Lambannya Pengiriman Kain Seragam Gratis Membuat Rekanan Didenda Ratusan Ju

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Sejak kontrak kerja berakhir 29 September, hingga Kamis (10/10), pengiriman kain seragam gratis ajaran baru 2019, jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs masih kurang. Lambannya pengiriman tersebut membuat denda yang dikenakan pada rekanan pada hari ke 11 usai masa kontrak mencapai ratusan juta rupiah. Seperti yang nampak di area gedung Tenis Indoor siang kemarin. Sejak Jumat (4/10) lalu, pengiriman dilakukan secara bertahap. Penjaga gedung Tenis Indoor, M Arifin mengatakan, kedatangan kain seragam berjalan bertahap sejak pagi. ’’Datangnya pukul 06.00 WIB. Kemudian bongkar dari kendaraan mulai pukul 07.00 - 11.00 WIB,’’ katanya, Kamis (10/10/2019). Menurut Arifin, pada tahap pengiriman kali ini ada 98 ball atau karung. Masing-masing kain seragam untuk bawahan SD dan SMP. "Kalau lihat surat jalannya tadi begitu. Ada sebagian kain putih. Tetapi saya sendiri tidak berani buka soalnya masih tersegel semua,’’ ujarnya. Dalam pengiriman itu, kain kemudian ditempatkan di lokasi yang berbeda dari pengiriman sebelumnya. Yakni sebelah pojok dekat pintu utama. ’’Barangnya berat, butuh yang dekat pintu sebenarnya itu saja. Apalagi yang nurunkan ini kan tidak pakai alat, itu saja bukan khusus manol,’’ paparnya. Kendati sudah dikirim, belum seluruh kain berada di area gedung. Sebab masih ada kain yang bakal dikirim lagi oleh pihak rekanan. ’’Tadi yang ngirim bilang Insya Allah masih ada yang kirim. Soalnya ketika sampai di sini, tadi ditelpon ada kiriman lagi ke Jombang. Tidak disampaikan besok dikirim jam berapa. Yang jelas di sini siap 24 jam,’’ paparnya. Pengiriman kain seragam itu, lanjut Arifin, juga disaksikan pihak Disdikbud Jombang. Akan tetapi berbeda dengan sebelumnya, kain sudah diambil sample. Untuk kain pengiriman kali ini tidak ada. "Tadi ada Pak Rusman dari dinas yang ikut menerima. Sampai sekarang belum ada pengambilan sample seperti kemarin, hanya dikirim saja,’’ ungkapnya. Lebih lanjut Arifin menegaskan, kain yang akan dikirim selanjutnya akan di tempatkan di titik yang berbeda. ’’Mungkin hari ini kalau jadi dikirim kita siapkan di dekat pintu utama, soalnya lebih dekat. Yang lain ini hampir full,’’ tukasnya. Dari data yang dihimpun, pengiriman dilakukan usai kontrak kerja 29 September lalu baru 129 boks. Sebelumnya ada 97 karung berisi seragam olahraga yang dikirim. Pengiriman kemudian dilakukan kembali Senin (7/10), yakni terdapat 61 karung. Sementara itu, PPK proyek kain seragam gratis Disdikbud, Rendra Kusuma mengatakan, dengan datangnya tambahan kain maka untuk kain seragam nasional sudah lengkap. Sedangkan kain yang kemarin datang sejumlah 98 karung adalah tambahan kekurangan sejumlah kain nasional untuk SD dan SMP yang sebelumnya belum terkirim seluruhnya. “Ya, mayoritas tadi kan bawahan merah yang datang,” katanya. Dengan datangnya seragam ini, pihaknya juga meyebut kekuragan untuk seragam nasional telah tertutup semua. “Nasional kayaknya sudah selesai ya. Tinggal olahraga saja yang belum ini,” katanya. Sementara, pengambilan sampel baru, menurut Rendra akan dilakukan setelah ada kiriman kekurangan seragam selanjutnya. “Mungkin hari ini ya baru kita ambil sampel. Nanti menyusul kita kirim ke Bandung juga,” tegasnya. Kendati dikirim lengkap pihaknya juga memastikan jika denda akan tetap berjalan. Lantaran menurutnya, denda baru akan berhenti setelah seluruh pengiriman dan proses uji lab selesai. “Denda masih jalan,” pungkasnya. Perlu diketahui, dngan denda yang masih berjalan. Dan besaran denda berjalan telah mencapai Rp. 119 juta. (suf)
Tag :

Berita Terbaru

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh…

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, BIMA – Dalam upaya memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi masyarakat dari bahaya pangan yang tidak memenuhi syarat, Balai Pengawas O…

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya mulai mengintensifkan pemeriksaan kepatuhan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) t…

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) turut mendukung penyelenggaraan Surabaya Electric Forum 2…

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…