Ngaku Polisi, Tipu Beberapa Wanita Hingga Gasak 20 Motor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYA PAGI, Lamongan - Petualangan Farid Wahyudi (27), warga Dusun Kalikapas RT.03 RW. 02 Desa Sidomukti Kec./Kab. Lamongan, yang mengaku sebagai Polisi dan menipu beberapa wanita, berhasil dibekuk oleh Satreskrim Polres setempat bersama komplotannya. Kini pria yang berhasil menggasak 20 motor di 5 TKP Lamongan, Gresik, Malang, Jombang dan Bali tersebut harus mendekam disel tahanan Mapolres Lamongan untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya. Tersangka yang mengaku sebagai Polisi tersebut, seperti disampaikan oleh Kapolres Lamongan AKBP Harun, Senin (27/1/2010) ditangkap bersama dua temannya dan satu ya lagi masih dalam lidik untuk membongkar jaringannya. Pelaku yang berhasil ditangkap dan diamankan selain Farid adalah ada Yosi Sanjaya (28) warga Dusun Grogol RT. 02 RW. 04 Ds. Sugihwaras Kec. Deket Lamongan dan Mas Hendrik Kusyanto (27) Dusun Geneng Desa Deket Kulon Kec. Deket Lamongan. Disebutkan oleh Harun panggilan Kapolres Lamongan, ketiga tersangka untuk menipu calon korban mempunyai peran yang berbeda. Tersangka Farid mencari sasaran calon korban, sedangkan tersangka Yosi Sanjaya berperan mengambil motor, untuk tersangka Mas Hendrik Kusyanto berperan sebagai penjual motor, bersama Imam yang masih dikeler oleh tim penyidik. Penangkapan terhadap tersangka kata Harun, dilakukan pada Minggu (27/1/2020) oleh Team Jaka Tingkir Sat Reskrim Polres Lamongan. Tersangka Farid dkk ditangkap di Rumah kost Desa Sumber Kec. Bunder Kab. Gresik. Selanjutnya Team Jaka Tingkir Sat Reskrim Polres Lamongan melakukan penangkapan, dan membawa tersangka ke Polres Lamongan untuk dimintai Keterangan, dan dilakukan penyidikan lebih lanjut. Hasil Pengembangan kata Harun, Seluruh hasil kejahatan berupa kendaraan sepeda motor yang didapat oleh pelaku Farid diserahkan kepada ke tiga pelaku yang lain, dan selanjutnya oleh ke tiga pelaku tersebut di jual melalui aplikasi Jual beli Online (COD) dan jual beli dilakukan secara terputus. Mereka selama beraksi dimulai Bulan Oktober 2019 s/d Januari 2020, pelaku pernah melakukan perbuatan yang sama di beberapa Tempat sebanyak 20 TKP diantaranya, Lamongan 9 TKP, Gresik 7 TKP, Malang 2 TKP, Jombang dan Bali masing-masing 1 lokasi kejadian. Dengan total hasil kejahatan sebesar Rp 50,1 Juta, uang hasil kejahatan digunakan oleh para pelaku untuk berfoya foya dan sebagian untuk mencukupi kebutuhan sehari hari. Barang bukti yang berhasil diamankan dan disita diantaranya, 4 (Empat) buah Handphone (sarana kejahatan), 3 (Tiga) buah dompet. (hasil kejahatan), 1 (Satu) buah jaket jeans warna biru. (hasil kejahatan), 1 (Satu) buah replika senjata api mainan. (sarana kejahatan), 1 (Satu) buah jam tangan. (hasil kejahatan), 1 (Satu) buah kaos warna hitam. (hasil kejahatan), 1 (Satu) buah Helm warna merah. (hasil kejahatan) 1 (Satu) buah sandal merk ADIDAS (hasil kejahatan). Selain itu ada 1 (Satu) unit sepeda motor Honda Vario 125 CC warna hitam Nopol : S-2512-MN. Yang digunakan sebagai sarana, 1 (satu) unit Sepeda motor Honda CBR 150 CC warna merah Nopol S 4345 JAC yang digunakan sebagai sarana. "Kejahatan yang dilakukan oleh pelaku tergolong sangat meresahkan, karena untuk menakut-nakuti korbannya, pelaku mengaku sebagai anggota Polisi dengan menunjukkan replika senjata api, dan sebagian besar korbannya adalah wanita dan anak," terangnya. Atas kejahatan yang didakukan para tersangka tersebut, mereka terancam hukuman maksimal 7 tahun penjara, karena disangkakan Pasal Pencurian dengan pemberatan atau penipuan atau penggelapan atau turut serta Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 dan atau 372 atau 378 KUHP atau 55 ayat (1) KUHP. jir
Tag :

Berita Terbaru

Gegara Vidio Call Berakhir Bullying di MTS, Kini dalam Penanganan Sat Reskrim Polres Blitar

Gegara Vidio Call Berakhir Bullying di MTS, Kini dalam Penanganan Sat Reskrim Polres Blitar

Minggu, 23 Agu 2026 11:03 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 11:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Menindaklanjuti informasi yang diterima melalui layanan Call Center 110 terkait dugaan aksi bullying terhadap pelajar di wilayah…

Dorong Gerakkan Ekonomi Desa, Pemkab Magetan Dukung BUMDes UMKM Fair

Dorong Gerakkan Ekonomi Desa, Pemkab Magetan Dukung BUMDes UMKM Fair

Minggu, 23 Agu 2026 10:58 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Dinilai mampu menggerakkan ekonomi rakyat di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, berkomitmen mendukung ajang…

Lewat Inovasi Digital Berbasis AI, Pemkot Surabaya Terus Perkuat Iklim Investasi

Lewat Inovasi Digital Berbasis AI, Pemkot Surabaya Terus Perkuat Iklim Investasi

Minggu, 23 Agu 2026 10:41 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 10:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna memperkuat iklim investasi di kota setempat sekaligus mempermudah para pelaku usaha, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya…

Meriahkan HUT RI ke-81,  Pemdes Janti Gelar Jalan Sehat Pererat Silaturahmi Antar Warga

Meriahkan HUT RI ke-81,  Pemdes Janti Gelar Jalan Sehat Pererat Silaturahmi Antar Warga

Minggu, 23 Agu 2026 10:18 WIB

Minggu, 23 Agu 2026 10:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Suasana meriah mewarnai peringatan HUT ke - 81 Republik Indonesia di Desa Janti, Kecamatan Tarik. Ribuan warga tumpah ruah…

Kejaksaan Didesak Telusuri Uang Anggota KPRI Sejahtera Jombang yang Capai Miliaran

Kejaksaan Didesak Telusuri Uang Anggota KPRI Sejahtera Jombang yang Capai Miliaran

Sabtu, 22 Agu 2026 18:51 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 18:51 WIB

SURABAYA PAGI, Jombang- Aktivis dari LSM ALMAS Independen, Arifin mengungkapkan kejanggalan dalam kasus Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Sejahtera…

Diikuti Ratusan Regu, Gerak Jalan Kota Mojokerto Meriah Bertabur Kostum Menarik

Diikuti Ratusan Regu, Gerak Jalan Kota Mojokerto Meriah Bertabur Kostum Menarik

Sabtu, 22 Agu 2026 15:07 WIB

Sabtu, 22 Agu 2026 15:07 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Sebanyak 120 regu pelajar dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Lomba Gerak Jalan Merah Putih Kota Mojokerto, Sabtu (2…