SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPR RI Puan Maharani, mulai bicara pelatihan calon manajer yang telah dilakukan.
"Pertama-tama, kami di DPR menyampaikan rasa belasungkawa sedalam-dalamnya terkait adanya korban dalam rangka pelaksanaan hal tersebut. Dan jangan sampai hal tersebut kemudian terulang kembali," kata Puan kepada wartawan di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Puan mendukung evaluasi menyeluruh dalam proses latihan calon manajer. Dia mendorong proses seleksi difokuskan pada pelatihan manajerial sesuai kebutuhan di lapangan.
"Bahwa sudah dilakukan evaluasi, ya kami berharap bahwa itu evaluasi yang bisa dilaksanakan secara menyeluruh. Dan memang rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan ya yang sesuai diharapkan," ujar Puan.
Ketua DPP PDIP itu pun menegaskan akan menindaklanjuti hasil evaluasi pelatihan calon manajer yang telah dilakukan.
"Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan. Nanti akan kami tindaklanjuti. Kita lihat dulu," ujar dia.
Diketahui, Kementerian Pertahanan telah menghentikan latsarmil kepada SPPI calon pengelola atau manajer KDKMP. Pelatihan ini diubah menjadi latihan bela negara dan manajerial.
"Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan. Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, bukan latsarmil lagi," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dilansir Antara, Selasa (30/6).
Perubahan itu dilakukan setelah Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengevaluasi sistem pembelajaran setelah kejadian lima peserta latsarmil meninggal dunia. Rico memastikan kegiatan fisik dan pelatihan yang berkaitan dengan latihan kemiliteran akan dikurangi. n jk,tri
Editor : Redaksi