Berjalan Hampir 2 Minggu, Masih Ada yang tak Dapat Bantuan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah turun langsung melihat kondisi Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo di RW 02 Kutisari, Surabaya, Kamis malam.
Foto: Sp/Alqomar
Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah turun langsung melihat kondisi Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo di RW 02 Kutisari, Surabaya, Kamis malam. Foto: Sp/Alqomar

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo yang diinisiasi oleh Pemkot Surabaya dengan berbasis gerakan warga ternyata masih banyak dikeluhkan warganya sendiri. Padahal, kampung tangguh yang dibentuk di beberapa kampung untuk menekan penularan dari lapisan bawah, sudah berjalan sejak PSBB jilid III, masih belum sepenuhnya mendapatkan bantuan dari Pemkot. Baik bantuan dana ataupun bantuan logistik.

 Hal itu terungkap saat Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Surabaya Laila Mufidah meninjau Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo RW 02 Kutisari Surabaya, Kamis (4/6/2020) tengah malam.

“Karena kita sudah jelang berakhirnya pelaksanaan PSBB jilid 3. Sebenarnya sebelum PSBB jilid 1 kita sudah mengusulkan di Pemkot Surabaya agar mempunyai roadmap yang jelas dalam penanganan covid-19,” kata Laila Mufidah, Kamis (4/6).

Menurut Politisi PKB ini,  carut marut penanganan Covid-19 Pemkot Surabaya kurang ada koordinasi DPRD Surabaya, serta Pemerintah provinsi Jatim. “Kita juga tidak terlalu menyalahkan pemkot sepenuhnya, tapi memang seharusnya terjalin kerjasama yang baik. Padahal sejak pertama PSBB jilid 1 kita usulkan melibatkan pengurus RT/RW yang menjadi ujung tombak mengetahui kondisi warganya yang terpapar, ODP dan PDP tersebut,” terang Laila.

Pembentukan Kampung Tangguh, kata Laila, baru sekarang melibatkan peran masyarakat melihat jumlah terpapar covid-19 melonjak. Sehingga pembentukan Kampung Tangguh dikarenakan dampak ketidakpuasan masyarakat Surabaya.  "Tapi harus kita pahami bahwa melonjaknya warga Surabaya terpapar covid-19 adanya bantuan banyaknya alat rapid test dari CSR bukan dari APBD Surabaya. Sehingga adanya tes massal dan masif wajar kalau hasilnya jumlah positifnya melonjak. Saya optimis pandemi covid-19 segera berakhir," tegas Laila.

 

Jangan Sekedar Slogan

Selain itu Laila Mufidah mengatakan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo ini jangan sampai hanya sekedar slogan saja dan hanya terlihat ada gebyar nya saja tapi lebih kepada kesadaran diri masyarakat yang harus tetep patuh terhdp protokol kesehatan.

“Pemkot juga harus support anggaran ke kampung tangguh wani jogo suroboyo ini. Karena para RT dan RW ini juga adalah bagian dari warga yg terdampak, mereka swadaya masyarakat untuk membentuk gugus tugas di masing-masing RW baik itu konsumsi, dan alat penunjang lainnya.

Mereka sudah ikhlas meluangkan waktunya, tenaganya, termasuk financial nya untuk bisa mmbentuk kampung tangguh wani jogo suroboyo. ini benar-benar apresiasi setinggi-tingginya buat RT RW,” katanya.

Meski begitu, Laila mengapresiasi setinggi-tingginya kepada warga Kutisari sudah bersusah payah meluangkan waktu dan tenaga sukarela. "Mudah-mudahan dengan suport bantuan yang saya berikan berupa  sembako, alat pelindung diri (APD), masker, pelindung mata, alat penyemprotan disinfektan sangat bermanfaat bagi warga RW 02 Kutisari," tukas Laila saat ditemui di Kampung Tangguh RW 02 Kutisari.

Sementara itu, Ketua RW 02 Kutisari Santoso mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya terhadap Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah turun langsung di Kampung Tangguh RW 02 Kutisari.  "Memang dari pengurus kampung RW 02 sejak awal berharap pembentukan Kampung Tangguh ini diperhatikan langsung oleh wakil rakyatnya. Kedatangan Bu Laila Mufidah di RW 02 Kutisari telah  menjawab warganya. Ternyata wakil rakyat ini selalu bergerak dan memantau turun langsung ke bawah dan memberikan suport atau dukungan moral," katanya.

Lanjut Santoso,  kehadiran Bu Laila Mufidah memberikan contoh terhadap anggota DPRD Surabaya yang lain.  "Kami berharap mari kita bangun kampung-kampung tangguh di seluruh kelurahan Surabaya supaya bisa mengurangi peningkatan grafik terpapar covid-19 di Surabaya," pungkas dia. Alq

Berita Terbaru

Percepat Layanan Kedaruratan, DPKP Tulungagung Siapkan Pos Bantu Damkar

Percepat Layanan Kedaruratan, DPKP Tulungagung Siapkan Pos Bantu Damkar

Minggu, 14 Jun 2026 11:44 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulunggaung - Guna mempercepat respons penanganan kebakaran dan penyelamatan di wilayah bagian timur kabupaten Tulungagung, Dinas Pemadam…

Tim Gabungan Bersama Polres Blitar Maksimalkan Pencarian Korban Terbawa Arus Pantai Pangi

Tim Gabungan Bersama Polres Blitar Maksimalkan Pencarian Korban Terbawa Arus Pantai Pangi

Minggu, 14 Jun 2026 11:39 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Memasuki hari ke empat pencarian korban laka laut di Pantai Pangi, Desa Tumpak Kepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Polsek…

DLHKP Tingkatkan Operasional Kendaraan Pengangkut Sampah, Komitmen Jaga kebersihan Kota Kediri

DLHKP Tingkatkan Operasional Kendaraan Pengangkut Sampah, Komitmen Jaga kebersihan Kota Kediri

Minggu, 14 Jun 2026 11:29 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 11:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Dalam rangka memastikan seluruh unit tetap laik jalan dalam melayani kebersihan kota, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan…

Pemkab Magetan Gencarkan Pengadaan ‘Rubuha’ untuk Tekan Hama Tikus

Pemkab Magetan Gencarkan Pengadaan ‘Rubuha’ untuk Tekan Hama Tikus

Minggu, 14 Jun 2026 11:22 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 11:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Guna menekan maraknya hama tikus yang menyerang tanaman padi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Tanaman Pangan…

Tekan Biaya Operasional Kenaikan BBM, Pemkot Malang Pertimbangkan Pakai EV untuk Kendaraan Dinas

Tekan Biaya Operasional Kenaikan BBM, Pemkot Malang Pertimbangkan Pakai EV untuk Kendaraan Dinas

Minggu, 14 Jun 2026 11:11 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 11:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Guna menekan biaya operasional imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per…

Lewat FF Level 2, Pemkot Surabaya Genjot Standar Kompetensi Para Personel Damkar

Lewat FF Level 2, Pemkot Surabaya Genjot Standar Kompetensi Para Personel Damkar

Minggu, 14 Jun 2026 11:00 WIB

Minggu, 14 Jun 2026 11:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai upaya menyiapkan pemimpin-pemimpin lapangan yang memiliki kompetensi dan sertifikasi profesional sekaligus meningkatkan…