Proyek TPT Rp 1,5 M Dibangun Asal Jadi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Gresik - Pengerjaan beberapa proyek infrastruktur di wilayah Gresik Utara dinilai banyak menyimpang dari perencanaan dan terkesan asal jadi. Ketua LSM Ilham Nusantara Charif Anam menyebut hampir semua proyek infrastruktur yang dibiayai APBD Gresik 2019 digarap asal-asalan. Seperti temuannya pada proyek pembangunan TPT (tembok penahan tanah) Utara di Desa Lasem - Sukorejo, Kecamatan Sidayu. "Proyek tersebut asal jadi saja. Ada perubahan material perencanaan namun nilai sesuai tender tidak berubah. Secara prosedural, harusnya ada perubahan perencanaan," ungkapnya, Kamis (19/12). Proyek TPT Utara senilai hampir Rp 1,5 miliar tersebut digarap oleh CV Mustika dengan konsultan pengawas CV Adhitya Bregas Jaya. Proyek ini bagian dari program peningkatan kualitas jalan dan jembatan pada Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik tahun anggaran 2019. Menurut Charif, meski pada praktiknya proyek ini dikerjakan asal-asalan karena tidak sesuai dengan perencanaan namun pihak DPUTR tidak melakukan teguran apalagi upaya untuk menghentikan kegiatan di lapangan. "Sehingga saya menduga adanya kongkalikong antara pihak PU dan pemenang tender. Saya mensinyalir ada upeti dari pemenang tender ke oknum PU," ujarnya tegas. Sikap lemah PU yang tidak berani menegur bahkan menghentikan pekerjaan yang tidak sesuai prosedur menunjukkan adanya permainan di balik proyek bernilai miliaran rupiah itu. Kejanggalan kasatmata pada proyek tembok penahan tanah ini terlihat pada pemasangan batu hitam dan tidak pembesian sesuai draf perencanaan. Material batu yang seharusnya dipasang sesuai perencanaan adalah jenis batu kali. Namun pada kenyataan setelah proyek selesai digarap yang menempel adalah jenis batu hitam. Ketika perubahan material tersebut ditanyakan Charif Anam dalam forum hearing pada 27 Nopember 2019 dengan pihak konsultan pengawas, jawabnya cukup menggelikan. Alasannya untuk penyesuaian harga karena harga batu kali terlalu tinggi dan sulit didapat. "Alasan konsultan tidak dapat dipertanggungjawabkan karena berdasarkan perencanaan yang tidak diubah dan anggaran juga tetap dan tidak berubah. Nah dari situ saja bisa kita tarik kesimpulan bahwa perubahan perencanaan diduga tidak sesuai prosedur yang benar," tukas Charif. Ditambahkan, sejatinya material yang digunakan harus diuji terlebih dahulu sebelum dipasang namun pada proyek ini dipasang dulu baru diuji. "Apa ini bukan panggung dagelan? Kami tidak akan berhenti disini, kami akan usut dugaan tindak pidana korupsinya," ucapnya berjanji. Terakhir aktivis antikorupsi itu mendesak pihak PU Bina Marga membongkar proyek TPT Utara karena tidak sesuai dengan perencanaan awal. Sementara pihak dinas PUTR yang dimintai konfirmasi sekitar persoalan ini belum dapat dihubungi. did
Tag :

Berita Terbaru

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Hasan (37) yang ditemukan tewas di kawasan J…

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) d…

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong adanya…

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kehidupan nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kian terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Reklamasi p…

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Komitmen Layani CJH, Pemkab Lamongan Kerahkan PPIH hingga KBIH

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pelayanan jamaah calon haji pada musim haji 2026, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan mengerahkan…