PDIP Amankan Menuju 2024

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
ANALISIS POLITIK Pengamat politik asal Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Abdul Chalik menilai, PDI Perjuangan berada di balik kisruh pengesahan sejumlah RUU kontroversial. Menurut pendiri Sunan Giri Foundation ini, DPR RI periode 2014-2019 yang mayoritas berisi kader partai banteng, ngotot mengesahkan UU KPK setelah pembahasan revisi yang kontroversial pula. "Hal itu mereka (PDIP) lakukan untuk mengamankan jalan menuju 2024," ungkap Abdul Chalik kepada Surabaya Pagi, Selasa (1/10/2019). Di lain pihak, sambungnya, Presiden Joko Widodo berada dalam posisi sulit. Pada suatu sisi dia adalah petugas partai yang harus patuh dengan keputusan PDIP. Pada sisi yang lain, dia hendak menjadi negarawan yang berniat mengedepankan kepentingan masyarakat. "Jokowi ini berada dalam dilema. Dalam tataran tertentu, dia adalah petugas partai yang tidak bisa lepas dari kendali partai," ungkap Abdul Chalik. "Namun, dia berupaya menjadi negarawan yang mengutamakan hati nurani," imbuh dia. Upaya Jokowi menjadi negarawan ditunjukkan dengan sikap terbukanya menerima kunjungan sejumlah tokoh bangsa dan kelompok-kelompok masyarakat lainnya, termasuk mahasiswa. Hal itu Jokowi lakukan untuk menuai simpati bahwa dirinya mendapat dukungan. Hanya saja, menurut Abdul Chalik, upaya itu tidak cukup kuat untuk mengimbangi kekuatan besar politik yang sedang menjalankan agendanya. Pasalnya, tokoh-tokoh bangsa yang ditemui Jokowi sudah tidak punya pengaruh signifikan. "Jokowi harus berhitung risiko atau konsekuensi ketika menerbitkan perppu. Bisa-bisa dia berseberangan dengan partai atau bahkan dengan rakyat," tutur Abdul Chalik. Sementara itu, anggota DPR RI periode 2019-2024 baru saja dilantik, Selasa (01/10). Seperti diketahui, PDI Perjuangan menjadi partai yang menuai kursi terbanyak dalam parlemen. Menurut Abdul Chalik, sekitar 51 persen anggota DPR RI merupakan wajah baru, sementara sisa 49 persennya wajah lama. Itu artinya, lanjut Abdul Chalik, PDI Perjuangan dengan jumlah wakil rakyat terbanyak, bakal kian mudah memuluskan langkah mereka menuju 2024 dengan berbagai produk legislasi, termasuk mengesahkan RUU kontroversial. Soalnya, kualitas anggota DPR RI yang sekarang tidak jauh berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya, yaitu di bawah rata-rata. Dengan begitu, elit partai bisa dengan mudah mengendalikan pion-pion mereka di parlemen. "Kalau secara khusus, kualitas wakil rakyat belum bisa diukur karena belum bekerja. Tapi dengan komposisi 49 persen wajah lama, tidak sulit untuk memprediksi bagaimana kualitas wakil rakyat. Misalnya, anggota DPR RI berjumlah 500 orang, yang datang rapat 100 orang, tapi yang tanda-tangan lebih dari separuh, sehingga bisa kuorum," sindir Abdul Chalik. Menurut Abdul Chalik, hubungan antara Senayan dan Istana bakal berlangsung seperti sebelumnya. Bahwa presiden tidak punya kekuatan bila berhadapan dengan legislator sesama partai. "Pasalnya, legislator mengawal kebijakan partai, sementara presiden masih harus berhitung risiko," pungkas Abdul Chalik. n
Tag :

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…