Alim Markus Beri Kiat Enterpreneur Pada Mahasiswa Guna Hadapi Revolusi Indu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Surabaya - Pendiri Maspion Group Alim Markus berbagi kiat berwirausaha kepada ratusan mahasiswa di Auditorium Lantai 9 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Rabu (9/10/2019). Alim mengimbau agar sebelum memulai usaha, calon entrepreneur melihat sisi efisiensi, sustainability (berkelanjutan), keuntungan dan melihat kompetitor. “Melihat posisi kita dalam beberapa tahun ke depan juga sangat penting,” terang Presiden Direktur Maspion group ini. Salah satunya dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Alim menambahkan pentingnya mendirikan convenience store dengan cara transaksi cash less agar keuntungan maksimal dapat dirasakan. Jika modal kecil jangan patah semangat. Alim memberi contoh upayanya membesarkan Maspion dari usaha keluarga. “Jika itu usaha baru semua tenaga dikeluarkan termasuk keluarga, tentu biaya menjadi lebih ringan tapi akhir tujuan adalah satu orang yaitu diri kita,” tambah Alim Markus yang membawahi 30.000 karyawan ini. Meskipun pengusaha kecil dan modal kecil, Alim memberi semangat agar jangan berkecil hati, karena butuh keberanian dan kesiapan untuk melangkah selain dibekali ilmu pengetahuan. Alim Markus sendiri terlahir dari keluarga dengan ekonomi lemah di Kawasan Jalan Kapasan Surabaya. Mengawali karir wirausaha sebagai pengusaha lampu teplok dari sang ayah. Kemudian makin berkembang dengan membuat beberapa peralatan rumah tangga. “Saya lahir dari keluarga minus dan ekonomi lemah di Kapasan,” tandasnya. Umur 15 tahun Alim Markus berhenti sekolah untuk bekerja membantu ayahnya membesarkan usaha UD Logam Djawa. Pada 1971 ia mengelola usaha sendiri dengan nama produk Maspioneer. Namun karena mendapat komplain oleh perusahaan bernama Pioneer, akhirnya berubah menjadi Maspion. Di tangan Alim Markus, Maspion makin agresif dan meluaskan lini produksi alat rumah tangga. Setelah sukses Alim Markus melanjutkan impiannya meraih pendidikan dengan belajar Modern Management Program. Alim Markus juga pernah didapuk menjadi penasehat Presiden Abdurrahman Wahid. Ketelitian dalam menganalisa menjadi salah satu kunci kesuksesan Alim Markus dalam bisnis maupun politik. “Jangan analisa dibarengi dengan emosi semua harus menggunakan pemikiran logis sehingga analisa kita terjamin,” urainya. Dalam kesempatan yang sama Prof Kacung Marijan, Wakil Rektor I Unusa, mengamini penjelasan Alim Markus kepada mahasiswa. “Alim Markus berangkat dari tanggung jawab sebagai anak pertama. Tantangan memikul beban ekonomi keluarga sehingga tidak melanjutkan sekolah tinggi. Kuncinya adalah kerja keras,” kata Prof Kacung. Byob
Tag :

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…