Jelang Nataru, Jalan Raya Porong Tak Layak Lalui

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Jalan nasional di Provinsi Jawa Timur telah dipastikan siap dilalui oleh Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VIII untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Namun, BBPJN VIII juga menyarankan agar Jalan Raya Porong untuk ditutup. Hal ini dikarenakan, jalan tersebut telah mengalami penurunan. Kepala BBPJN VIII Ahmad Subki mengungkapkan, saran penutupan didasari kualitas jalan Raya Porong yang sudah tidak layak untuk dilalui, utamanya oleh kendaraan besar. "Jalan itu sudah mengalami penurunan, jadi tidak layak," ucapnya. Apalagi paska dibangunnya Jalan Arteri Porong, pihak BBPJN VIII juga sudah menyarankan untuk penutupan. Ditambah sekarang sudah mulai masuk musim hujan. Aspal akan mudah rusak jika terkena air dan tergenang. "Kita sudah kirim surat ke provinsi, tapi juga belum ada persetujuan," katanya. Subki juga menyebut memang ada pertimbangan tersendiri dalam keputusan untuk menutup Jalan Raya Porong. Pihak-pihak terkait seperti Dinas Perhubungan Sidoarjo juga harus memperhatikan tuntutan masyarakat. "Jalur itu lebih pendek, para pemotor juga masih butuh jalur tersebut," katanya. Kendati sudah mengajukan penutupan, pihak BBPJN VIII tetap akan melakukan perawatan jalan. Salah satunya persiapan menjelang liburan Natal dan Tahun Baru mendatang. Sementara itu jika dikalkulasi di tingkat provinsi, kemantapan jalan nasional di Jawa Timur saat ini mencapai 93,18 persen atau sepanjang 2.200,19 km dari total panjang jalan nasional di Jatim yang mencapai 2.361,23 km. Untuk jalan yang statusnya tidak mantap hanya 6,82 persen atau 161,04 km. Sedangkan yang rusak berat 0,83 persen atau 19,60 km, rusak ringan 5,99 persen atau 141,44 km, sedang 45,48 persen atau 1.073,89 km. Sementara sisanya dalam kondisi baik mencapai 47,70 persen atau 1.126,31 km. Guna menunjang kelancaran arus di libur Nataru, BBPJN VIII juga telah menyiapkan 26 posko yang tersebar di beberapa titik di Jatim. "Posko ini untuk respon cepat apabila ada kerusakan jalan," pungkasnya.
Tag :

Berita Terbaru

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Jalan Sehat Diwarnai Kendala, Pemprov Jatim Akui Distribusi Kupon Belum Optimal

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 20:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan dalam pelaksanaan Jalan Sehat 1 M…

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

MPR RI Minta Dana Tambahan Rp 945 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sekjen Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII DPR RI, di…

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Mahasiswa UGM: Jangan Anggap Kritik Sebagai Gangguan

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri ATR/BPN Nusron Wahid buka suara mengenai kejadian acara diskusi di Universitas Gadjah Mada (UGM) berujung digeruduk…

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

PDIP Jadikan Jokowi Studi Kasus Kekuasaan dan Ambisi

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyebut partainya tak akan melupakan Jokowi dan menjadikannya sebagai bahan pembelajaran di internal…

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Buron Korupsi Rp 10,1 Triliun Eddy Tanzil, Sisakan 51,6 Miliar

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kini, aset terpidana kasus korupsi sekaligus buron legendaris dari tahun 1996, Eddy Tansil senilai Rp 51.682.537.000 (51,6…

Damai elektronik, AS-Iran

Damai elektronik, AS-Iran

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

Selasa, 16 Jun 2026 19:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan damai diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS…