Virus Corona Sembuh dengan Back to Nature

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Masyarakat seluruh dunia saat ini sedang digemparkan dengan virus corona yang tiba-tiba menjalar dan memakan korban yang sangat banyak. Ada yang berpendapat bila virus tersebut merupakan hasil dari senjata biologi China yang kemudian bocor, namun juga tidak membenarkan serangkaian peristiwa penyebaran virus tersebut. Tim SurabayaPagi kemudian mencoba menemui Suhu Haryanto untuk meminta pendapat mengenai virus tersebut. “Saya memprediksi bahwa tahun 2020 pada tikus logam di dalam perhitungani jing masuk dalam heksagramMing Yi (memudarnya cahaya, pada bagian kesehatan tertulis tentang munculnya penyakit misterius yang tidak terduga dan terkait dengan sistem pernafasan.kemudian bintang 7 pada penguasa tahun ini berusnsur logam dan memiliki arti paru-paru atau sistem pernafasan,” ujarnya. Virus corona merupakan virus yang menyerang organ pernafasan manusia, virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Virus ini bisa menyebabkan gangguan pernafasan akut, pneumpnia akut, hingga kematian pada penderitanaya. Suhu Haryanto juga berbagi tentang pendapatnya mengenai virus tersebut yang sengaja disebar oleh pemerintah China, menurutnya ada tiga alasan penting, Yaitu pertama: China tidak sedang berperang dengan negara manapun. Kedua: China adalah negara pemberi pinjaman terbesar di dunia. Bukan hanya kepada negara berkembang tetapi juga negara maju seperti AS dan Eropa. Ketiga: bila China gunakan senjata biologi , yang rugi dia sendiri. Contoh dengan adanya wabah Coronavirus ini bursa negara di Asia, Eropa dan AS jatuh. Tentu akan semakin kecil potensi mereka mengembalikan pinjaman ke China. Dan tentu akan semakin mengurangi daya beli mereka atas produk China. Ketakutan masyarakat saat ini adalah bagaimana virus tersebut dapat disebuhkan hingga tidak menular kenegara lain. Suhu Haryanto juga menjelaskan bila virus tersebut juga bisa dapat disembuhkan. “Banyak yang ketakutan dengan virus ini, tapi virus ini juga sedang diteliti oleh para ilmuan tentang bagaimana penanganan terbaik untuk orang-orang yang sudah terinfeksi. Untuk penyembuhan masyrakat di anjurkan untukback to nature atau kembali memanfaatkan hasil alam dan berterimakasih kepada semesta. Sebetulnya hanya itu, pemerintah disana pun juga menganjurkan untuk mengkonsumsi masakan yang dimasak dari tumbuhan,” jelas Suhu Haryanto.
Tag :

Berita Terbaru

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…