Pakar: Soal Banjir, Pemkot Terjebak Teknis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pakar Tata Tota dari Departemen Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr Kuntjoro mengatakan, banjir yang terjadi di penghujung bulan Januari dan awal Februari lalu karena curah hujan tinggi dalam cukup lama. Drainase-drainase yang sudah dan sedang dibangun Pemkot tidak mampu menampung volume air. "Sebetulnya upaya yang dilakukan Pemkot Surabaya ini sudah sesuai kaidah-kaidah penanggulangan banjir," cetus Kuntjoro kepada Surabaya Pagi, Minggu (02/2/2020). "Namun mestinya banjir bisa diminimalisir." Caranya, Pemkot perlu melakukan pemantauan kapasitas dan kemiringan drainase, pemasangan box culvert pada gorong-gorong, pengendalianrun off air pada kawasan gedung-gedung tinggi, pengendalian kanal dan pintu air serta bozem. Kuntjoro menambahkan, letak geografis Kota Surabaya yang berada di hilir Sungai Brantas sejatinya sudah diantisipasi sejak zaman kolonial Belanda. Dahulu, sambungnya, Surabaya memang acap kali dilanda banjir lantaran diapit oleh sejumlah sungai besar. Namun, pemerintah kolonial membangun dua kanal dan pintu air yaitu di Porong dan Jagir. "Dengan begitu, banjir bandang bisa dicegah," paparnya. Menurut Kuntjoro, dalam level tata kota, berdasarkan riset dari para akademisi ITS, diperlukan pembentukan peraturan daerah (perda) saluran untuk lingkungan demi mengurangi beban drainase umum. "Baik pengembang maupun kampung-kampung harus memperhatikan saluran-saluran air," jelas dia. Soalnya, warga kota merupakan salah satu penyumbang terjadinya banjir. Saluran-saluran air di perkampungan maupun di kompleks perumahan, tidak terpelihara dengan baik, hingga meluber ke mana-mana. Akhirnya, limpahan air tersebut menjadi beban tambahan drainase umum. Karena hujan lebat dalam jangka waktu lama, drainase umum itu tidak mampu lagi menampung air hingga meluap. "Warga juga harus sadar lingkungan. Kalau tidak ingin kebanjiran, ya dibersihkan salurannya, diperhatikan kapasitasnya dan lain sebagainya," ucap Kuntjoro. Terpisah, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jatim Rere Christanto menambahkan, curah hujan yang mengguyur Surabaya akhir pekan lalu diakui cukup tinggi. Hanya saja, hujan tersebut tidak merata. Oleh sebab itu, sambung Rere, banjir yang terjadi adalah akibat dari minimnya kawasan resapan. Rere menyontohkan kawasan Surabaya Barat. Di sana, proyek pembangunan permukiman maupun perkantoran terjadi secara massif. Namun, pembangunan tersebut ditudingnya tidak mengindahkan kaidah-kaidah pelestarian lingkungan. "Akibatnya, kawasan-kawasan resapan menjadi semakin hilang eksistensinya," papar Rere kepadaSurabaya Pagi. Menurut Rere, yang acap kali diributkan oleh pemangku kebijakan ketika terjadi bencana adalah masalah teknis semata. Dalam hal banjir Surabaya, adalah pompa air yang sering disalahkan. Padahal, penyebab banjir tidak semata karena masalah teknis. Misalnya, kondisi geografis Kota Pahlawan yang terdiri dari dataran tinggi dan dan dataran rendah. "Contohnya waduk. Itu kan penting demi menampung dan mengalirkan air. Lalu mengapa waduk-waduk yang sudah ada dialihfungsikan? Menanggulangi banjir memang tidak mudah, tapi kalau kontur geografis diperhatikan sekaligus daerah resapannya, masalah banjir ini bisa diselesaikan," usul Rere.n rga
Tag :

Berita Terbaru

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Dewan Komisaris Tinjau GIS Undaan, PLN Perkuat Keandalan Listrik dan Kawal Proyek Strategis

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 16:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional melalui kunjungan kerja Dewan Komisaris ke …

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jelang Muscab PKB Sidoarjo Bidik Ketua Baru Yang Loyal, Jujur dan Berintegritas

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 15:15 WIB

Surabayapagi.com-Sidoarjo : Persiapan Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB 2026 di Sidoarjo sudah matang hampir mencapai 99%. Fokus …

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Diawali Doa, WCP Pasopati U-10 Siap Ukir Prestasi di Turnamen Internasional Bali7s

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

Jumat, 03 Apr 2026 09:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Suasana haru dan penuh harapan mengiringi langkah skuad muda WCP Pasopati Academy U-10 saat bersiap menapaki panggung internasional. …

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…