Perantau Muda di Surabaya Gak Berani Mudik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana di Staisun Gubeng yang terlihat sepi baik dari perantau dan pemudik. SP/Byta
Suasana di Staisun Gubeng yang terlihat sepi baik dari perantau dan pemudik. SP/Byta

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Larangan mudik dari pemerintah cukup membuat ciut nyali anak-anak muda perantau di Surabaya. Nova, Fitri, Warno dan beberapa pekerja asal daerah, tak mudik. Termasuk anjuran orang tuanya di desa.

Nova, salah satu pegawai di perusahaan jasa ekspedisi barang yang juga perantau asal Tuban, mengaku sempat mencuri waktu dengan mengambil cuti karyawan untuk bertemu keluarganya sebelum PSBB Surabaya Raya. Hal itu dilakukannya karena dirinya merasa jika saat itu adalah saat yang paling tepat untuk pulang kampung sebelum adanya pengetatan peraturan pada masa PSBB.

"Untuk Hari Raya ini tidak pulang kampung, karena cuti bersama juga diundur ke bulan Desember. Tapi kemarin sempat mengambil cuti selama tiga hari, ya nyolong-nyolong waktu gitu buat ketemu keluarga di Tuban. Itu sebelum PSBB, jadi aksesnya juga masih lancar, tidak ketat seperti sekarang," ujar Nova.

Sementara Fitri, salah satu pegawai minimarket yang juga perantau asal Bojonegoro mengaku tidak berani untuk mudik. Hal itu dikarenakan di desanya sudah disiapkan ruang isolasi untuk para pemudik yang nekat pulang kampung di Hari Raya Idul Fitri ini. Alhasil Fitri yang bersama suami dan satu orang anaknya di Surabaya ini memutuskan untuk tidak mudik pada Hari Raya kali ini.

"Saya beberapa waktu lalu dikabari orang tua di Bojonegoro, katanya yang mudik harus diisolasi dulu selama 14 hari, sudah disediakan tempatnya oleh desa. Jadi saya sekeluarga memutuskan untuk menunda mudik dulu sesuai anjuran pemerintah dan kesepakatan keluarga besar," kata Fitri.

Lain halnya dengan Warno, salah satu satpam pegadaian ini mengaku bahwa dirinya dilarang mudik oleh keluarganya di Sumenep, Madura. Dirinya mengaku keluarganya tidak mau mengambil resiko dengan kepulangannya ke Sumenep.

"Kalau saya pribadi berani-berani saja, jika diperbolehkan saya sudah dari kemarin mengurus surat kesehatan dan surat-surat lainnya seperti yang menjadi persyaratan mudik. Tapi kan keluarga saya takut jika nanti urusannya disana ribet sama pihak desa, apalagi saya dari Surabaya yang banyak pasien Covid-19. Akhirnya ya nggak jadi, paling ditunda sampai Hari Raya Qurban," ujarnya.

Dari beberapa perantau yang berhasil ditemui Surabaya Pagi, seluruhnya mengakali pertemuan dengan keluarga mereka pada saat Hari Raya Idul Fitri menggunakan teknologi video call. Silaturahmi dengan cara tatap muka secara virtual ini menurut mereka menjadi cara terbaik bagi mereka ditengah pandemi Covid-19. adt

Berita Terbaru

Eggi Sudjana Ajak Damai Jokowi, Roy Suryo Tidak

Eggi Sudjana Ajak Damai Jokowi, Roy Suryo Tidak

Selasa, 13 Jan 2026 19:41 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:41 WIB

Keduanya Berasal dari 8 Tersangka Kasus yang Dilaporkan oleh Jokowi       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Delapan aktivis yang mempersoalkan keaslian ijasah Jo…

Prabowo Sentil Penganalisis Kabinet Pecah, PKB, Golkar dan Demokrat Bereaksi

Prabowo Sentil Penganalisis Kabinet Pecah, PKB, Golkar dan Demokrat Bereaksi

Selasa, 13 Jan 2026 19:38 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto,  menyentil orang yang bicara di media sosial menganalisis terjadi perpecahan di lingkungannya. Prabowo …

Dua Cewek Bikin Terperangah Pengunjung Sidang Dugaan Korupsi Nadiem

Dua Cewek Bikin Terperangah Pengunjung Sidang Dugaan Korupsi Nadiem

Selasa, 13 Jan 2026 19:36 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Cepy Lukman Rusdiana, Mantan Plt Kasubdit Fasilitasi Sarana, Prasarana dan Tata Kelola Direktorat Sekolah Menengah Pertama pada…

Usut Dugaan Korupsi Haji, KPK Diminta Legislator Transparan

Usut Dugaan Korupsi Haji, KPK Diminta Legislator Transparan

Selasa, 13 Jan 2026 19:34 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:34 WIB

Pansus Angket Haji DPR Temukan Sembilan Masalah Penyelenggaraan Haji 2024       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq me…

Komisi A DPRD Surabaya Minta Apartemen Bale Hinggil Kembalikan Hak Dasar Warga

Komisi A DPRD Surabaya Minta Apartemen Bale Hinggil Kembalikan Hak Dasar Warga

Selasa, 13 Jan 2026 19:32 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tindak lanjut dari aduan Paguyuban Warga Apartemen Bale Hinggil, Komisi A DPRD Kota Surabaya menggelar rapat , Selasa (13/1).…

Legislator Anggap Transportasi Pesawat Domestik Prihatinkan

Legislator Anggap Transportasi Pesawat Domestik Prihatinkan

Selasa, 13 Jan 2026 19:26 WIB

Selasa, 13 Jan 2026 19:26 WIB

Tiket Jakarta - Aceh Termurah Rp 2,2 juta, Tiket Jakarta - KL Termurah Rp 789 Ribu     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful H…