Sespimmen Melakukan Penelitian dan Pengamatan di Polrestabes Surabaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sebayak 13 orang siswa sekolah lanjutan anggota Polri aktif berpangkat minimal Kompol (Komisaris Polisi) belajar di Polrestabes Surabaya, Senin (21/10/2019). Para siswa yang berpangkat Kompol ini datang untuk meningkatkan karir ke jenjang berikutnya. Wakapolrestabes Surabaya AKBP Dr. Leonardus Simarmata, beserta seluruh pejabat utama Polrestabes Surabaya menyambut sespimmen Polri bertempat di Ruang M Yasin Mapolrestabes Surabaya. "Jadi Surabaya ini memiliki kompleksitas kriminalitas. Selain kuantitas kriminalitas, kualitas kriminal juga banyak terjadi di Surabaya," jelasnya. Sering dengan besarnya angka kriminalitas tersebut, lanjut AKBP Leo, para peserta didik Sespimmen ini akan mempelajari sejumlah kasus di Kota Pahlawan ini. Selain menyampaikan banyaknya kasus kriminal, kasus kriminal yang menjadi sorotan seperti pembakaran istri dan penculikan yang korbannya dibuang di Cangar, Batu, juga menjadi tema pokok bahasan. "Sehingga para siswa bisa belajar melihat cara kerja petugas dalam pengungkapan kasus. Sebab pengungkapan kasus besar di Surabaya membutuhkan kejelian, kecepatan dan ketepatan dalam mengumpulkan saksi dan barang bukti," tandasnya. Sama halnya dengan mahasiswa yang melakukan kuliah kerja lapangan (KKL), para perwira siswa (pasis) Sespimmen Polri pun melakukan hal yang sama, untuk meningkatkan pengetahuan dan profesionalisme mereka dalam menjalankan tugas dan memecahkan persoalan dilapangan. AKBP Leonardus Simramata mengatakan, 13 Siswa Perwira Menengah Polri Dikreg 59 tersebut datang ke Polrestabes Surabaya untuk melakukan penelitian dan pengamatan di Mapolrestabes Surabaya untuk mengimplementasikan materi yang sebelumnya sudah dapat di Lembaga Pendidikan Sespimmen. Perlu diketahui, Sespimmen merupakan sekolah lanjutan bagi anggota Polri aktif berpangkat minimal Kompol (Komisaris Polisi) untuk meningkatkan karir ke jenjang berikutnya. Sehingga, mereka dituntut untuk bisa menganalisa, sekaligus memecahkan berbagai permasalahan kasus kriminal yang dihadapinya kelak.nt
Tag :

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…