Tak Gentar Bersaing dengan McDonald

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Lebah, sebagian orang tentu menganggap hewan ini sebagai hewan yang menakutkan yang memiliki sengatan menyakitkan. Namun, tidak dengan Tony Tan Caktiong. Tony malah mengambil lebah sebagai filosofi berdirinya warung es krim pertama di Filipina. SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Menurut dia, lebah dikenal sebagai hewan pekerja keras untuk menghasilkan madu. Mereka juga kerap kali dijuluki sebagai pedagang yang membuat pelanggannya bahagia. Inilah yang membuat ia menamakan perusahaanya Jollibee. Jollibee adalah kedai es krim rintisan Tony yang membuat anak dari keluarga imigran asal China ini sebagai orang terkaya nomor tujuh di negeri lumbung padi ASEAN tersebut. Tan sendiri lahir dari orang tua imigran Tiongkok dari Fujian, dengan latar belakang keluarga miskin yang tengah mencari peruntungan di negara Filipina dengan harapan mereka dapat memiliki kehidupan yang lebih baik. Dia bersekolah di sekolah tinggi di Chiang Kai Shek College dan lulus dari Universitas Santo Tomas dengan gelar sarjana teknik kimia. Darah bisnis restoran rupanya telah mengalir deras di tubuh Tonny Tan. Awalnya, Tony belajar memasak melalui ayahnya yang bekerja sebagai koki di kuli. Sudah mahir dalam memasak, Tonny akhirnya mencoba memberanikan diri bekerja di sebuah restoran di Davao dengan ilmu yang hanya dari ayahnya itu. Dari hasil kringat bekerja di Davao itulah, Tony Tan bisa menimba ilmu di Universitas Santo Tomas. Di Universitas tersebut, Tony mendapat kesempatan berkunjung di salah satu pabrik es krim ternama di Magnolia. Tidak disangka-sangka, ketika kunjungan itu, Tony dengan darah bisnisnya melihat sebuah poster yang menunjukkan pengumuman waralaba perusahaan es krim dengan modal 17.500 peso setiap cabangnya. Berasa mendapatkan durian runtuh, Tony akhirnya mengabari keluarganya dan langsung mengambil peluang waralaba salah satu gerai es krim. Disinilah awal perjuangan Tony Tan sebagai pengusaha di mulai, waktu itu di akhir tahun 1970-an. Tony dan keluarga sepakat untuk membeli dua lisensi dagang es krim tersebut kemudian diberi nama Cubao Ice Cream House dan Quiapo Ice Cream House. Ketika bisnis mereka menjadi semakin sukses, mereka mulai mempekerjakan lebih banyak orang untuk membantu mereka mengelolanya. Dua tahun kemudian, ia memutuskan untuk menyajikan hamburger, ayam goreng, dan spageti ketika orang-orang mulai mengatakan kepadanya bahwa mereka tidak ingin makan es krim sepanjang waktu. Saat itulah mereka memutuskan untuk mengubah citra dan mengubah nama mereka menjadi "Jollibee" karena mewakili mereka sebagai perusahaan, dan orang-orang yang mereka layani - pekerja keras dan bahagia. Tidak lama setelah itu, muncullah restoran makanan cepat saji McDonald, Jollibee tidak pernah memusingkan akan persaingan dengan Mcdonald. Dengan sendirinya, meski Mcdonald berkembang pesat, McDonald gagal mengambil alih popularitas Jollibee. Hal itu karena, menurut Tony, McDonald tidak tahu budaya makanan lokal. Orang Filipina memiliki rasa manis pada makanan, jadi Jollibee memutuskan untuk menyajikan spageti dengan rasa yang lebih manis. Orang Filipina suka mencium semua yang mereka makan, yang merupakan alasan di balik tagline “Langhap Sarap” yang telah mereka gunakan untuk sementara waktu sekarang. Saat ini Jollibee memiliki tarif 25 juta peso Filipina untuk biaya waralaba. Jollibee di Filipina juga mengakuisisi restoran cepat saji seperti Chowking, Greenwich, Delifrance, Red Ribbon, dan Mang Inasal. Dan Tony Tan sendiri menempati peringkat 529 di dunia dalam daftar Forbes Billionaires 2019 dengan total harta US$ 2,9 miliar atau setara Rp 40,6 triliun (kurs Rp 14.000).
Tag :

Berita Terbaru

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Sengketa Tanah Lontar Surabaya Kembali Mengemuka di DPR RI

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

Senin, 06 Apr 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sengketa tanah di kawasan Lontar, Surabaya kembali menjadi perhatian nasional setelah dibawa ke forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) K…

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

KPK Geledah Rumah Kadiskominfo, Sita 2 HP dan Dokumen SPPD

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:54 WIB

‎SURABAYAPAGI, Kota Madiun – KPK menyita dua handphone dan dokumen SPPD saat menggeledah rumah Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mad…

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Warga Tolak KKMP di Lapangan Josenan, Kelurahan Pilih Pending Proyek ‎

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

Senin, 06 Apr 2026 17:52 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Rencana pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Lapangan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ditolak warga. Pem…

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Jelang Keberangkatan, Ratusan Calon Jamaah Haji Asal Lamongan Belum Terima Seragam

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

Senin, 06 Apr 2026 16:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang keberangkatan ibadah haji 1447 H tahun 2026, ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Lamongan, dilaporkan belum…

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Nekat Seberangi Palpin Rel KA Sambil Angkat Sepeda, Kakek 74 Tahun Tewas Disambar Kereta Api

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Nandam 74 warga Desa Bendosari Kec.Sanankulon Kab.Blitar nekat seberangi Rel KA yang tak berpalang pintu, yang berujung tertemper…

PMI Kota Mojokerto Lampaui Target Kuartal I, Optimistis Capai 22 Ribu Kantong Darah di 2026

PMI Kota Mojokerto Lampaui Target Kuartal I, Optimistis Capai 22 Ribu Kantong Darah di 2026

Senin, 06 Apr 2026 15:39 WIB

Senin, 06 Apr 2026 15:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Kinerja Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto menunjukkan capaian positif di awal tahun 2026. Hingga kuartal pertama, PMI…