Penetapan Lambang Hewan Didasarkan pada Bulan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Asal-Usul dan Sejarah Hadirnya Shio (1) SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Setelah membahas nasib dan keberuntungan dari masing-masing shio, tidak afdol rasanya jika tidak mengetahui asal usul kemunculan shio di penanggalan China hingga dijadikan sebagai ladang untuk meramal masa depan sang punggawa masing-masing shio. Shio sendiri dalam bahasa Indonesia diambil dari lafal dialek Hokkian sheshio (Hanzi: 生肖,pinyin: shengxiao) yang lazim dituturkan di Indonesia. Seperti yang kita kehatui, ada dua belas hewan yang mewakili tahun, bulan, dan jam tertentu dalamastrologi Tionghoa. “Dalam astrologi Tionghoa, lambang hewan shio yang ditetapkan berdasarkan tahun menunjukkan cara orang lain memandang dirimu atau dirimu memandang dirimu sendiri. Sebuah kesalahpahaman umum bahwa lambang hewan shio hanya ditetapkan berdasarkan tahun,” tegas Master Feng Shui. Nyatanya, penetapan lambang hewan shio ini juga didasarkan atas bulan (disebut "binatang dalam"), hari (disebut "binatang sejati"), dan jam (disebut "binatang rahasia"). Dengan kata lain, seseorang yang memiliki shio naga berdasarkan tahun juga bisa memiliki shio ular berdasar bulan kelahiran. 12 binatang dalam shio terbentuk pada masa awalperadaban Tiongkok, sehingga sangat sulit menelusur asal-muasalnya. Banyak kisah dan cerita yang menceritakan mengenai penetapan dua belas hewan ini menjadi bagian dari shio. Sejarah shio pertama kali diumumkan oleh Huang Ti (Kaisar Kuning). Ia adalah kaisar yang paling agung sepanjang sejarah Bangsa Cina. Ia juga dianggap sebagai “Bapak Kebudayaan Cina”. Siklus zodiak Cina diumumkan sekitar tahun ke-61 masa pemerintahannya. Sistem siklus zodiak yang dimaklumatkan oleh Kaisar Huang Ti berhubungan erat dengan sistem penanggalan Cina yang sudah dikenal dan berlaku sejak tahun 2637 SM (Sebelum Masehi). Satu siklus lengkap terdiri dari lima siklus biasa. Satu siklus biasa berjalan sepanjang 12 tahun. Satu siklus lengkap membutuhkan waktu 60 tahun. Sekarang ini, kita berada dalam siklus lengkap ke-78 yang dimulai dari tahun 1984 dan akan berakhir pada tahun 2004. Ke-12 tahun siklus biasa itu dinamakan sesuai nama binatang tertentu. Konon, ketika Sang Budha bersiap-siap naik ke Nirwana, dipanggilah semua binatang untuk menghadap. Binatang yang paling tanggap pada panggilan Sang Budha pertama kali adalah Tikus. Setelah Tikus, muncul Kerbau dan Macan. Kelinci dan Naga menyusul setelah itu. Kemudian, berturut-turut datanglah Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan yang terakhir adalah Babi. Nama binatang-binatang inilah yang digunakan untuk mewakili nama tahun dalam siklus zodiak Cina. “Dalam Kebudayaan Cina kuno, setiap tanda binatang dikenal sebagai “Cabang Bumi”. Binatang tahun kelahiran akan mempengaruhi kepribadian dan kehidupan seseorang serta alam semesta dan seluruh isinya.” Kata Master Feng Shui. Tentang nama binatang dalam zodiak Cina tersebut, ada sebuah pepatah Cina kuno yang menyebutka bahwa “inilah binatang yang tersembunyi di dalam lubuk hatimu”. Keberadaan setiap Cabang Bumi selalu terpadu bersama satu dari lima unsur. Lima unsur tersebut, yaitu Kayu yang diperintah oleh Planet Jupiter, Api oleh Planet Mars, Tanah oleh Planet Saturnus, Logam oleh Planet Venus, dan Air oleh Planet Merkurius. Setiap unsur dari lima unsur ini mempunyai sifat yang berbeda. Ada yang bersifat Yin dan ada yang bersifat Yang. Dari ke-12 Cabang Bumi itu, Tikus, Macan, Naga, Kuda, Monyet, dan Anjing merupakan kelompok Yang. Sementara, sisanya seperti Kerbau, Kelinci, Ular, Kambing, Ayam, dan Babi termasuk kelompok Yin.
Tag :

Berita Terbaru

Ratusan Anak Lamongan Ikuti Khitan Massal

Ratusan Anak Lamongan Ikuti Khitan Massal

Selasa, 23 Jun 2026 20:41 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 20:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Masih dalam rangka Hari Jadi Lamongan (HJL) ke 457 tahun, dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, digelar sunatan massal, yang…

Ribuan Relawan Aksi di depan Kantor Pemkab Lamongan, Minta MBG Dilanjutkan

Ribuan Relawan Aksi di depan Kantor Pemkab Lamongan, Minta MBG Dilanjutkan

Selasa, 23 Jun 2026 20:36 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 20:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Aksi untuk mendesak dan mendukung kelanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disuarakan oleh relawan di mana-mana, tak…

AQUVIVA Ajak Masyarakat Terapkan Panduan Hidrasi 3-2-1

AQUVIVA Ajak Masyarakat Terapkan Panduan Hidrasi 3-2-1

Selasa, 23 Jun 2026 18:12 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI : Dalam momentum Hari Hidrasi Nasional, AQUVIVA merek air minum dalam kemasan (AMDK) dari WINGS Food yang pertama di Indonesia menggunakan…

RUPS PT. Gudang Garam Tebar Dividen Rp1,54 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp 800 per Saham

RUPS PT. Gudang Garam Tebar Dividen Rp1,54 Triliun, Pemegang Saham Terima Rp 800 per Saham

Selasa, 23 Jun 2026 18:09 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri – PT Gudang Garam Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Senin (23/6/2026) di Grand Surya Hotel, Jalan Dhoho No. …

Mengaku Ogah Tanggung Beban Sendiri, Sugiri Sancoko 'Gigit' Lisdyarita di Sidang Korupsi Ponorogo

Mengaku Ogah Tanggung Beban Sendiri, Sugiri Sancoko 'Gigit' Lisdyarita di Sidang Korupsi Ponorogo

Selasa, 23 Jun 2026 17:55 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 17:55 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Terdakwa kasus dugaan gratifikasi dan korupsi Kabupaten Ponorogo, Sugiri Sancoko, meluapkan kekesalannya dalam persidangan di P…

Khitan Massal Gratis Pemkab Madiun Diserbu Warga, Peserta Tembus 306 Anak  ‎

Khitan Massal Gratis Pemkab Madiun Diserbu Warga, Peserta Tembus 306 Anak ‎

Selasa, 23 Jun 2026 17:13 WIB

Selasa, 23 Jun 2026 17:13 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Antusiasme warga mengikuti khitan massal gratis yang digelar Pemerintah Kabupaten Madiun membludak. Dari target awal 290 peserta, ju…