Pemerintah Tiongkok Perketat Kebijakan Untuk Para Gamer

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, -Di jaman digital saat ini game ponsel memberikan pengaruh layaknya psikotropika. Tak hanya anak – anak, bahkan orang dewasa tak jarang yang bermain game melalui ponsel mereka. Bermain game memang memilki manfaat yaitu dapat menghilangkan kepenatan. Namun, bermain game secara berlebih akan menghasilkan dampak yang buruk, tidak hanya pada kesehatan namun pada berbagi aspek. Demi mengurangi dampak buruk dari bermain game secara berlebihan, pemerintah Tiongkok mengeluarkan peraturan keras terhadap warganya dalam bermain game. Warga dilarang bermain lebih dari jam 10 malam serta lebih dari 90 menit di hari kerja dan lebih dari tiga jam di akhir pekan atau liburan. Selain durasi dalam memainkan game, pemerintah Tiongkok juga membatasi pengeluaran yang digunakan untuk bermain game. Para gamer (sebutan untuk orang yang bermain game) dibatasi maksimal sekitar 800 ribu dalam sebulan untuk dihabiskan memperkuat karakter gamenya. MelansirThe New York Times pada Minggu (9/11/2019), peraturan tersebut dikeluarkan pemerintah untuk mengatasi masalah kecanduan gim pada anak muda. Para pejabat juga menuding bahwa meningkatnya rabun jauh dan kinerja akademik yang buruk disebabkan karena kebiasaan tersebut. "Masalah-masalah ini memengaruhi kesehatan fisik dan mental anak di bawah umur, serta pembelajaran dan kehidupan normal mereka," kata National Press and Publication dalam pernyataan yang diterbitkan di kantor beritaXinhua. MengutipNPR, peraturan tersebut mengharuskan bahwa masyarakat yang akan bermain gim daring untuk mendaftarkan akun mereka dengan nama asli dan nomor telepon, sehingga pemerintah bisa mengawasi waktu permainan. Selain itu, warga Tiongkok juga dilarang bermain gim yang menggambarkan hal-hal eksplisit seksual, kekerasan, serta perjudian. Di sisi lain, tetap ada kritik terkait hal ini. Salah satunya untuk permainan yang tidak terhubung lewat jaringan internet. Yang Bingben (35), salah seorang pemilik perusahaan industri teknologi mengatakan bahwa dia khawatir masih banyak anak yang menemukan cara untuk tetap bermain gim. Dia mencontohkan putranya yang bermain tanpa perlu koneksi internet. "Kita harus mengembangkan hal-hal baru untuk menggantikan gim," kata Bingben. Dia merekomendasikan pemerintah untuk lebih fokus membangun tempat-tempat olahraga seperti stadion dan lapangan.
Tag :

Berita Terbaru

Balai POM Bima Perkuat Peran Kader Sekolah dalam Mewujudkan Budaya Keamanan Pangan

Balai POM Bima Perkuat Peran Kader Sekolah dalam Mewujudkan Budaya Keamanan Pangan

Jumat, 08 Mei 2026 07:40 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 07:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bima -  Balai POM di Bima, Nusa Tenggara Barat kembali mempertegas komitmennya dalam menciptakan ekosistem sekolah yang sehat dan mandiri. …

Aturan Baru SPMB di Jember, Dispendik Tekankan Sistem Transparan Anti Curang

Aturan Baru SPMB di Jember, Dispendik Tekankan Sistem Transparan Anti Curang

Jumat, 08 Mei 2026 05:20 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menggelar sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran…

Bos Blueray Cargo, Didakwa Suap Pejabat BC Rp 61 Miliar

Bos Blueray Cargo, Didakwa Suap Pejabat BC Rp 61 Miliar

Jumat, 08 Mei 2026 05:15 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pimpinan Blueray Cargo (Grup), John Field, didakwa menyuap sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan uang sejumlah Rp61 …

Kereta Cepat di Makkah

Kereta Cepat di Makkah

Jumat, 08 Mei 2026 05:10 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:10 WIB

Minggu ini, ribuan jemaah haji Indonesia telah tiba dan berkumpul di Makkah dari Madinah untuk melaksanakan umrah wajib dan menanti puncak haji. Sudah sekitar…

Tersangka Dugaan Pemerkosaan Santriwati, Ditangkap di Rumah Juru Kunci Petilasan

Tersangka Dugaan Pemerkosaan Santriwati, Ditangkap di Rumah Juru Kunci Petilasan

Jumat, 08 Mei 2026 05:10 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah (Jateng), Kombes Muhammad Anwar Nasir, mengatakan AS ditangkap Kamis pagi pukul 04.45 WIB…

Urus Dokumen di Era Bupati Gus Fawait, Warga Desa Cukup Datangi MPP Mini

Urus Dokumen di Era Bupati Gus Fawait, Warga Desa Cukup Datangi MPP Mini

Jumat, 08 Mei 2026 05:09 WIB

Jumat, 08 Mei 2026 05:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pemerintah Kabupaten Jember terus melakukan terobosan untuk mendekatkan layanan publik kepada masyarakat di wilayah pinggiran. Di bawah…