SURABAYAPAGI.COM, Probolinggo-
DPRD kota Probolinggo gelar rapat paripurna dengan acara penyampaian keputusan DPRD tentang rekomendasi DPRD terhadap, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) wali kota Probolinggo tahun 2019. Acara berlangsung di ruang sidang utama, Selasa (28/4) dengan di hadiri Wawali HMS Subri beserta para Kepala OPD, rapat dipimpin secara langsung oleh Wakil Ketua DPRD Haris Nasution.
Wakil ketua DPRD H Nasution menyampaikan, berdasarkan ketentuan pasal 19 Ayat 5 PP No 13 tahun 2019 tentang LKPJ pemerintah daerah kepada masyarakat, bahwa keputusan DPRD tentang rekomendasi DPRD terhadap LKPJ wali kota disampaikan kepada Kepala Daerah dalam rapat paripurna DPRD sebagai rekomendasi kepada Kepala Daerah untuk perbaikan penyelenggaraan pemerintah daerah kedepan.
Selanjutnya H Nasution persilahkan Ketua DPRD Abdul Mujib menyampaikan keputusan DPRD tentang rekomendasi DPRD terhadap LKPJ wali kota Probolinggo tahun 2019.
Sementara itu Ketua DPRD Abdul Mujib merekomendasikan beberapa hal, antara lain terhadap BPPKAD terkait penyajian data pada LKPJ wali kota tahun 2019 target anggaran tidak sesuai dengan data yang tidak ada pada Perda No 11 Tahun 2019 dan perwali No 161 tahun 2019 dalam mempertajam alokasi anggaran melalui upaya perberdayaan ekonomi rakyat dan mempercepat pembangunan.
Maka dari itu, Badan Anggaran merekomendasikan perlu adanya perbaikan penyajian data target anggaran sesuai dengan Perda dimaksud.
Lebih lanjut DPRD dalam memaksimalkan pelayanan merekomendasikan RSUD dr. Mohamad Saleh dan Dinas Kesehatan agar RS yang da dan pukesmas diprioritaskan dalam hal memenuhi kualitas sarana dan prasarana yang ada perlu diperhatikan.
Jangan terlalu fokus pada pembangunan RS baru yang belum ada. Sementara yang sudah ada dibiarkan atau dikurangi dana pembangunan sarana dan prasarananya.
Tak ketinggalan, Dinas Lingkungan Hidup juga mendapat rekom dari Dewan, yaitu berkaitan dengan tata kelola jenis sampah rumah tangga di kota yang belum maksimal. Pertanggungjawaban dalam hal ini pemkot terkait sampah atau TPS khusus untuk masyarakat sepertinya kurang serius penangananya.
Keluh kesah juga datang dari tukang pemungut sampah, bahwa gerobak yang mereka bawa cukup berat untuk mengangkut dari rumah ke rumah sampai menuju TPS. Bahkan masyarakat juga prihatin kepada tukang pemungut sampah yang sampai saat ini masih menggunakan gerobak dorong dengan jangkauan TPS yang lumayan jauh.(wan)
Editor :
Mariana Setiawati
Berita Terbaru
Senin, 16 Mar 2026 16:46 WIB
Senin, 16 Mar 2026 16:46 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Jelang lebaran mendatang yang kurang beberapa hari lagi, personel Polres Blitar pada Senin (16/3) melaksanakan monitoring arus mudik…
Senin, 16 Mar 2026 16:37 WIB
Senin, 16 Mar 2026 16:37 WIB
SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan bahwa kinerja Pemerintah Kota Mojokerto pada tahun pertama periode keduanya m…
Senin, 16 Mar 2026 16:36 WIB
Senin, 16 Mar 2026 16:36 WIB
SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggencarkan gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga guna menekan timbunan sampah dan meningkatkan…
Senin, 16 Mar 2026 15:01 WIB
Senin, 16 Mar 2026 15:01 WIB
SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Pantai Karanggongso, yang juga dikenal sebagai Pantai Pasir Putih Trenggalek, menyimpan keindahan bak keindahan Labuan Bajo.…
Senin, 16 Mar 2026 14:42 WIB
Senin, 16 Mar 2026 14:42 WIB
SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kabar kurang menyenangkan datang dari segmen mobil listrik yang saat ini mengalami penurunan penjualan secara global yang dipicu…
Senin, 16 Mar 2026 14:37 WIB
Senin, 16 Mar 2026 14:37 WIB
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Evaluasi operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur mulai menunjukkan hasil. Jumlah dapur yang sempat…