Sidang Penggelapan Uang Temukan Satpam Fiktif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengadilan Negeri Surabaya menggelar sidang atas kasus penggelapan gaji dengan terdakwa Aries Purwantoro pada Rabu (11/3). Terdakwa menggelapkan gaji karyawan fiktif yang mengakibatkan perusahaan mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -Indah Sri Wulan Mei menemukan sejumlah kejanggalan ketika menggantikan sementara Uyung Retnowati yang sedang cuti hamil sebagai HRD PT Garda Utama Nasional (GUN) Cabang Surabaya. Salah satunya menemukan nama Rominsyah masih tercatat sebagai satpam penerima gaji bulanan perusahaan outsourcing tersebut dari kantor pusat di Jakarta. Indah mengetahui bahwa Rominsyah yang sebelumnya bertugas di kantor perusahaan di Makassar sudah habis kontrak. "Saya rekap gaji melihat data Rominsyah sudah tidak ada di absensi dan tidak terdaftar sebagai anggota satpam tapi masih menerima gaji bulanan," ujar Indah saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (11/3/2020). Rominsyah memang sudah tidak lagi tercatat sebagai anggota satpam PT GUN. Namun, nama dan rekeningnya dicatut terdakwa Aries Purwantoro yang menjabat sebagai Kepala Cabang Surabaya PT GUN. Aries bekerjasama dengan Uyung untuk membuat data satpam fiktif. Mereka mencari rekening-rekening orang lain untuk didaftarkan di kantor pusat sebagai satpam penerima gaji bulanan. "Saya kordinasikan dengan pengurus anggota satpam. Saya tanya masih ada kontrak nggak karyawan ini. Ternyata sudah putus kontrak sejak April 2018," katanya. Indah melaporkan temuan itu ke kantor pusat. Selanjutnya dari hasil audit diketahui ada lima satpam fiktif dari Surabaya yang terdaftar sebagai penerima gaji bulanan. Perusahaan dari hasil audit merugi hingga Rp 301 juta akibat praktik curang Aries. "Waktu saya menggantikan Uyung sudah jalan tiga bulan," ucapnya. Aries mendapatkan nomor rekening dari buku tabungan itu setelah memerintahkan Agus Sugiyanto untuk mencarikannya. Agus merupakan pengendali operasional PT GUN Surabaya. Mendapatkan perintah dari atasannya, Agus menurut. Dia mencarikan buku tabungan dengan melibatkan anggota-anggotanya di lapangan. Salah satunya buku tabungan Rominsyah. "Agus kamu cari rekening di luar sana. Saya dapat tiga dari orang lapangan," ujar Agus. Namun, Agus mengaku tidak tahu bagaimana anak-anak buahnya mendapatkan rekening tersebut. Apakah meminjam buku tabungan atau membuatkan baru. Dia menyatakan hanya bertugas mencarikan rekening tabungan. Setelah mendapatkannya, dia memberikan kepada Uyung. Sementara itu, Aries membantah keterangan saksi. Dia mengaku tidak pernah menyuruh siapapun untuk mencarikan rekening tabungan. Selain itu, inisiatif itu dari Uyung. Terdakwa didakwa menggelapkan uang perusahaan. Modusnya, terdakwa bersama Uyung sebagai HRD membuat data satpam fiktif yang dipekerjakan perusahaan outsourcing tersebut. Dengan data tersebut, kantor pusat menggaji satpam yang terdata. Uang gajian satpam fiktif yang dikirim kantor pusat digunakannya untuk kepentingan pribadinya.Nbd
Tag :

Berita Terbaru

Selangkah Lagi! Program ATM Beras Tahun 2026 Siap Beroperasi Tiga Hari Lagi

Selangkah Lagi! Program ATM Beras Tahun 2026 Siap Beroperasi Tiga Hari Lagi

Senin, 13 Apr 2026 23:55 WIB

Senin, 13 Apr 2026 23:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri akan kembali mendistribusikan bantuan beras kepada masyarakat melalui ATM Beras pada Kamis (16/4).…

Pemkot Kediri Terapkan Skema WFH 40 Persen ASN, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

Pemkot Kediri Terapkan Skema WFH 40 Persen ASN, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Optimal

Senin, 13 Apr 2026 23:51 WIB

Senin, 13 Apr 2026 23:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri resmi memberlakukan kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat, mulai…

KPK Dalami Relasi dengan Maidi, Faizal Rachman: Saya Hanya Jawab yang Saya Tahu

KPK Dalami Relasi dengan Maidi, Faizal Rachman: Saya Hanya Jawab yang Saya Tahu

Senin, 13 Apr 2026 22:15 WIB

Senin, 13 Apr 2026 22:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Faizal Rachman, pengusaha Event Organizer  yang diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku hanya dimintai keterangan t…

Merawat Harapan di Hari Kartini, Srikandi PLN Kembali Gelar Posyandu Disabilitas di Malang

Merawat Harapan di Hari Kartini, Srikandi PLN Kembali Gelar Posyandu Disabilitas di Malang

Senin, 13 Apr 2026 17:31 WIB

Senin, 13 Apr 2026 17:31 WIB

SurabayaPagi, Malang — Dalam rangka menyambut Hari Kartini, Srikandi PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Malang berkolaborasi dengan Yayasan Bersama Anak Bangsa …

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

DBMCKTR: Menunggu Penghitungan Retribusi, Izin PBG Perum Grand Zam-Zam Segera Terbit

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandeng Lele melontarkan kritik keras terhadap kinerja pihak-pihak terkait, dalam penanganan dugaan…

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Siap Tampung 1000 Siswa, Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Surabaya Tahap II Capai 45 Persen

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

Senin, 13 Apr 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti program terbaru Presiden Prabowo Subianto terkait Sekolah Rakyat (SR), saat ini untuk progres pembangunan Sekolah…