Chenghua, Kaisar Pemesan Mangkuk Bergambar Ayam Jago yang Populer

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Napak Tilas Kekaisaran Dalam Dinasti China Kuno (20) SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Mangkuk bergambar ayam jago sepertinya sudah melekat dengan siapa saja. Hal itu karena mangkuk ini selalu ditemui di pedagangan kuliner berkuah seperti mie ayam, bakso, dan lainnya. Meski melekat dengan siapa saja, namun, tidak banyak yang mengetahui siapa pencetus gambar ayam jago di sisi mangkuk dan apa artinya. Perlu diketahui, arti dari gambar ayam jago tersebut tidak digambar sembarangan. Pasalnya, dalam budaya China kuno, ayam jago berjengger merah itu mempunyai perlambang sebagai kelancaran rezeki. **foto** Karena itulah, mangkuk ini biasa digunakan sebagai wadah makanan oleh para pedagang. Tentunya dengan harapan dagangan mereka laris manis serta diberikan kelancaran dan kemudahan rezeki. Selain itu, awal mula adanya mangkuk ini dimulai dari keinginan Kaisar Chenghua yang memesan 4 buah cawan kepada seorang pengrajin keramik di daerah Jingdezhen. Cawan yang dipesannya itu bergambar ayam jago dan betina. Dari sini, bisa disimpulkan bahwa Kaisar Chenghua lah yang menjadi pencetus gambar ayam pada mangkok itu. Karena mangkok tersebut sudah ada sejak tahun 1465 dan pada saat itu juga Kaisar Chenghua yang memimpin Dinasti Ming. Kaisar Chenghua (Hanzi: 成化,1447-1487) adalah kaisar ke-8 dariDinasti Ming yang memerintah tahun1464 sampai 1487. Dia adalah anak sulungKaisar Zhengtong, terlahir dengan nama Zhu Jianjun, setelah ayahnya kembali naik tahta namanya diubah menjadi Zhu Jianshen. Dirinya di dapuk sebagai kaisar sejak usianya menginjak 17 tahun, tepat ketika ayahnya mangkat di tahun 1464 dan dia dia mewarisi tahta kerajaan dan menamai rezimnya Chenghua. Sebelum mendapatkan kekuasaan itu, Chenghua harus mendekam di penjara bersama ayahnya, sejak kekuasaan berada ditangan pamannya. Kepindahan kekuasaan itu berawal dari hilangnya Kaisar Zhengtong, ayah Chenghua yang ditawan oleh olehMongol dalaminsiden Tumubao. Sehingga Dinasti Ming pada saat itu mengalami kekosongan pemerintah yang membuat pamannya dijadikan kaisar sebagai pengganti Zhengtong. Singkat cerita, Zhengtong bisa merebut kembali kekuasaannya dan mengangkat Chenghua menjadi putera mahkota. Pada awal pemerintahannya dia menjalankan kebijakan-kebijakan positif seperti menurunkan pajak dan memperkuat kerajaannya, tetapi ini hanya sebentar karena tak lama kemudian kekuasaan pemerintahaan jatuh ke tangan para kasim. Untuk memperkuat pemerintahannya Chenghua membentuk agen mata-mataXi Chang (melengkapiDong Chang yang telah ada terlebih dulu) yang dikepalai oleh kasim kepercayaannya,Wang Zhi. Organisasi ini mempunyai hak istimewa untuk mengeksekusi siapapun yang mereka anggap sebagai pengkhianat. Wang memonitor segala kegiatan dan perkataan rakyat, dia banyak menganiaya orang-orang tidak berdosa sehingga orang-orang baik dari dalam maupun luar pemerintahan merasa terteror, kebebasan benar-benar dikebiri pada saat itu. Selain bergantung pada para kasim, Chenghua juga bergantung padaSelir Wan, wanita yang pernah melayaninya ketika kecil dan beusia dua kali umurnya. Setelah naik tahta, dia masih terobsesi pada Wan yang ketika itu berumur 35 tahun dan menganugerahinya gelar guifei (贵妃)/ selir kelas atas.
Tag :

Berita Terbaru

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

19 Sekolah Muhammadiyah di Gresik Raih Penghargaan atas Kenaikan Jumlah Murid

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 16:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebanyak 19 sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik menerima penghargaan atas keberhasilan meningkatkan jumlah peserta didik secara…

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…