Puluhan Warga China Terkait Penipuan Online Siap Dideportasi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta –Puluhan warga negara (WN) Cina yang terlibat kasus penipuan online diserahkan Polda Metro Jaya kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kemeterian Hukum dan Hak Asasi Manusia. "Sesuai koordinasi kami dengan Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri dan juga Imigrasi. Maka Hari ini kami serahkan ke Imigrasi untuk diproses lebih lanjut," kata Direktur Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Iwan Kurniawan, Kamis (28/11/2019). Iwan menyebut, dari 85 WN China yang tertangkap hanya 80 yang terlibat dalam kasus penipuan online. "Lima orang lagi setelah kami periksa mereka tidak terlibat. Karena ada sesuatu terkait dengan alat komunikasi mereka yang terkena hack. Jadi kami pastikan mereka tidak terlibat," ucap dia. Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono menjelaskan, Tim Gabungan Polda Metro Jaya meringkus 91 orang yang terlibat dalam sindikat penipuan online. 85 orang berstatus WNA Tiongkok, sedangkan sisanya merupakan warga Indonesia. Namun, Gatot menegaskan, 6 WNI yang disebutkan tidak terlibat dalam aksi penipuan, mereka hanya ditugaskan oleh tersangka untuk membersihkan rumah dan sebagai pemandu wisata. "Kami lakukan penindakan terhadap kelompok tersebut. Kami sita handphone, komputer, laptop dan sebagainya. Yang kami amankan dari 85 orang WNA Tiongkok, 11 di antaranya wanita," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Selasa (26/11/2019). Dari penuturan Gatot, para pelaku berperan seolah olah sebagai Polisi, Jaksa dan Bankir. Mereka ingin menghubungi warga negara Tiongkok yang bermasalah dengan hukum atau ingin berinvestasi. Menurutnya, kawanan penipu tersebut bukanlah penipu awam. Pasalnya, dari peralatan yang mereka siapkan terbilang memadai. Para pelaku merancang boks yang akan digunakan ketika menghubungi korbannya. Sehingga tidak terdengar suara bising. "Ketika korban membayar kepada kelompok ini kemudian uang diambil dan mereka menghilang. Itu modus yang mereka lakukan,” ucap dia. Dari perkembangan saat ini total uang yang berhasil mereka raih berjumlah Rp 36 miliar. "Jadi rekeningnya korbannya ada di Cina sana, mereka hanya menggunakan tempat kita disini untuk bertranskasi ataupun alat telekomunikasi lain sehingga korban menjadi tertarik mengeluarkan uangya apakah korban ada pemasalahan atau investasi begitu keluar langsung menghilang," ujar dia.
Tag :

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…