cukup baik. Ya harga segitu, kulitas kain yang didapat sudah bagus lah," pungkasnya. (suf)
Tag :

Berita Terbaru

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh…

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, BIMA – Dalam upaya memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi masyarakat dari bahaya pangan yang tidak memenuhi syarat, Balai Pengawas O…

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya mulai mengintensifkan pemeriksaan kepatuhan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) t…

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) turut mendukung penyelenggaraan Surabaya Electric Forum 2…

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…