Terkait Kasus Stunting, Ini yang Dikatakan Ketua DPRD Jombang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Jombang - Terkait kasus stunting di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mendapat respon dari wakil rakyat. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang merasa prihatin dengan kasus yang terjadi di wilayahnya. Ketua DPRD Jombang, Masud Zuremi menegaskan, bahwa pihaknya memerintahkan kepada Pemkab Jombang, melalui Dinas Kesehatan dan berbagai pihak yang terkait harus turun, karena ini tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat di bidang kesehatan. "Kesehatan adalah masalah yang urgent, masalah pokok bagi kehidupan manusia. Bagi Dinkes, anggaran-anggaran yang terkait dengan itu, sejauh mana telah dilaksanakan untuk penanggulangan stunting," tegasnya, kepada jurnalis di kantor DPRD Jombang, Jumat (27/12/2019). Masud menjelaskan, bahwa penanganan stunting ini tidak bisa dibebankan pada satu dua pihak. Tapi masyarakat juga harus tahu melalui sosialisasi terkait dengan gizi, pemberian asi, dan soal penanganan stunting. "Stunting ini bisa terjadi di berbagai elemen masyarakat. Tidak hanya pada masyarakat ekonomi lemah, namun juga terjadi pada orang yang mampu secara ekonomi bisa terjadi anak-anaknya terkena stunting," jelasnya. Untuk itu Masud menekankan, bahwasanya ini harus menjadikan kejelian dari pemerintah. Apa sebenarnya yang harus menjadi penanganan yang konkrit dalam mengatasi stunting. "Saya segera perintahkan untuk segera rapat koordinasi, rapat kerja antara Komisi D dengan Dinas Kesehatan, dan termasuk badan keluarga berencana terkait dengan layak anak dan stunting," pungkasnya. **foto** Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa Mohammad Ibrahim (4), balita dari Dusun Ngares, Desa Kebondalem, Kecamatan Bareng, diduga menderita gangguan pada fungsi otak atau Cerebral Palsy. Mohammad Ibrahim merupakan putra dari pasangan Nila Purwanti dan Saiful. Dan saat ini, Ibrahim diasuh oleh neneknya, Partini. Karena sang ibu bekerja di Malang, sedang sang ayah tidak diketahui keberadaannya.(suf)
Tag :

Berita Terbaru

Bocah 5 Tahun Jatuh dari Lantai 3 Rumah Sakit Hermina Madiun, Nyawa Tak Tertolong

Bocah 5 Tahun Jatuh dari Lantai 3 Rumah Sakit Hermina Madiun, Nyawa Tak Tertolong

Jumat, 01 Mei 2026 07:30 WIB

Jumat, 01 Mei 2026 07:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun -Peristiwa tragis terjadi di Rumah Sakit Hermina Madiun, Rabu (29/4/2026) siang. Seorang bocah berinisial IZ (sekitar 5 tahun)…

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Pria Asal Sampang Tewas Dibacok di Wonokusumo Surabaya, Polisi Dalami Motif dan Buru Pelaku

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 18:05 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Aparat kepolisian masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang pria bernama Hasan (37) yang ditemukan tewas di kawasan J…

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

KPK Perluas Penyidikan Kasus Maidi, ASN Pemkab Madiun Ikut Diperiksa

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 16:49 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi. Sejumlah s…

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

66 Kasus Penyalahgunaan Energi Subsidi Terungkap di Jatim, 79 Tersangka Diamankan

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 15:19 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) d…

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Lewat Poklahsar, Pemkab Sumenep Dongkrak Nilai Tambah Hasil Laut Nelayan

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Melalui pembentukan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur mendorong adanya…

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Reklamasi Mengubah Nasib: Nelayan Mengare Gresik Kian Terhimpit, Dari Ratusan Ribu Kini Hanya Puluhan Ribu

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

Kamis, 30 Apr 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Kehidupan nelayan di Pulau Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, kian terpuruk dalam beberapa tahun terakhir. Reklamasi p…